Imlek 2026 menjadi momen yang bersejarah bagi banyak investor di Indonesia. Salah satunya adalah One Global Capital yang berhasil merealisasikan distribusi pengembalian investasi mencapai Rp 1,2 triliun, berasal dari laba proyek pengembangan di Five Dock, Sydney.
Pendiri dan Chairman One Global Capital, Iwan Sunito, menyatakan bahwa pencapaian ini melampaui target awal. Hal ini bukan hanya menunjukkan keberhasilan investasi, tetapi juga memperlihatkan kematangan strategi investasi anak bangsa dalam pasar global.
Perjalanan proyek Five Dock ini dimulai lebih dari dua dekade yang lalu dengan investasi awal sekitar AUD 5 juta. Strategi yang diterapkan bukanlah spekulasi jangka pendek, melainkan berbasis pada aset riil dan pemahaman yang mendalam terhadap siklus kota serta perencanaan kebijakan yang berlaku.
Iwan Sunito menegaskan bahwa filosofi investasi mereka adalah kunci sukses sejak awal. Fokus mereka adalah pada aset nyata serta menghindari hype yang hanya bersifat sementara, dengan tujuan untuk membeli dengan baik, menambah nilai, dan kemudian menjual dengan baik.
Perkembangan Proyek Five Dock dalam Dua Dekade Terakhir
Sejak dimulainya investasi, perkembangan Five Dock mengalami berbagai tahapan. Selama bertahun-tahun, harga lahan tumbuh secara bertahap, memberikan keuntungan yang konsisten bagi para investor.
Pada tahun 2019, proyek ini mengalami titik balik ketika rezoning disetujui oleh otoritas New South Wales. Keputusan ini menjadi faktor utama yang mendorong valuasi proyek melesat tajam.
Dengan rata-rata laba lebih dari AUD 100 juta untuk proyek-proyek di kawasan tersebut, para investor merasakan manfaat jangka panjang investasinya. Investor yang awalnya menanamkan dana sekitar AUD 250.000 kini menikmati distribusi sekitar AUD 2,75 juta.
Strategi Investasi Berbasis Aset Riil
Filosofi investasi One Global Capital berfokus pada pengelolaan aset yang cermat. Mereka mengedepankan pemahaman yang mendalam tentang proyek yang dikelola untuk memaksimalkan nilai investasi.
Strategi buy well, add value, dan sell well menjadi panduan utama mereka dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan pendekatan ini, investor tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial tetapi juga berkontribusi pada perkembangan lingkungan sekitar.
Hasil dari strategi tersebut dapat dilihat dari peningkatan nilai investasi yang signifikan. Satu contoh menarik adalah bagaimana investasi awal yang setara dengan Rp 1,2 miliar kini bernilai hingga Rp 28,9 miliar, menunjukkan kenaikan hampir 24 kali lipat.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Investasi Berhasil
Keberhasilan investasi besar ini tidak hanya berdampak pada investor pribadi, tetapi juga pada ekonomi lokal. Proyek Five Dock menyumbang pada peningkatan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja di sekitarnya.
Iwan Sunito mengungkapkan bahwa dampak positif dari proyek ini meluas lebih besar dari sekadar keuntungan materi. Komunitas sekitar juga merasakan manfaat dari pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.
Proyek seperti Five Dock adalah contoh nyata bagaimana investasi yang baik dapat membawa perubahan signifikan di berbagai aspek, mulai dari ekonomi hingga sosial. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap investasi.
Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan Investasi Indonesia
Momen sukses ini harus menjadi refleksi untuk investor lain di Indonesia. Iwan Sunito berharap keberhasilan One Global Capital bisa menginspirasi anak-anak bangsa lainnya untuk berinvestasi di luar negeri dengan cara yang lebih cerdas dan terencana.
Masa depan investasi Indonesia di pasar global memiliki potensi yang sangat besar asalkan dikelola dengan baik. Melalui pembelajaran dari pengalaman Five Dock, harapannya para investor dapat mengamati dengan seksama setiap aspek sebelum membuat keputusan investasi.
Dengan memanfaatkan wawasan dan strategi yang telah terbukti, diharapkan Indonesia dapat memposisikan dirinya lebih baik di panggung global. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa investasi yang berlandaskan pada kearifan lokal dapat mencapai kesuksesan internasional.













