Paradise Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan pada kuartal I tahun 2026, dengan pendapatan yang meningkat hingga 14% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka Rp326,90 miliar. Pencapaian ini tentunya tidak terlepas dari segmen-segmen yang berkontribusi signifikan, terutama di bidang komersial yang menunjukkan kinerja sangat mengesankan.
Kinerja yang positif ini semakin menguatkan posisi Paradise Indonesia di pasar yang kompetitif. Seluruh segmen yang ada berkontribusi secara berimbang, namun segmen komersial mencuri perhatian banyak pihak dengan pertumbuhannya yang konsisten.
Pendapatan dari segmen komersial tercatat sebesar Rp157,14 miliar, mengalami kenaikan sebesar 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Keberhasilan ini menandakan bahwa strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar komersial telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan.
Selain pendapatan dari segmen komersial yang menjanjikan, segmen perhotelan juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tercatat, pendapatan dari sektor ini mencapai Rp135,50 miliar, naik 4% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan.
Peran Strategis Segmen Komersial dalam Pertumbuhan Perusahaan
Salah satu faktor penunjang utama dalam pertumbuhan ini adalah ekspansi properti yang dilakukan oleh Paradise Indonesia. Salah satu contoh nyata adalah pengembangan 23 Paskal Shopping Center yang berlokasi di Bandung, yang siap menjadi magnet bagi pengunjung.
Dengan adanya proyek tersebut, kontribusi dari segmen komersial diharapkan semakin meningkat, memberikan arus pendapatan yang berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk memfokuskan diri pada pengembangan aset yang mampu menciptakan nilai tambah panjang.
Sementara itu, pada segmen lainnya, penjualan properti juga mencatatkan hasil yang cukup menggembirakan dengan pendapatan Rp34,26 miliar, meningkat 38%. Peningkatan yang signifikan ini terutama didorong oleh proses penyerahan unit-unit apartemen Antasari Place yang berlangsung pada awal tahun ini.
Adanya penyerahan unit ini tentunya menjadi momentum yang baik bagi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan. Segmen penjualan yang terjaga kinerjanya ini menandakan bahwa permintaan terhadap properti tetap tinggi meskipun dalam kondisi pasar yang fluktuatif.
Transisi Menuju Pendapatan Berulang yang Berkelanjutan
Penting untuk dicatat bahwa pertumbuhan pendapatan yang dicapai oleh Paradise Indonesia tidak hanya bergantung pada penjualan unit. Fokus perusahaan mulai bergeser ke arah pendapatan berulang yang lebih stabil dengan mengandalkan segmen komersial.
Pernyataan Presiden Direktur dan CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan nilai jangka panjang melalui aset berkelanjutan. Ini menunjukkan adanya pergeseran dalam strategi yang lebih mengutamakan kualitas pendapatan dibandingkan sekadar volume penjualan.
Kinerja konsisten dari segmen komersial menjadi fondasi utama dalam arus kas perusahaan. Hal ini berimplikasi positif bagi profitabilitas perusahaan yang mencatatkan laba bersih Rp44,07 miliar, berbalik dari posisi rugi di tahun sebelumnya.
Dengan pencapaian laba tersebut, para investor semakin yakin bahwa fokus perusahaan dalam menciptakan nilai melalui pendapatan berulang akan memberikan imbal hasil yang maksimal. Selain itu, kenaikan EBITDA sebanyak 20% menjadi Rp100,67 miliar semakin memperkuat basis finansial perusahaan dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Rencana Strategis Jangka Panjang untuk Dekade Berikutnya
Paradise Indonesia menargetkan agar kontribusi pendapatan berulang tetap berada di kisaran 70% ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berusaha untuk menjaga arus kas yang stabil, terutama di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Fokus perusahaan pada penguatan portofolio di wilayah strategis dan potensial menjadi langkah yang krusial. Dengan cara ini, Paradise Indonesia berharap dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kuat selama dekade mendatang.
Salah satu proyek yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar adalah 23 Semarang Shopping Center, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pendapatan berulang yang diusung oleh perusahaan.
Selain itu, pengembangan 88 Plaza di Balikpapan juga menjadi fokus signifikan bagi perusahaan. Dengan fase pertama yang sudah dimulai, proyek ini diharapkan mampu menarik minat pasar dan meningkatkan kontribusi pendapatan secara keseluruhan.
Anthony menekankan bahwa semua proyek yang sedang dijalankan akan dilakukan secara terukur. Ini merupakan strategi untuk menjaga stabilitas dan konsistensi dalam pendapatan berulang yang menjadi prioritas utama perusahaan.









