• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 22, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Raja Gula Dunia dari RI Alami Kebangkrutan dalam Semalam

Malino SPDI by Malino SPDI
September 6, 2026
in Lifestyle
0
Raja Gula Dunia dari RI Alami Kebangkrutan dalam Semalam
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di Indonesia, ada banyak kisah konglomerasi yang menarik untuk diceritakan, salah satunya adalah Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Perusahaan ini pernah menjadi raksasa industri gula yang berpengaruh di Asia dan memiliki dampak besar pada pasar global.

Oei Tiong Ham, pendiri OTHC, adalah pengusaha Tionghoa yang lahir di Semarang pada tahun 1866. Dia mendirikan OTHC pada tahun 1893 dan dalam waktu relatif singkat, bisnisnya berkembang pesat dengan mendirikan anak perusahaan di berbagai negara, termasuk India dan Singapura.

READ ALSO

Kasus IPO CUAN, OJK Jatuhkan Sanksi kepada 2 Sekuritas dan Direktur Terkait

Serangan Houthi Memanas Harga Minyak Brent Capai USD 110 per barel

Berkat kecerdasan dan kerja kerasnya, Oei Tiong Ham berhasil mengekspor gula dalam jumlah besar, bahkan mengalahkan perusahaan-perusahaan Barat dalam persaingan. Ini menjadi prestasi yang mengesankan bagi seorang pengusaha pada masa itu.

Pertumbuhan Pesat Oei Tiong Ham Concern di Era Kolonial

Dalam perkembangan usahanya, OTHC tidak hanya menguasai pasar gula di Indonesia, tetapi juga mendominasi pasar di Hindia Belanda. Dengan penguasaan 60% pasar gula, OTHC mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin industri gula.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang cukup memadai dan permintaan pasar yang terus meningkat. Kualitas produk gula yang dihasilkan oleh OTHC juga menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian konsumen.

Saat menjalankan bisnisnya, Oei Tiong Ham berhasil mengumpulkan kekayaan yang sangat besar, diperkirakan mencapai 200 juta gulden pada saat itu. Kekayaannya yang melimpah ini menunjukkan suksesnya strategi bisnis yang diterapkannya.

Dampak Perang Dunia II terhadap Oei Tiong Ham Concern

Situasi semakin memburuk selepas Oei Tiong Ham meninggal pada 6 Juli 1942. Pasca kematiannya, perusahaan menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan kejatuhan yang drastis. Persoalan utamanya adalah pengelolaan warisan dan aset perusahaan yang tidak terkoordinasi dengan baik.

Keluarga Oei yang merupakan pewaris perusahaan pun terlibat dalam sengketa hukum dengan pemerintah Belanda. Mereka menuntut pengembalian deposito yang disimpan di De Javasche Bank sebelum Perang Dunia II, berkeinginan agar harta warisan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan lain.

Sayangnya, meski berhasil memenangkan tuntutan, ini justru memicu masalah baru. Pemerintah Indonesia mencoba merampas aset OTHC, yang berujung pada konflik berkepanjangan.

Penyitaan Aset dan Kejatuhan OTHC

Setelah tuntutan hukum tersebut, pengadilan Semarang memanggil pemilik sah Kian Gwan untuk diadili, yang dianggap melanggar peraturan valuta asing. Akibat tidak ada pembelaan dari para pewaris yang tinggal di luar negeri, perusahaan dinyatakan bersalah.

Pada 10 Juli 1961, penyitaan aset dilakukan secara mendadak, termasuk barang-barang yang terkait dengan OTHC. Tidak hanya aset perusahaan yang disita, tetapi juga harta warisan yang dimiliki oleh keluarga Oei.

Keputusan ini mengarah pada pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama PT Rajawali Nusantara Indonesia pada tahun 1964. Proses ini menandai akhir dari dominasi OTHC di industri gula di Indonesia.

Warisan Sejarah Oei Tiong Ham dan Perusahaan yang Hilang

Penyitaan seluruh aset OTHC menandai hilangnya jejak panjang konglomerasi ini setelah beroperasi selama puluhan tahun. Keberhasilan Oei Tiong Ham dalam membangun imperium gula berakhir dengan begitu cepat setelah pemerintah mengambil alih.

Keturunan Oei Tiong Ham menjadi lebih sedikit dibicarakan, dan warisan bisnis mereka perlahan-lahan dilupakan dalam kancah sejarah Indonesia. Banyak orang hanya mengenal nama Oei Tiong Ham sebagai pengusaha sukses yang pernah ada.

Kisah OTHC dan Oei Tiong Ham menjadi pelajaran penting tentang risiko dan tantangan yang dihadapi oleh pengusaha, terutama dalam pengelolaan yang melibatkan aset berharga. Sejarah mereka menunjukkan bagaimana kekuasaan dan kekayaan bisa lenyap dalam sekejap akibat konflik dan keputusan politik.

Tags: AlamidalamDariDuniaGulaKebangkrutanRajaSemalam

Related Posts

Kasus IPO CUAN, OJK Jatuhkan Sanksi kepada 2 Sekuritas dan Direktur Terkait
Lifestyle

Kasus IPO CUAN, OJK Jatuhkan Sanksi kepada 2 Sekuritas dan Direktur Terkait

October 21, 2026
Serangan Houthi Memanas Harga Minyak Brent Capai USD 110 per barel
Lifestyle

Serangan Houthi Memanas Harga Minyak Brent Capai USD 110 per barel

October 21, 2026
OJK Bantah Tindakan Tegasnya Baru Setelah Diancam MSCI
Lifestyle

OJK Bantah Tindakan Tegasnya Baru Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Reformasi Berlanjut, Dasar Kokoh dan Pertumbuhan Fundamental
Lifestyle

Reformasi Berlanjut, Dasar Kokoh dan Pertumbuhan Fundamental

October 20, 2026
Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading Menurut Bos OJK
Lifestyle

Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading Menurut Bos OJK

October 19, 2026
Direktur Beli 1,1 Juta Saham BBRI dengan Harga Rp2.700
Lifestyle

Direktur Beli 1,1 Juta Saham BBRI dengan Harga Rp2.700

October 19, 2026
Next Post
Gol Terlambat Everton Gagalkan Kemenangan Manchester United

Gol Terlambat Everton Gagalkan Kemenangan Manchester United

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Kebakaran Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting Kalteng Seluas 513,89 Hektare

Kebakaran Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting Kalteng Seluas 513,89 Hektare

October 13, 2026
Perkenalan MAESTRO, Lantai Kayu Tahan Api Bersertifikasi Fire Rated A1

Perkenalan MAESTRO, Lantai Kayu Tahan Api Bersertifikasi Fire Rated A1

July 12, 2026
Strategi Sudaryono Tingkatkan MBG dan BGN

Strategi Sudaryono Tingkatkan MBG dan BGN

July 30, 2026
Dua Klub Liga Utama Saingi Untuk Dapatkan Bek Muda Dari Barcelona

Dua Klub Liga Utama Saingi Untuk Dapatkan Bek Muda Dari Barcelona

August 10, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Kecelakaan Kapal Terjadi Berulang Kali
  • Perbedaan dan Kritik Penting Namun Persatuan Harus Dipertahankan
  • Pramono: Pengguna Transportasi Publik di DKI Meningkat 10,8 Persen
  • Wacana Gaji ASN Melalui Koperasi, Menkop Rapat Bersama Suahasil
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In