Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, baru-baru ini menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam upaya mengentas kemiskinan. Menurutnya, program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang kerja di masyarakat.
Dalam sebuah acara di Kota Probolinggo, Nanik menjelaskan bagaimana program ini secara langsung memberi pekerjaan kepada warga setempat. Proses pengadaan dan distribusi bahan makanan juga berdampak positif pada sektor ekonomi lokal.
Keberadaan MBG diharapkan menjadi solusi bagi masalah sosial, terutama dalam memberantas kemiskinan. Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi, program ini berkontribusi pada kesehatan masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi.
Peran Program Makan Bergizi Gratis dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis berfungsi sebagai jalur yang efektif untuk mengurangi angka kemiskinan di kota-kota kecil. Nanik menyebutkan bahwa setiap dapur MBG bertugas untuk mempekerjakan warga lokal sebagai relawan, yang konkret dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Setiap dapur diwajibkan untuk merekrut setidaknya 47 relawan yang akan terlibat dalam berbagai aspek proses penyediaan makanan. Tugas-tugas ini meliputi mencuci sayuran, mempersiapkan bahan makanan, hingga mengantarkan makanan ke sekolah-sekolah yang menjadi penerima.
Keberadaan relawan tidak hanya membantu dalam penyediaan makanan, tetapi juga mendorong rasa memiliki terhadap program ini. Dengan demikian, masyarakat merasa menjadi bagian dari solusi yang lebih besar dalam menyelesaikan masalah gizi dan ekonomi.
Kontribusi MBG terhadap Peningkatan Kualitas Gizi Anak-anak
MBG tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang kesehatan, terutama bagi anak-anak. Program ini berusaha menyediakan gizi yang cukup bagi peserta didik di sekolah, yang mana kualitas pendidikan tidak terlepas dari kondisi gizi siswa.
Nanik menjelaskan bahwa anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi akan memiliki konsentrasi lebih baik di sekolah. Ini sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya masalah kesehatan jangka panjang akibat kekurangan gizi.
Dengan penyediaan makanan bergizi, diharapkan prestasi belajar anak-anak meningkat, yang berdampak positif bagi masa depan mereka. Langkah ini merupakan investasi yang penting bagi generasi berikutnya.
Peluang Kerja dari Sektor Pertanian dan Produksi Lokal
Program MBG juga menciptakan peluang kerja lainnya melalui kebutuhan bahan baku yang signifikan. Nanik menekankan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) membutuhkan bahan makanan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan program.
Contohnya, untuk mencukupi kebutuhan gizi, satu SPPG dapat memerlukan 2 hingga 3 kwintal buah setiap minggunya. Hal ini membuka peluang bagi petani lokal untuk berkontribusi dan mendapatkan penghasilan dari penjualan hasil pertanian mereka.
Dengan meningkatnya permintaan akan bahan baku, petani juga didorong untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Ini akan membantu menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara penyedia makanan dan pengelola program.













