Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari. Keputusan ini diambil setelah melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi dua desa yang terendam di Kecamatan Trumon Tengah.
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyatakan bahwa penetapan status ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan bencana. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat lebih responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.
Menurut laporan yang diterima, sejumlah 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya terpaksa mengungsi akibat situasi yang memburuk. Ketinggian air yang merendam kedua desa tersebut berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Proses Penetapan Status Tanggap Darurat yang Cepat
Pemkab Aceh Selatan tidak hanya mengandalkan laporan resmi, tetapi juga melakukan peninjauan langsung di berbagai titik banjir. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan dan mengambil langkah yang tepat.
Pemerintah daerah juga mengingatkan warga untuk tetap tenang dan tidak panik. Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di saat-saat krisis.
Langkah-langkah Penanganan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dari pengamatan yang dilakukan, terlihat adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem penanganan bencana di daerah tersebut. Bupati memohon kepada masyarakat agar tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan yang dapat memperburuk situasi.
“Kami sedang dalam proses menyalurkan bantuan bagi mereka yang terdampak,” kata Mirwan. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban warga dan membuat mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah.
Pemerintah daerah juga telah membangun dapur umum di tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Dengan langkah ini, diharapkan para pengungsi tetap bisa mendapat makanan bergizi.
Bantuan bagi Warga Terdampak dan Keterlibatan Masyarakat
Sejumlah bantuan telah disiapkan untuk para korban banjir. Bantuan tersebut mencakup makanan, air bersih, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini disalurkan langsung oleh Bupati di posko pengungsian.
Bantuan yang diberikan meliputi beras, minyak goreng, air mineral, hingga pakaian anak-anak. Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk membantu warganya di saat-saat tersulit.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyatakan harapannya agar bantuan ini bisa menjangkau seluruh warga yang membutuhkan. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi bencana.
Harapan untuk Perbaikan Infrastruktur Jangka Panjang
Warga berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, terutama tanggul yang roboh akibat banjir. Tanggul Sungai Lae Soeraya yang roboh menjadi penyebab utama terjadinya banjir di kawasan tersebut.
Menurut keterangan dari Kepala Desa, Rasi Riadi, pemulihan infrastruktur sangat krusial untuk mencegah banjir susulan. “Kami meminta agar tanggul sepanjang 210 meter ini segera diperbaiki,” ungkapnya.
Pembangunan kembali tanggul yang kokoh diharapkan bisa melindungi pemukiman dari ancaman banjir di masa depan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga.
















