Wakil Presiden Republik Indonesia Ke-13 Ma’ruf Amin menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza, yang merupakan inisiatif dari Presiden Amerika Serikat, bukanlah sebuah isu jika tetap sejalan dengan komitmen politik luar negeri negara kita. Hal ini diungkapkan Ma’ruf Amin saat ditemui di Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, pada 14 Februari 2026.
Ma’ruf menegaskan bahwa Indonesia memiliki target yang jelas dalam politik luar negeri, terutama terkait kemerdekaan Palestina. Sejak tahun 1955, Indonesia telah mendukung dan memperjuangkan hak-hak Palestina untuk merdeka.
Ia menjelaskan bahwa posisi Indonesia dalam mendukung solusi dua negara telah konsisten sesuai dengan kesepakatan yang ada di forum internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keterlibatan dalam Dewan Perdamaian diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan arah tujuan tersebut.
Pentingnya Komitmen Terhadap Kemerdekaan Palestina
Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional perlu didasarkan pada prinsip-prinsip politik luar negeri yang mengedepankan kemerdekaan Palestina. Dengan demikian, keterlibatan dalam Dewan Perdamaian seharusnya tidak menyimpang dari komitmen tersebut.
Dia menekankan bahwa setiap keputusan untuk terlibat dalam forum internasional harus ditelaah secara mendalam. Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat memastikan bahwa arah dan hasil dari forum tersebut tidak bertentangan dengan tujuan utama dalam mendukung Palestina.
“Kami selalu mendukung prinsip dan hak-hak Palestina,” tegas Ma’ruf. Ia juga menyatakan bahwa forum ini bisa menjadi peluang jika membawa dampak positif bagi kemerdekaan Palestina.
Relevansi Dewan Perdamaian dalam Konteks Global
Dewan Perdamaian, yang diprakarsai oleh Presiden AS, bertujuan untuk menciptakan dialog dan kerjasama antara berbagai pihak. Ini memberikan harapan untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Namun, Ma’ruf mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap kritis dan selektif dalam mengikuti inisiatif tersebut. Keterlibatan Indonesia tidak hanya berdasarkan kepentingan politik saat ini, tetapi juga harus selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan manfaat nyata bagi penyelesaian konflik,” tambahnya. Ma’ruf menyatakan bahwa jalan menuju perdamaian harus mempertimbangkan aspirasi rakyat Palestina sebagai pihak yang terpenting dalam isu ini.
Analisis Mendalam Sebelum Bergabung
Berdasarkan pernyataannya, Ma’ruf menekankan pentingnya analisis mendalam sebelum Indonesia mengambil keputusan untuk bergabung dalam forum internasional. Hal ini melibatkan kajian yang menyeluruh tentang tujuan dan harapan dari keterlibatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa partisipasi dalam Board of Peace haruslah memiliki visi yang terarah. Selain itu, pengaruh yang dihasilkan dari diskusi di forum ini harus dihitung dengan bijak untuk memastikan bahwa hasil akhir tidak mengorbankan prinsip politik luar negeri Indonesia.
“Proses pengambilan keputusan harus transparan dan melibatkan berbagai pihak terkait,” ujarnya. Langkah yang hati-hati dalam berpartisipasi dapat menjamin bahwa setiap tindakan yang diambil sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Palestina.













