Di tahun 2026, Fortune merilis daftar 100 perempuan paling berpengaruh di Asia yang menarik perhatian banyak orang. Pemimpin-pemimpin bisnis ini membuktikan bahwa kehadiran perempuan di dunia usaha semakin signifikan dan menunjukkan dampak yang luas dalam berbagai sektor termasuk properti.
Dari daftar tersebut, banyak nama-nama besar yang telah dikenal dalam industri mereka masing-masing. Beberapa di antaranya memiliki keterkaitan dengan properti, baik secara langsung maupun tidak, sehingga mengundang perhatian dalam konteks potensi pengembangan dan investasi di kawasan Asia.
Daftar perempuan-perempuan berpengaruh ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan tidak mengenal batasan gender. Dalam industri yang didominasi oleh laki-laki, kehadiran perempuan dalam posisi puncak ini menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Pemeringkatan Perempuan Berpengaruh di Asia oleh Fortune pada 2026
Pemeringkatan yang diumumkan pada bulan Oktober tersebut mencakup perempuan dari 14 pasar di kawasan Asia-Pasifik. Fortune melakukan penilaian berdasarkan berbagai kriteria seperti ukuran dan kinerja organisasi, perjalanan karier, serta pengaruh yang dimiliki individu di masyarakat.
Dalam daftar ini, Tan Su Shan, CEO DBS Group, terpilih sebagai pemimpin teratas yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam sektor perbankan. Selain itu, Zhou Qunfei dari Lens Technology menempati posisi ketiga, menggarisbawahi keberhasilan perempuan dalam teknologi.
Studi menunjukkan bahwa sektor teknologi merupakan yang terbanyak diwakili dalam daftar ini, dengan 16 perempuan dalam kategori tersebut. Hal ini mencerminkan tren pertumbuhan seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi di Asia.
Berdasarkan survei menunjukkan bahwa 24 dari 100 peserta adalah pendatang baru yang membawa konsep dan pemikiran segar. Walaupun demikian, 76 nama lainnya juga kembali tampil menguatkan posisi mereka dari tahun sebelumnya.
Charmian Choo, Manajer Senior Asia List di Fortune, menekankan pentingnya perubahan yang terjadi dalam struktur kepemimpinan bisnis di kawasan tersebut. Hal ini menimbulkan dampak positif terhadap cara pandang masyarakat terhadap peran perempuan dalam bisnis.
Perempuan-Peempuan yang Melibatkan Diri dalam Bisnis Properti
Di antara 100 perempuan yang diakui oleh Fortune, beberapa nama yang mencolok dalam konteks bisnis properti adalah Pham Thu Huong, Pansy Ho, dan Daisy Ho. Meski tidak masuk dalam sepuluh besar, mereka tetap memiliki pengaruh yang cukup signifikan di industri ini.
Pemahaman tentang kontribusi mereka di sektor properti memberikan gambaran yang jelas terhadap dinamika yang ada. Keterlibatan mereka memberi sinyal positif tentang perkembangan properti di kawasan Asia, khususnya dalam konteks global yang semakin kompetitif.
Pesatnya perkembangan teknologi dan urbanisasi turut memperkuat posisi mereka di pasar. Mereka menjadi contoh yang baik tentang bagaimana kekuatan perempuan dapat mempengaruhi pengembangan dan investasi properti di berbagai negara.
Dengan latar belakang yang berbeda dan berbagai pengalaman, ketiga perempuan ini menunjukkan bahwa ragam perspektif dapat dihadirkan dalam pengelolaan properti. Dari pengembangan hunian hingga manajemen aset komersial, kehadiran mereka semakin mengukuhkan kondisi assertif bagi perempuan dalam dunia usaha.
Di industri yang tidak terlepas dari tantangan, mereka berhasil menunjukkan potensi nyata dengan pemikiran inovatif yang dapat merevolusi cara pandang masyarakat tentang kepemimpinan wanita.
Pencapaian dan Kontribusi Pham Thu Huong di Vingroup Vietnam
Sebagai Wakil Ketua Vingroup, Pham Thu Huong menduduki peringkat 37 dalam daftar Fortune. Ia terlibat dalam pengembangan Vingroup, yang telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Vietnam dengan ragam usaha yang luas.
