Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan dunia akademik serta menciptakan solusi inovatif untuk tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat.
Baru-baru ini, Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian Lemdiklat Polri, Irjen Susilo Teguh Raharjo, resmi bergabung dengan Universitas Bima Sakapenta (UBISA). Bergabungnya Susilo menandakan komitmen Polri terhadap dunia pendidikan yang lebih baik.
Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, menyatakan bahwa kolaborasi antara Polri dan universitas ini merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik. Ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan pendidikan.
Peran Penting Polisi dalam Dunia Pendidikan Tinggi di Indonesia
Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kehadiran Susilo di UBISA diharapkan dapat membuka peluang baru untuk kolaborasi antara Polri dengan perguruan tinggi. Hal ini akan memperkuat sinergi antara dunia akademis dan praktik kepolisian yang nyata.
Menurut Dedi, dengan adanya pusat studi, pengetahuan dan pengalaman dari lapangan akan bertemu dengan kekuatan akademik. Ini penting untuk menciptakan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri.
Pusat Studi Kepolisian tidak hanya bertujuan untuk memfasilitasi pendidikan, tetapi juga menjadi tempat penelitian yang mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam keamanan publik. Keberadaan pusat tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan metode penegakan hukum berbasis bukti.
Membangun Jaringan Akademik Antar Perguruan Tinggi dan Polri
Sejak dibentuk, Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi di 79 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi sudah beroperasi dengan baik, sementara beberapa lainnya sedang dalam proses penandatanganan kerja sama.
Proses pembentukan ini menunjukkan bahwa Polri berkomitmen untuk membangun jejaring akademik yang kuat dengan institusi pendidikan di seluruh tanah air. Dedi menegaskan bahwa lebih dari sekadar jumlah, keberhasilan pusat studi harus mampu menghasilkan riset yang nyata dan aplikatif.
Dengan munculnya pusat studi ini, diharapkan tercipta ekosistem yang terbuka dan kolaboratif di bidang ilmu kepolisian. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi mitra pendidikan, namun juga menjadi mitra strategis dalam menjawab tantangan yang ada di era digital.
Kepedulian Polri terhadap Pendidikan dan Masa Depan Bangsa
Irjen Susilo Teguh Raharjo menyatakan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan UBISA didorong oleh semangat untuk mendukung perkembangan perguruan tinggi. Dia percaya bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan masa depan bangsa.
Menurut Susilo, keberadaan perguruan tinggi yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang handal serta menciptakan inovasi yang diperlukan. Dia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam membangun sektor pendidikan.
Beliau menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Diperlukan adanya gotong royong antara civitas akademika, pemerintah, serta masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
Rektor UBISA, Agus Supriyadi, juga menyampaikan harapan agar pengalaman dan jejaring akademik yang dimiliki Susilo bisa memberikan energi baru bagi perkembangan universitas. Keberadaan Susilo diharapkan dapat memperkuat langkah UBISA dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.
Agus juga percaya bahwa kehadiran Susilo akan memberikan inspirasi dan dampak positif bagi seluruh civitas akademika di Universitas Bima Sakapenta.
















