• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 29, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Tekno

Kejagung Akan Memeriksa Sony Sonjaya Terkait Kolaborator Keadilan

Malino SPDI by Malino SPDI
June 13, 2026
in Tekno
0
Eks Waka BGN Sonjaya Siap Ajukan Diri Sebagai Justice Collaborator
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kejaksaan Agung (Kejagung) Indonesia baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memeriksa Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam konteks kasus dugaan tindak pidana korupsi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengonfirmasi permohonan Sony sebagai Justice Collaborator (JC), yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi terkait kasus yang sedang berjalan.

Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, yang menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dan sedang mempelajari permohonan tersebut. Kejagung berkomitmen untuk melakukan investigasi yang mendalam demi transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik.

READ ALSO

Anak-Anak Penyintas Gempa NTT Ungkapkan Mimpi yang Tersisa

Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus

Sebelumnya, Sony Sonjaya ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Juni 2026, bersamaan dengan dua orang lainnya, yaitu Dadan Hindayana selaku mantan Kepala BGN dan Lodewyk Pusung sebagai mantan Wakil Ketua Kepala Bidang Pengembangan Organisasi. Penetapan ini menyusul pencopotan mereka dari jabatan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Proses Hukum yang Ditempuh oleh Sony Sonjaya

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sony segera menyatakan niatnya untuk mengajukan diri sebagai Justice Collaborator, yang merupakan langkah dalam sistem hukum untuk membantu mengungkap kasus-kasus lebih besar. Melalui pengacaranya, permohonan ini diajukan lima hari setelah penetapan statusnya sebagai tersangka.

Pihak Kejaksaan Agung menyatakan bahwa melalui permohonan JC tersebut, akan ada evaluasi mendalam mengenai keterangan dan bukti yang dimiliki Sony. Jika permohonan diberikan, ini akan membuka peluang untuk mengungkap pelaku-pelaku lain yang mungkin terlibat dalam skandal ini.

Syarief juga menjelaskan bahwa status Justice Collaborator diberikan kepada pelaku yang bersedia mengungkapkan informasi penting terkait keterlibatan pihak lain di balik tindak pidana yang dia lakukan. Proses ini bukan hanya bertujuan untuk mengurangi hukuman pelaku, tetapi juga untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Rincian Kasus Tindak Pidana Korupsi yang Terlibat

Kasus yang menjerat Sony berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2025-2026, yang diidentifikasi memiliki sejumlah kelemahan dalam pelaksanaannya. Dugaan korupsi dalam pengelolaan program ini menjadi isu serius yang menarik perhatian publik.

Selain Sony dan dua tersangka lainnya, Kejaksaan Agung juga telah menambah jumlah tersangka menjadi lima, termasuk pihak swasta dan perwakilan vendor yang terlibat. Penetapan ini memberikan sinyal bahwa penyidik berupaya untuk menyelidiki hubungan antara pejabat publik dan pelaku bisnis yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.

Syarief menekankan bahwa informasi yang akan diberikan oleh Sony melalui permohonan JC sangat penting untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam praktik yang merugikan negara tersebut. Pengacara Sony pun menegaskan bahwa kliennya siap bekerja sama untuk mengungkap nama-nama tokoh yang mungkin terlibat lebih luas.

Pentingnya Keterbukaan dan Akuntabilitas dalam Kasus Ini

Penting untuk menjaga akuntabilitas serta transparansi dalam penanganan kasus-kasus korupsi, terutama yang melibatkan lembaga pemerintah. Dukungan publik terhadap proses hukum sangat diperlukan untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan tidak ada ruang bagi praktik korupsi di dalam pemerintahan.

Melalui langkah-langkah hukum yang diambil oleh Kejaksaan Agung, diharapkan dapat menciptakan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya. Keterbukaan dari saksi serta Justice Collaborator juga diharapkan mampu membawa terang dalam kasus ini dan memastikan penegakan hukum yang adil.

Keberanian untuk mengungkap fakta yang ada, seperti yang ditunjukkan oleh Sony, sangatlah penting. Dengan harapan bahwa langkah ini dapat menjadi momentum bagi perubahan dalam cara pengelolaan program pemerintah di masa yang akan datang.

Tags: AkanKeadilanKejagungKolaboratorMemeriksaSonjayaSonyTerkait

Related Posts

Anak-Anak Penyintas Gempa NTT Ungkapkan Mimpi yang Tersisa
Tekno

Anak-Anak Penyintas Gempa NTT Ungkapkan Mimpi yang Tersisa

October 29, 2026
Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus
Tekno

Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus

October 28, 2026
Anggaran Rehab dan Rekon Sumatra Ditegaskan Tersedia oleh Mendagri dan Menkeu
Tekno

Anggaran Rehab dan Rekon Sumatra Ditegaskan Tersedia oleh Mendagri dan Menkeu

October 28, 2026
Menkominfo Minta Polri Tindak Judol Jual Beli Data dan Bully Daring
Tekno

Menkominfo Minta Polri Tindak Judol Jual Beli Data dan Bully Daring

October 27, 2026
Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II Dibuka Lagi oleh Pemerintah
Tekno

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II Dibuka Lagi oleh Pemerintah

October 26, 2026
Finalis BSA 2026 dan 2025 Mengikuti Pelatihan Perhumasan
Tekno

Finalis BSA 2026 dan 2025 Mengikuti Pelatihan Perhumasan

October 26, 2026
Next Post
Pengunjung Jakarta Fair Dapat Melakukan Pembayaran Pajak Saat Berbelanja

Pengunjung Jakarta Fair Dapat Melakukan Pembayaran Pajak Saat Berbelanja

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Ruang Hijau Sebagai Strategi Baru Mal Jakarta dengan Okupansi 94%

Ruang Hijau Sebagai Strategi Baru Mal Jakarta dengan Okupansi 94%

August 26, 2026
Minta Tindak Tegas Penyerangan saat Gerebek Narkoba di Kalteng

Minta Tindak Tegas Penyerangan saat Gerebek Narkoba di Kalteng

July 4, 2026
7 Jam Menelusuri Cahaya di Tengah Kegelapan Sumatra

7 Jam Menelusuri Cahaya di Tengah Kegelapan Sumatra

May 23, 2026
Bos Tambang Bauksit Kalbar Terjerat Kasus Korupsi IUP

Bos Tambang Bauksit Kalbar Terjerat Kasus Korupsi IUP

May 22, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • KPK Siapkan Jadwal Panggil Nusron Wahid
  • Keluarga Minta Penyelesaian Kasus Tembak Polisi di Mabes Polri
  • KPK Geledah Kantor di Kudus Selain Bea Cukai
  • Anak-Anak Penyintas Gempa NTT Ungkapkan Mimpi yang Tersisa
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In