• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, August 20, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Demo Tolak MBG di Makassar, Massa Bakar Ban dan Tutup Jalan

Malino SPDI by Malino SPDI
June 30, 2026
in Travel
0
Demo Tolak MBG di Makassar, Massa Bakar Ban dan Tutup Jalan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan kampus Universitas Negeri Islam (UIN) Alauddin Makassar berlangsung ricuh pada malam hari, menyisakan ketegangan di tengah masyarakat. Ketegangan ini berawal karena massa demonstran terlibat bentrok dengan pengemudi ojek online, yang berjuang untuk menolak program dari Pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Kericuhan memuncak saat masa menutup sebagian Jalan Sultan Alauddin, mengakibatkan kemacetan dan mengganggu akses masyarakat dari Kabupaten Gowa menuju Kota Makassar. Banyak pengguna jalan, termasuk ambulans, terpaksa terjebak dalam kemacetan yang cukup panjang.

READ ALSO

Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah

Warga Cimahi Pasang Plang ‘Rumah Dijual’ Secara Serentak, Ini Alasannya

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa bentrokan terjadi karena pengunjuk rasa menghalangi jalan dan membakar ban. Sementara itu, masyarakat setempat juga mengambil tindakan yang dianggap sebagai reaksi alami terhadap aksi yang menyusahkan mereka.

Penjelasan Tentang Bentrokan dan Reaksi Masyarakat Setempat

Aksi mahasiswa yang berlangsung hingga larut malam itu tentu tidak berjalan mulus. Warga setempat dan pengemudi ojek online merasa marah karena aksi tersebut mengakibatkan keterlambatan akses ambulans dan kendaraan lainnya. Saling serang antara dua pihak pun terjadi, dengan lemparan batu sebagai bentuk protes.

Kombes Arya menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak asasi manusia, tetapi tidak boleh sampai mengganggu hak orang lain. Dengan tegas ia mengungkapkan bahwa masyarakat berhak merasa terganggu jika akses jalan mereka terhalang oleh aksi tersebut.

Polisi mencoba untuk meredakan situasi dengan pendekatan negosiasi. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respon baik dari para demonstran yang tetap bertahan dengan tuntutannya. Mereka menilai hak mereka untuk bersuara dan menyuarakan aspirasi harus tetap dihormati.

Tuntutan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Dalam aksi tersebut, mahasiswa HMI membawa beberapa tuntutan penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Di antara yang paling mendesak adalah penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga evaluasi menyeluruh terkait tata kelola dan akuntabilitasnya. Mereka ingin adanya transparansi dalam setiap program yang dijalankan pemerintah.

Di samping itu, mereka juga menolak Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan mendesak evaluasi total terhadap kebijakan tersebut. Penurunan harga BBM serta jaminan distribusi juga menjadi bagian dari agenda yang ingin disuarakan oleh para mahasiswa.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya mendorong stabilitas harga dan daya beli masyarakat, serta menolak kebijakan perpajakan yang dirasa memberatkan rakyat. Mereka berupaya menjadikan pendidikan berkualitas dan inklusif sebagai salah satu fokus utama tuntutan mereka kepada pemerintah.

Komitmen untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Tahun Pemilu

Selain itu, mahasiswa menuntut agar taraf perlindungan terhadap aktivis dan jurnalis ditingkatkan, di mana mereka ingin menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap kelompok masyarakat tersebut. Situasi yang terjadi berfungsi sebagai pengingat bahwa hak asasi setiap individu harus dipenuhi tanpa terkecuali.

Komitmen untuk menciptakan demokrasi yang lebih baik juga terungkap. Mereka mendesak revisi terhadap Undang-Undang Pemilu untuk memastikan bahwa semua suara rakyat terwakili dengan baik, termasuk tinjauan terhadap parliamentary threshold yang ada saat ini.

Sebagai penutup, para mahasiswa meminta agar regulasi yang melemahkan akuntabilitas institusi kepolisian dicabut. Mereka menyadari bahwa perubahan yang diinginkan tidak mungkin terjadi tanpa adanya perhatian nyata dari pemerintah dan institusi terkait.

Tags: BakarBandanDemoJalanMakassarMassaMBGTolakTutup

Related Posts

Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah
Travel

Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah

August 20, 2026
Warga Cimahi Pasang Plang ‘Rumah Dijual’ Secara Serentak, Ini Alasannya
Travel

Warga Cimahi Pasang Plang ‘Rumah Dijual’ Secara Serentak, Ini Alasannya

August 13, 2026
Imigrasi Berikan Tindakan Administratif kepada 10911 Warga Negara Asing
Travel

Imigrasi Berikan Tindakan Administratif kepada 10911 Warga Negara Asing

August 13, 2026
Pemilihan KaKanwil Sumut Melalui E-Voting oleh Menkum Supratman
Travel

Pemilihan KaKanwil Sumut Melalui E-Voting oleh Menkum Supratman

August 12, 2026
Hakim PN Cilacap Diberhentikan dan Menerima Pensiun karena Kasus Suap
Travel

Tuntutan Jaksa untuk Eks Pejabat Kemhan Leonardi Dinilai Cacat Hukum

August 12, 2026
Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi
Travel

Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi

August 11, 2026
Next Post
KPK Segel Ruang Kerja Bupati Kuantan Singingi Suhardiman

KPK Segel Ruang Kerja Bupati Kuantan Singingi Suhardiman

POPULAR NEWS

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

July 10, 2026
Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

June 27, 2026
Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Pengadilan Kasus Gibran Memangkas Hukuman Menjadi 6 Tahun Penjara

Pengadilan Kasus Gibran Memangkas Hukuman Menjadi 6 Tahun Penjara

July 19, 2026

EDITOR'S PICK

IHSG Turun Lebih dari 4 Persen, Purbaya Sebut Banyak Rumor Negatif

IHSG Turun Lebih dari 4 Persen, Purbaya Sebut Banyak Rumor Negatif

June 4, 2026
Keluarga Febrie Adriansyah Kunjungi Rutan, KPK Memberikan Penjelasan

Eks Jampidsus Febrie Mengajukan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

August 5, 2026
Anggota BAIS TNI Kreatif Campurkan Cairan Air Keras

Anggota BAIS TNI Kreatif Campurkan Cairan Air Keras

May 13, 2026
Paspampres Siapkan Alutsista dan Anti-Drone untuk HUT Ke-81 Republik Indonesia

Paspampres Siapkan Alutsista dan Anti-Drone untuk HUT Ke-81 Republik Indonesia

August 10, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah
  • KPK Duga Bebizie Terima Uang dari Korporasi Tersangka Korupsi Batu Bara
  • Insiden Ganggu KRL Rute Bogor dan Tangerang Pagi Ini
  • Ongkos Haji 2027 Meningkat, Dana Terkendala di Saudi
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In