Jakarta – Aktris muda berbakat, Shareefa Daanish, kembali memukau publik dengan penampilan terbarunya dalam film “Lift”. Dalam karya yang mengusung genre thriller action tersebut, Shareefa menampilkan sisi kelam dan kejam dari karakter Doris yang dihadapinya, mampu menekankan setiap intonasi saat berbicara sehingga menciptakan suasana mendebarkan.
Setelah trailer film ini dirilis, beragam reaksi pun bermunculan dari para penonton. Banyak yang mengagumi kualitas aktingnya, dan beberapa berpendapat bahwa karakter yang diperankannya seolah mencerminkan kepribadian asli Shareefa, yang menimbulkan asumsi menarik di kalangan penggemar.
Namun, di balik pujian tersebut, Shareefa mengaku terkejut dengan stigma negatif yang muncul dengan cepat. Banyak penonton yang menganggapnya memiliki kepribadian menyeramkan, sebuah kesan yang coba ia bantah dengan pengakuan gaya hidupnya yang normal.
“Waduh kok judging ya. Aku nggak psikopat kok,” kata Shareefa Daanish sambil tertawa saat ditemui di XXI Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, dalam acara peluncuran film tersebut.
Meskipun merasa risih dengan label psikopat yang disematkan kepadanya, Shareefa berusaha menyikapinya dengan bijak. Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, dirinya adalah wanita biasa yang menjalani rutinitas seperti orang kebanyakan.
“Jujur takut banget sih sampai dibilang psikopat gini, aku ya wanita biasa aja,” katanya. Namun, di sisi lain, Shareefa melihat komentar-komentar tersebut sebagai bentuk pengakuan bahwa ia telah sukses menghidupkan karakter Doris yang kejam dalam film ini.
Performa Menarik: Membawa Karakter Doris Hidup
Performa Shareefa sebagai Doris dalam “Lift” memang menarik perhatian banyak kritikus dan penonton. Penggambaran karakter yang kompleks ini membuat penonton merasa terhanyut dalam kisah film. Jelas bahwa Shareefa telah berusaha maksimal untuk menyelami karakter dengan mendalam.
Proses aktingnya tidak hanya melibatkan teknik, tetapi juga memerlukan pemahaman tentang latar belakang karakter. Hal ini menciptakan dimensi tambahan yang membuat karakter Doris menjadi lebih hidup dan dapat dipercaya di layar lebar. Shareefa mengaku bahwa ia banyak melakukan riset untuk memahami sisi kelam dari karakternya.
Berkat dedikasinya, banyak penonton yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aktingnya. Mereka menilai Shareefa mampu bertransformasi menjadi sosok yang berbeda dan jauh dari diri aslinya. Dalam setiap adegan, ia menunjukkan emosi yang kuat dan mendalam yang berhasil membangun ketegangan di dalam film.
Shareefa juga mengungkapkan bahwa kerjasama dengan sutradara dan tim produksi sangat membantu memperkuat karakter yang ia perankan. Pendekatan yang kolaboratif ini menciptakan suasana yang mendukung proses penggarapan film, sehingga semua elemen berkontribusi dengan baik.
Tidak dapat dipungkiri bahwa penampilan Shareefa dalam “Lift” merupakan kebangkitan baru dalam karirnya sebagai aktris. Ia menunjukkan bahwa kemampuan aktingnya tidak bisa dianggap remeh dan siap untuk berkompetisi di industri film yang semakin ketat.
Reaksi Penonton: Antara Pujian dan Stigma Negatif
Reaksi penonton terhadap film dan karakter Doris yang diperankan Shareefa cukup beragam. Sebagian besar penonton menganggapnya sebagai penampilan yang luar biasa, sementara beberapa lainnya mengaitkan karakter tersebut dengan kehidupan nyata aktris. Fenomena ini menimbulkan diskusi hangat di kalangan penggemar.
Banyak penonton memberikan pujian setinggi-tingginya, menyatakan bahwa Shareefa mampu mengeksplorasi sisi gelap dalam dirinya dengan begitu mengesankan. Namun, beberapa lainnya menganggap bahwa aktingnya terlalu nyata, menciptakan stigma yang tidak sehat terhadap dirinya.
Dalam pandangan Shareefa, hal ini adalah bagian dari perjalanan seorang aktris. Ia menganggap komentar-komentar negatif sebagai tantangan yang harus dihadapi dalam dunia perfilman. Melalui proses ini, ia belajar untuk lebih menguatkan mental dan memahami bagaimana cara menghadapi stigma yang muncul.
Ia menyadari bahwa pandangan masyarakat terhadap seorang aktris seringkali dipengaruhi oleh peran yang mereka mainkan. Oleh karena itu, Shareefa merasa penting untuk tetap menciptakan batasan antara karakter yang diperankan dan kehidupan pribadinya.
Di tengah berbagai reaksi tersebut, Shareefa tetap fokus pada karirnya dan berusaha untuk terus berkembang. Ia berkomitmen untuk memberikan penampilan terbaik di setiap proyek film yang ia ambil.
Kekecewaan dan Harapan: Menghadapi Stigma di Dunia Akting
Seiring dengan kesuksesannya, Shareefa Daanish merasakan kekecewaan ketika stigma negatif muncul di tengah popularitasnya. Ia berharap agar masyarakat lebih memahami bahwa keterampilan akting tidak sama dengan kepribadian nyata seorang aktor. Meningkatnya pemahaman tentang ini akan membantu meruntuhkan stigma tersebut.
Beliau berpendapat bahwa dunia perfilman merupakan seni yang memungkinkan seseorang untuk menceritakan berbagai cerita, termasuk yang gelap sekalipun. Dalam konteks inilah, aktris dan aktor harus dianggap sebagai pelaku seni yang menjelajahi berbagai karakter.
Melalui pengalamannya, Shareefa mengajak rekan-rekan seprofesinya untuk bersama-sama mendobrak stigma negatif yang kadang muncul. Dengan saling mendukung, mereka dapat membangun citra positif dalam industri yang mereka geluti.
Di sisi lain, Shareefa juga menekankan pentingnya pendidikan tentang dunia perfilman bagi penonton. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan kesenjangan antara karakter dan aktor dapat diperpendek, sehingga stigma pun bisa berkurang.
Di akhir wawancara, Shareefa menyimpulkan bahwa ia akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam karirnya. Ia siap menghadapi berbagai tantangan dan stigma, sambil tetap berpegang pada prinsip untuk menjadi diri sendiri.