Perusahaan ini memulai perjalanan mereka dari industri makanan instan, sebelum berkembang menjadi sebuah konglomerasi yang mencakup banyak sektor, termasuk properti. Keterkaitan Vingroup dengan properti terutama terlihat melalui entitas Vinhomes, yang fokus pada pengembangan real estate di Vietnam.
Model pengembangan kawasan terpadu yang diterapkan memiliki relevansi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, mencakup hunian dan fasilitas komersial yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat. Ini menjadi inovasi strategis yang menawarkan nilai tambah dibandingkan proyek-proyek konvensional lainnya.
Bagi pasar Indonesia, hal ini bisa menjadi acuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan kawasan terpadu. Pham Thu Huong menjadi contoh konkret tentang bagaimana pemimpin perempuan dapat mendorong pertumbuhan dalam konteks nyata dan berkelanjutan.
Walaupun tidak semua proyek properti di Vingroup berada di bawah manajeman langsung Huong, visinya troh mengubah industri patut dicatat. Menciptakan lingkungan yang mendukung bagi developer dan investor menjadi salah satu tujuan utamanya.
Pansy Ho dan Keterlibatannya dalam Shun Tak Holdings
Pansy Ho tercatat dalam peringkat 26 sebagai Ketua dan Direktur Eksekutif MGM China Holdings. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemimpin Shun Tak Holdings yang memiliki jangkauan bisnis di bidang pengembangan properti.
Dikenal dengan portofolio yang luas, Shun Tak mencakup hunian, pengembangan komersial hingga rekreasi di Makau dan Hong Kong. Keterlibatannya membuat Pansy menjadi pusat perhatian dalam diskusi properti di kawasan yang kompetitif ini.
Keberhasilan Pansy Ho dalam memimpin dua perusahaan besar menunjukkan kekuatan sinergis antara sektor pariwisata dan properti. Hal ini menciptakan nilai tambah, dengan perencanaan yang matang dalam menghadapi kebutuhan konsumen di era modern.
Dalam konteks pengembangan properti, penting bagi perusahaan untuk memahami fungsi yang berbeda dari setiap segmen pasar. Pansy berhasil menyeimbangkan berbagai aspek, dari hunian hingga komersial, dalam semua proyek yang dikelola.
Dari inovasi dalam desain hingga perhatian terhadap detail, Pansy Ho merupakan pemimpin yang dapat menjadi panutan bagi banyak perempuan yang bercita-cita untuk berkarir di dunia usaha dan properti.
Daisy Ho dan Kepemimpinannya di SJM Holdings serta Shun Tak Holdings
Menempati peringkat 27 dalam daftar Fortune, Daisy Ho berhak mendapatkan perhatian atas jabatan pentingnya di industri properti. Sebagai Ketua dan Direktur Eksekutif SJM Holdings, ia memiliki pengalaman yang kaya di bidang manajemen dan pengembangan aset.
Daisy juga menjabat sebagai Deputy Managing Director di Shun Tak Holdings, dimana tanggung jawabnya mencakup perencanaan strategis serta aktivitas investasi properti. Dengan peran ini, dia memainkan bagian kunci dalam mengawasi dan merencanakan proyek yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Perannya dalam SJM dan Shun Tak memberi wawasan tentang pentingnya kolaborasi antara dua sektor utama: properti dan hiburan. Keterpaduan bisnis ini memberikan sinyal tentang besarnya potensi dalam industri yang terus berkembang.
Dengan portfolio yang mencakup berbagai jenis aset, Daisy berhasil menunjukkan pola pikir inovatif dalam menghadapi tantangan yang ada. Kemampuannya dalam mengelola aset menjadi inspirasi bagi banyak investor properti, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Melalui kepemimpinan yang visioner, Daisy Ho membuktikan bahwa perempuan tidak hanya memiliki peran penting di bidang manajerial, tetapi juga dalam transformasi industri properti yang adaptif dan progresif.
















