Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengedepankan upaya untuk memperbaiki kawasan kumuh secara bertahap dan berkelanjutan. Salah satu proyek yang sedang dijalankan adalah di Kelurahan Menteng, Jakarta, dengan pendekatan gotong royong tanpa bergantung pada APBN.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menginformasikan bahwa saat ini ada dua unit rumah yang sedang direnovasi. Progres renovasi telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026, sehingga menunjukkan potensi kolaborasi yang efektif dalam memperbaiki hunian.
Kementerian PKP berencana untuk mendanai renovasi sekitar 50 rumah sekaligus menata kawasan kumuh di wilayah tersebut tanpa menggunakan anggaran dari pemerintah. Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci, termasuk kerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk penyusunan desain yang lebih baik secara gratis.
“Penting bagi kami untuk memastikan bahwa penataan kawasan ini bukan hanya sekedar perbaikan fisik rumah, tetapi juga lingkungan di sekitarnya. IAI akan mengambil peran dalam mendesain rumah dan kawasan agar hasilnya lebih terorganisir dan layak huni,” tegas Maruarar.
Inisiatif Penataan Kawasan Kumuh Melalui Gotong Royong
Kegiatan penataan kawasan kumuh di Menteng menggunakan metode gotong royong ini menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat. Keterlibatan warga dalam renovasi tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga membangun rasa kepemilikan terhadap lingkungan mereka.
Pihak Kementerian memperlihatkan bahwa dengan memanfaatkan sumber daya lokal, masyarakat dapat berkontribusi secara langsung dalam proyek pembangunan. Hal ini meningkatkan solidaritas sosial serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, kerjasama ini juga melibatkan pihak swasta yang bersedia memberikan dukungan semaksimal mungkin. Pilihan untuk tidak menggunakan dana APBN diharapkan menjadi model bagi inisiatif serupa di wilayah lain di Indonesia.
Dengan merevitalisasi kawasan kumuh, Kementerian PKP berharap dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat. Renovasi yang dilakukan secara terpadu akan mampu memulihkan semangat kebersamaan di antara warga.
Rencana Pengembangan Kawasan Tematik di Menteng
Kementerian PKP dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan rencana untuk menjadikan kawasan Menteng sebagai kawasan tematik. Salah satunya adalah membuat kampung kuliner yang tentunya akan menarik lebih banyak pengunjung serta meningkatkan kualitas lingkungan setempat.
Model pengembangan kawasan tematik diharapkan mampu menggairahkan perekonomian lokal secara signifikan. Dengan adanya destinasi kuliner, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari peningkatan kunjungan wisatawan.
Maruarar menekankan pentingnya dialog dengan masyarakat sebelum menjalankan proyek tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa semua rencana yang ada selaras dengan keinginan dan kebutuhan warga, sehingga implementasinya nanti dapat berjalan dengan baik.
“Kami ingin mendengar pendapat masyarakat terlebih dahulu. Dukungan dan partisipasi mereka sangat penting agar setiap inisiatif dapat berhasil dan berkelanjutan,” lanjut Maruarar.
Peran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dalam Meningkatkan Kualitas Hunian
Pada tahun 2026, Kementerian PKP juga akan menyediakan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 2.000 rumah untuk Provinsi DKI Jakarta. Program ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam upaya meningkatkan kualitas hunian mereka.
Dukungan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan rumah yang layak huni bagi masyarakat di wilayah yang kurang beruntung. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat memperbaiki kondisi rumah mereka menjadi lebih baik.
Bantuan ini tidak hanya terbatas pada renovasi fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial masyarakat. Dengan peningkatan kualitas hunian, diharapkan ada peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Kementerian PKP menunjukkan komitmennya untuk mengatasi masalah perumahan dan permukiman dengan cara yang lebih strategis. Segala upaya yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.













