Dalam dunia menembak, seringkali kompetisi menjadi ajang untuk menunjukkan keahlian dan ketangkasan. Baru-baru ini, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal dengan Titiek Soeharto berhasil meraih posisi ketiga dalam ajang kejuaraan menembak yang bertajuk Kapolri Cup Shooting Championship 2026.
Kejuaraan tersebut berlangsung di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso Korbrimob Polri yang terletak di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80, yang merupakan salah satu momen penting dalam sejarah kepolisian Indonesia.
Dalam kompetisi ini, Titiek Soeharto menunjukkan performa yang mengesankan di kategori Presisi 20 Meter Individu (VVIP) dengan mencatatkan nilai 83,01. Prestasinya ini menjadi salah satu sorotan utama dalam acara tersebut.
Perolehan Medali dan Penghargaan pada Kapolri Cup
Pada kejuaraan ini, posisi kedua ditempati oleh Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat. Sementara, podium utama berhasil diraih oleh Pangkormar Letjen Endi Supardi yang mencatatkan total nilai 94,03, sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menyerahkan medali dan piala kepada para pemenang secara langsung. Setelah prosesi tersebut, Sigit berkesempatan berfoto bersama para juara, menandakan suasana kebersamaan dan kegembiraan di antara para peserta.
Dalam kesempatan ini, Sigit menyampaikan bahwa kategori eksekutif dalam kejuaraan tersebut dirancang untuk mempererat hubungan antarlembaga. Dengan mengundang mitra dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk anggota legislatif, momen ini menjadi lebih berharga.
Tujuan dan Manfaat dari Kejuaraan Menembak
Menurut Sigit, ajang Kapolri Cup Shooting Championship ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga sebagai sarana untuk meningkatkan sinergi antar lembaga. Polri menyadari pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara berbagai pihak dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka.
Perlombaan ini juga dibuka untuk personel TNI, Polri, serta masyarakat umum, termasuk atlet menembak profesional. Dalam konteks ini, kejuaraan berfungsi sebagai wadah untuk membangun hubungan baik antara berbagai elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Sigit menekankan pentingnya mengasah kemampuan teknis bagi anggota Polri dalam penggunaan senjata. Latihan yang terukur sangat diperlukan agar setiap personel siap dan mampu menjalankan tugas mereka dengan baik, terutama saat situasi memerlukan penggunaan senjata api.
Persiapan Menuju Kompetisi yang Lebih Tinggi
Sigit berharap agar Kapolri Cup dapat menjadi wahana bagi para atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan di level yang lebih tinggi. Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal bagi para peserta untuk bersiap mengikuti lomba-lomba lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan mengadakan ajang seperti ini, Polri tidak hanya melatih anggotanya, tetapi juga mendorong atlet muda untuk berkembang dan bersaing di arena internasional. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk memperlihatkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer sportivitas dan persaingan yang sehat. Sehingga, dengan pengalaman yang didapat, setiap peserta bisa meningkatkan keterampilan serta kepercayaan diri dalam berkompetisi di masa mendatang.
















