Yansen, yang dikenal dengan nama Piteng, mengalami teror terhadap dirinya sejak 20 Desember 2025. Kejadian ini dimulai ketika ia dituntut untuk menghapus konten yang berisi kritik mengenai bencana yang terjadi di Sumatera, yang di dalamnya terdapat komentar soal lambannya penanganan dan perlindungan terhadap warga yang terpaksa berjuang untuk bertahan hidup.
Menurut Yansen, kritik yang ia buat bukanlah serangan pribadi, melainkan upaya untuk menyoroti masalah serius mengenai waktu dan cara penanggulangan yang dipandang terlalu lamban. Dia merasa bahwa diskusi tentang isu penting seperti ini seharusnya dipertahankan untuk kepentingan masyarakat.
Setelah teguh pada pendiriannya untuk tidak menghapus konten tersebut, ancaman kepada Yansen semakin intens. SIM card milik ibunya dan adiknya dilaporkan dicuri, yang membuat mereka tidak bisa lagi berkomunikasi secara normal. Pelaku menggunakan nomor-nomor tersebut untuk menghubungi dan mengancam Yansen, bahkan menyebarkan data pribadi keluarganya untuk menakut-nakuti.
Selain itu, adiknya juga menjadi sasaran intimidasi. Di sana, pelaku dengan cerdik menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat gambar palsu dan menyebarkannya ke grup sekolah dan universitas. Ancaman ini semakin memperkuat niat Yansen untuk terus berbicara dan tidak mundur dari pendapatnya.
Sekarang, Yansen telah menyerahkan bukti-bukti berupa nomor telepon dan dokumentasi teror kepada pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut. Meski demikian, ia memastikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.
Masalah Kritis dalam Penanganan Bencana di Sumatera
Yansen berpendapat bahwa penanganan bencana di Sumatera seungguhnya patut mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan instansi terkait. Berbagai langkah yang dianggap tidak transparan dinilai menjadi penyebab lambannya respons terhadap bencana yang terjadi.
Ia merasa bahwa masyarakat perlu tahu dapat mendukung upaya perbaikan yang harus dilakukan secara tepat waktu. Pertanyaan mendasar terkait efektifitas alokasi sumber daya dalam situasi krisis juga harus ditinjau untuk memastikan pengelolaan yang lebih baik di masa depan.
Ada beberapa laporan yang telah menyebutkan bahwa proses penanggulangan bencana seringkali terhambat oleh faktor birokrasi. Hal ini tentunya membuat proses penanganan menjadi jauh lebih rumit, tempuh waktu yang dibutuhkan pun jadi lebih lama.
Dari sisi masyarakat, Yansen menekankan pentingnya untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya berpartisipasi dalam tindakan sosial. Masyarakat sebaiknya tidak hanya menunggu bantuan dari pihak luar, tetapi juga melakukan aksi kolektif yang dapat memberikan efek positif bagi situasi yang dialami.
Pendapatnya bahwa suara kritis harus terus ada sangat relevan, terutama dalam dunia yang semakin terhubung ini. Tiada cara lain bagi masyarakat untuk memengaruhi perubahan kecuali dengan menggunakan media untuk mengekspresikan pendapat mereka.
Dampak Ancaman terhadap Kebebasan Berpendapat
Dampak dari teror yang dialami Yansen bukan hanya bersifat pribadi, tetapi lebih luas lagi, mengancam kebebasan berbicara di masyarakat. Ketakutan akan represif terhadap kritik seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum.
Situasi ini menunjukkan bagaimana kritik yang konstruktif dapat dianggap sebagai ancaman bagi segelintir orang, yang berpotensi menghambat dialog yang sehat di dalam masyarakat. Seharusnya, semua pihak membuka ruang bagi kritik yang membangun demi kemajuan bersama.
Kondisi ini mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berpendapat. Jika isu ini tidak ditangani dengan serius, akan ada dampak jangka panjang terhadap partisipasi publik dan diskusi yang sehat.
Berharap agar kejadian ini menjadi titik refleksi bagi semua pihak terkait agar lebih responsif terhadap suara masyarakat. Penting bagi semua untuk memahami bahwa dialog terbuka adalah fondasi demi terlaksananya perubahan yang positif.
Melalui kesadaran akan bahaya yang mungkin mengancam kebebasan berbicara, diharapkan lebih banyak warga yang berani mengambil posisi dan bersuara untuk perubahan yang signifikan.
Pentingnya Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Isu Sosial
Yansen berharap contoh yang ia alami dapat membuka mata banyak orang untuk lebih peduli terhadap isu-isu sosial di sekitarnya. Menjadi tanggung jawab bersama untuk memperhatikan dan merespons isu yang dapat memengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
Pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyuarakan pendapat tidak bisa dianggap remeh. Dengan menyampaikan pandangan dan kritik, tidak hanya individu yang diuntungkan, tetapi masyarakat luas dapat memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan arah kebijakan.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam diskusi bisa menjadi sarana meningkatkan kesadaran serta edukasi mengenai isu-isu yang ada. Masyarakat yang peka akan kondisi di sekitarnya dapat berkontribusi dalam menciptakan solusi nyata.
Melalui gerakan-gerakan sosial dan pengunaan media sosial yang positif, masyarakat bisa memberikan dorongan kuat bagi perubahan yang diinginkan. Inisiatif ini akan memotivasi orang lain untuk ikut serta dan menambah suara yang memperkuat argumen yang dibawa.
Dengan demikian, diharapkan ke depannya lebih banyak suara kritis muncul, bukan hanya untuk mengkritik, tetapi untuk mengajak orang lain demi menciptakan kondisi yang lebih baik. Dengan semakin banyak partisipasi, tentu saja kualitas dialog sosial akan semakin meningkat dan semakin mendekatkan masyarakat kepada solusi yang berkelanjutan.













