Dugaan pelanggaran etik di tubuh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) baru-baru ini menggemparkan publik. Ketua ORI periode 2026–2031, Hery Susanto, ditemui dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan tambang nikel, mengakibatkan keputusan drastis dari Majelis Etik ORI.
Pada 8 Juni 2026, Majelis Etik menyatakan bahwa Hery Susanto telah diberhentikan secara tidak hormat. Hal ini mencerminkan betapa seriusnya implikasi dari dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pejabat publik.
Pelanggaran etik tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat, tetapi juga pada lembaga tempat mereka bernaung. Hasil dari rapat tersebut menegaskan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai anggota Ombudsman.
Tindak Pidana Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Ombudsman
Tindak pidana korupsi adalah isu krusial yang mengganggu berbagai sektor, termasuk lembaga pengawas. Dalam konteks ini, keterlibatan Hery Susanto dalam dugaan korupsi jelas melukai kepercayaan publik terhadap ORI.
Keberadaan pejabat yang diduga terlibat dalam praktik korupsi menciptakan keraguan di kalangan masyarakat. Sebuah lembaga yang seharusnya menjaga etika dan kepentingan publik justru dihadapkan pada isu yang dapat merusak reputasinya.
Penting bagi lembaga seperti ORI untuk bertindak tegas dalam menangani masalah internal agar tetap memperoleh kepercayaan masyarakat. Tindakan Majelis Etik yang memberhentikan Hery Susanto adalah langkah awal yang penting dalam memperbaharui kepercayaan ini.
Pelanggaran Sumpah dan Konsekuensinya
Menurut keputusan Majelis Etik, Hery Susanto melanggar sumpah atau janji jabatan sebagai Ketua ORI. Pelanggaran ini berpotensi mengakibatkan konsekuensi serius bagi jaksa dan pengawasan publik.
Pelanggaran terhadap sumpah jabatan bukan hanya masalah etika, tetapi juga mencakup aspek hukum. Apabila tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi lembaga dan masyarakat.
Keputusan untuk memberhentikan Hery Susanto diharapkan menjadi pengingat bagi semua pejabat publik untuk mematuhi kode etik. Sehingga, langkah-langkah preventif untuk mencegah praktik serupa di masa mendatang bisa diterapkan dengan lebih ketat.
Pentingnya Integritas dalam Lembaga Publik
Integritas menjadi fondasi bagi setiap lembaga publik dalam menjalankan fungsinya. Tanpa integritas, tidak ada kepercayaan yang bisa dibangun antara lembaga dan masyarakat.
Lembaga seperti ORI memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik. Oleh karena itu, tindakan tegas terhadap pelanggaran etik, seperti yang diambil terhadap Hery Susanto, menjadi sangat krusial.
Salah satu cara untuk menjaga integritas adalah melalui penegakan kode etik secara konsisten. Masyarakat sudah menantikan perubahan nyata untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
















