Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses pemulihan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana berjalan dengan baik dan sesuai rencana.
Pembangunan Huntara telah dimulai pada tanggal 24 Desember 2025 dan menunjukkan kemajuan yang signifikan hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. Sebanyak 600 unit hunian direncanakan akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada tanggal 8 Januari 2026, sebelum disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Langkah lanjutan dari pembangunan ini mencakup target 15.000 unit dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Dengan demikian, hunian layak sementara dapat segera terpenuhi bagi keluarga yang terdampak secara langsung oleh bencana alam tersebut.
Pembangunan Huntara Sesuai Standar Kelayakan Hunian Darurat
Rumah Hunian Danantara dibangun dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting untuk kelayakan hunian darurat. Struktur yang aman, akses air bersih, serta sanitasi yang memadai merupakan prasyarat utama yang diterapkan dalam pembangunan ini.
Selain infrastruktur dasar, pembangunan Huntara juga dilengkapi dengan listrik dan layanan kesehatan. Fasilitas ini ditujukan agar warga dapat kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari dalam lingkungan yang lebih baik.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pembangunan ini dengan harapan agar masyarakat dapat merasakan damai dan aman. “Huntara ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sarana untuk mendukung pemulihan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Kerja Sama dan Sinergi dalam Pembangunan Huntara
Selama proses pembangunan, berbagai pihak berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan Tower Rumah Hunian Danantara. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, juga menekankan pentingnya sinergi lintas pihak untuk kelancaran proyek ini.
Rosan menyatakan bahwa pencapaian hingga awal tahun ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak, terutama BUMN yang berperan aktif dalam pelaksanaan di lapangan. “Kami memiliki target yang jelas sejak awal, dan kami berkomitmen untuk memenuhi semua tuntutan itu,” tambahnya.
Keberhasilan pembangunan ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta dapat menghasilkan hasil yang signifikan dengan cepat dan efisien. “Kami berusaha keras untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan hunian yang layak dengan cepat,” jelas Rosan lebih lanjut.
Fasilitas Umum dan Dukungan Sosial di Huntara
Pembangunan Huntara juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat yang akan tinggal di sana. Fasilitas umum seperti klinik kesehatan dan taman bermain direncanakan akan tersedia untuk mendukung aktivitas sehari-hari warga.
Akses ke internet merupakan perhatian tambahan dalam pembangunan ini, menyediakan kemudahan komunikasi bagi warga yang baru saja mengalami trauma akibat bencana. Ini menunjukkan bahwa keberlanjutan sosial menjadi salah satu prioritas utama dalam perencanaan Huntara.
Dukungan dalam bentuk listrik tanpa biaya untuk masyarakat merupakan salah satu langkah positif untuk meringankan beban mereka. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mendukung pemulihan psikologis warga.













