Jenazah Lucky Widja telah dimakamkan dengan penuh khidmat di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 26 Januari 2026. Proses pemakaman tersebut diiringi oleh isak tangis dari keluarga dan sahabat terdekatnya, menunjukkan betapa besarnya kehilangan yang dirasakan oleh orang-orang terkasihnya.
Istrinya, Aleima Sharuna, menjelaskan alasan di balik keputusan keluarga untuk menyatukan makam Lucky dengan mendiang ayahnya. Selain faktor lokasi, keputusan ini juga didasari oleh ikatan batin yang sangat kuat di antara mereka berdua semasa hidup.
Aleima berbagi bahwa pemakaman ini dirasa sangat tepat, karena Lucky sangat mencintai ayahnya. “Ini seperti mereka bertemu kembali,” tuturnya setelah pemakaman berlangsung, menandakan kedekatan emosional yang mendalam dalam keluarga mereka.
Kenangan Indah Bersama Lucky Widja dan Keluarga
Aleima Sharuna mengenang suaminya sebagai sosok yang hangat dan penuh kasih sayang. Ia sangat menyadari betapa besar cinta Lucky kepada keluarga mereka, terutama kepada anak mereka yang masih kecil.
“Dia sangat baik dan peduli kepada kami,” jelas Aleima. Khususnya, cinta Lucky kepada anak mereka tak tergantikan dan menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh keluarga.
Kepergian Lucky, pelantun lagu-lagu populer seperti “Hanyalah Cinta,” jelas menjadi pukulan berat bagi anak semata wayang mereka. Perasaan kehilangan ini sangat dirasakan dan membuat suasana di rumah menjadi sangat berbeda.
Aleima juga menceritakan reaksi anaknya yang berusia muda, yang masih dalam tahap menerima kenyataan pahit ini. “Anak-anak memang gampang menangis, bingung antara mengerti dan tidak mengerti,” katanya dengan nada sedih.
Refleksi Penuh Emosi Mengenai Firasat dan Kehilangan
Terkait dengan firasat sebelum meninggalnya suaminya, Aleima mengaku tidak merasakan tanda-tanda khusus. Ia berpendapat bahwa firasat kematian adalah sesuatu yang biasanya dihindari dan tidak ingin dirasakan oleh siapapun.
Ia mencurahkan isi hatinya, “Semua itu terasa lucu dan sulit dipahami. Siapa yang bisa memprediksi kejadian seperti itu?” ungkap Aleima. Sikapnya yang berusaha menerima kenyataan ini menggambarkan ketabahan dan kekuatan batinnya.
Aktivitas Berkarya hingga Akhir Hayatnya
Meskipun masa-masa akhir hidupnya telah tiba, Aleima memastikan bahwa suaminya tetap aktif berkarya. Lucky masih memiliki sejumlah jadwal manggung yang telah direncanakan, menunjukkan semangatnya yang tak padam dalam berkarya.
Namun, Aleima mengaku tidak terlibat dalam urusan jadwal pekerjaan suaminya. “Rekan-rekannya yang lebih tahu tentang jadwal ini,” imbuhnya, menjelaskan bagaimana pekerjaan Lucky diurus oleh orang lain.
Dia menambahkan, “Saya hanya diberitahu ketika semua siap, seperti dua minggu sebelum manggung,” menandakan bahwa ia menghargai privasi dan ruang suami di dunia musik.
Permohonan Terakhir dari Keluarga
Saat ini, hanya kenangan indah yang tersisa bersama doa dari keluarga yang tertinggal, berharap agar jiwa Lucky Widja diberikan ketenangan. Aleima menyampaikan permohonan maaf terakhir menggantikan suaminya yang tercinta.
“Jika ada kata-kata atau perlakuan yang mungkin menyakiti hati siapa pun, mohon untuk dimaafkan,” ujar Aleima dengan tulus. Permohonan ini mencerminkan kasih sayang yang mendalam dan penyesalan atas hal-hal yang mungkin telah terjadi selama hidupnya.
Sebagai penutup, Aleima berharap agar semua orang bisa mengenang Lucky dengan penuh cinta dan kasih sayang yang mereka miliki semasa hidup. Ini adalah cara mereka untuk merayakan hidup Lucky dan mengingat semua kebaikan yang telah dia berikan.













