Film terbaru berjudul Penunggu Rumah: Buto Ijo akan segera hadir di layar lebar Indonesia pada 15 Januari 2026. Karya sutradara Achmad Romie ini menjanjikan sebuah pengalaman menakutkan yang diambil dari legenda rakyat Indonesia yang terkenal.
Dibintangi oleh Gandhi Fernando dan Celine Evangelista, film ini mengadaptasi kisah legendaris Timun Mas dan membawanya ke dalam genre horor modern. Dengan latar belakang konflik keluarga yang kuat, kisah ini menghadirkan sebuah cerita yang memikat para penontonnya.
Plot film berfokus pada Srini, seorang janda dengan satu anak, yang mendapatkan teror dari sosok raksasa saat menjelang ulang tahun putrinya. Dalam keadaan putus asa, ia mencari bantuan dari mantan pacarnya, Ali, yang kini menjadi kreator konten horor sukses.
Cerita Horor Dengan Nuansa Modern dan Keluarga
Film ini dimulai dengan karakter Srini yang diperankan oleh Celine Evangelista, yang terjebak dalam situasi mencekam ketika putrinya yang bernama Tisya mengalami teror dari sosok Buto Ijo. Ali, yang berperan sebagai mantan pacar Srini, ditugaskan untuk menyelamatkan mereka dari ancaman yang datang.
Di sisi lain, Ali menghadapi masalah finansial yang memaksanya menerima tawaran Srini. Dia sebenarnya sedang mengalami penurunan pendapatan dari kanal konten yang dikelolanya, sehingga dia tidak punya pilihan lain kecuali membantu Srini.
Dengan bantuan adiknya, Lana, mereka mempersiapkan alat-alat untuk mendokumentasikan kejadian yang aneh di rumah Srini. Ketegangan mulai meningkat ketika kejadian-kejadian menyeramkan terjadi setelah kedatangan Ali.
Menghadirkan Pengalaman Visual yang Mencekam
Salah satu hal menarik dari Penunggu Rumah: Buto Ijo adalah cara visualisasi yang digunakan untuk menciptakan suasana mencekam. Rumah yang menjadi latar utama film ini dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang teror.
Penggunaan tata cahaya dan desain suara yang intens sangat memperkuat atmosfer ketegangan yang ada, membuat penonton merasa dekat dengan ketakutan yang dialami para karakter. Ini adalah upaya bagi tim kreatif untuk menghadirkan rasa horor yang lebih mendalam.
Gandhi Fernando, yang juga merupakan produser dan penulis naskah, berharap film ini mampu menyentuh emosi penonton dan membekas di ingatan mereka. Perpaduan antara elemen horor dan folklor sangat diharapkan bisa memberikan pengalaman menonton yang berbeda dari film horor lainnya.
Menggali Makna Di Balik Cerita Horor
Film ini tidak hanya menonjolkan aspek menakutkan biasa, melainkan juga menggali makna di balik mitos Buto Ijo. Dalam interpretasi film ini, karakter Buto Ijo bukan sekadar monster, melainkan simbol keserakahan dan konsekuensi pilihan manusia.
Pada waktu yang sama, Penunggu Rumah: Buto Ijo mengeksplorasi hubungan antara karakter yang kuat. Konflik antar anggota keluarga akan memberi penonton tambahan dimensi dalam menikmati jalannya cerita.
Tidak ada jumpscare berlebihan yang ditampilkan dalam film ini. Sebagai gantinya, film lebih menekankan pada pengembangan ketegangan melalui suasana, simbol budaya, dan drama antar karakter.









