Schneider Electric, sebagai perusahaan global terkemuka dalam solusi manajemen energi dan otomatisasi, terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan. Di tahun 2030, perusahaan ini telah merancang roadmap strategis yang berfokus pada teknologi energi, efisiensi operasional, dan transformasi dalam rantai pasok untuk mencapai tujuan tersebut.
Salah satu pencapaian penting yang ditorehkan adalah penurunan emisi karbon operasional Scope 1 dan 2 sebesar 83% dibandingkan dengan tahun 2017. Dalam laporan kinerja terkini, perusahaan mencatat skor Impact 4,04 dari target tahunan 4,20, sebuah langkah menuju visi ambisius untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Program-program yang diterapkan tidak hanya berfokus pada efisiensi internal, tetapi juga melibatkan pemasok dan pelanggan. Melalui berbagai inisiatif dan program, Schneider Electric berharap dapat menjangkau penghematan energi yang lebih besar di seluruh rantai nilainya.
Strategi Keberlanjutan Jangka Panjang yang Mendalam
Roadmap Impact 2030 terdiri dari beberapa pilar utama, termasuk elektrifikasi dunia dan transformasi dalam industri. Dengan pengembangan solusi elektrifikasi serta inovasi digital, Schneider Electric berupaya meningkatkan efisiensi energi yang digunakan pelanggan. Inisiatif ini berdampak signifikan terhadap konsumsi energi di sektor industri dan infrastruktur.
Menerapkan teknologi canggih dalam pengelolaan energi dan otomatisasi, perusahaan ini membantu memaksimalkan penggunaan energi dan mengurangi limbah. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan otomatisasi, Schneider Electric juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada sumber energi fossile.
Dalam upaya untuk memberikan dampak positif yang lebih luas terhadap lingkungan, Schneider Electric mendorong pelanggannya untuk berpartisipasi dalam transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Pembelanjaan terhadap teknologi baru menjadi lebih penting dalam konteks keberlanjutan dan efisiensi energi.
Peningkatan Kualitas Rantai Pasok Melalui Dekarbonisasi
Proses dekarbonisasi tidak hanya berfokus pada operasi internal, tetapi juga pada pemasok. Melalui program “The Zero Carbon Pathway,” perusahaan ini bekerja sama dengan pemasok untuk mengukur dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dalam proses produksi. Ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan rantai pasok yang lebih hijau.
Hasil dari program ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan jumlah pemasok yang berpartisipasi meningkat dari 15 menjadi 135 dalam waktu singkat. Target ke depan adalah menjangkau 1.500 pemasok pada tahun 2030, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemitraan yang berkelanjutan.
Pemasok yang terlibat dalam program ini diwajibkan untuk melakukan pengukuran emisi dan menetapkan target pengurangan, memberikan mereka alat untuk mengevaluasi dan memperbaiki praktik mereka. Dukungan tambahan berupa teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) akan memfasilitasi proses ini lebih lanjut.
Pemberdayaan SDM dan Komunitas Lokal untuk Masa Depan Berkelanjutan
Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama dalam perjalanan keberlanjutan Schneider Electric. Perusahaan menawarkan pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas karyawan dalam bidang elektrifikasi dan keberlanjutan. Program pelatihan ini telah menjangkau lebih dari 142.000 karyawan pada tahun lalu.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Schneider Electric telah berhasil memberikan akses kepada lebih dari 69 juta orang terhadap listrik berkelanjutan sejak 2009. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya peduli terhadap efisiensi dan teknologi, tetapi juga terhadap kesejahteraan komunitas.
Leverage terhadap jaringan globalnya memungkinkan perusahaan ini untuk membantu lebih banyak anak muda mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan. Targetnya adalah melatih tiga juta anak muda pada tahun 2030, memperkuat fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
















