Melalui program ACCES, para pengusaha menengah akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kelayakan usaha agar menjadi lebih bankable. Selain itu, ACCES juga memperkuat intermediasi usaha menengah ke berbagai lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, melalui proses profiling usaha, edukasi, pendampingan, serta business matching pembiayaan yang terstruktur.
Nantinya, para pengusaha dapat mengakses berbagai skema pembiayaan inovatif baik melalui perbankan, fintech lending, securities crowdfunding, maupun pasar modal dengan nilai pembiayaan hingga Rp20 miliar, melalui pendaftaran di accescapital.id.
Bagus menambahkan, untuk memastikan keberhasilan program ini, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga keuangan bank dan nonbank, mitra konsultan, asosiasi dan komunitas UMKM, serta jejaring pengusaha di berbagai sektor.
“Program ACCES bukan hanya tentang akses modal, tetapi tentang membangun ekosistem kolaboratif yang mendorong usaha menengah menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” ungkap Bagus.
(*)
Pentingnya Pendampingan dalam Meningkatkan Kelayakan Usaha
Pendampingan bagi pengusaha menengah menjadi kunci untuk meningkatkan kelayakan usaha mereka di mata lembaga keuangan. Dengan bimbingan yang tepat, pengusaha dapat memahami dan memenuhi syarat yang diperlukan untuk mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan.
Selain itu, pendampingan juga membantu pengusaha dalam merencanakan dan mengelola keuangan usaha mereka. Aktivitas ini berpotensi mengurangi risiko gagal bayar yang sering kali menjadi hambatan utama bagi pengusaha dalam mengakses modal.
Melalui program ACCES, pengusaha tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teori, tetapi juga praktik langsung. Hal ini memastikan mereka dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara efektif dalam operasional sehari-hari usaha mereka.
Kerja Sama Lintas Sektor untuk Memperkuat Ekosistem Kewirausahaan
Keberhasilan program ACCES sangat bergantung pada sinergi antara berbagai pihak yang terlibat. Kementerian UMKM menggandeng bank dan lembaga nonbank untuk menciptakan jalur pembiayaan yang lebih beragam bagi pengusaha.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta model pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan usaha. Hal ini penting agar pengusaha dapat memiliki opsi untuk memilih skema pendanaan yang paling sesuai dengan keadaan mereka.
Selain itu, peran komunitas dan asosiasi UMKM juga sangat vital. Mereka dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan pengusaha dalam menyampaikan informasi dan kebutuhan di lapangan, sehingga program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran.
Inovasi Pembiayaan untuk Mendorong Pertumbuhan Usaha
Inovasi dalam pembiayaan merupakan salah satu fokus utama dari program ACCES. Dengan memanfaatkan teknologi keuangan, akses terhadap sumber pembiayaan menjadi lebih mudah bagi pengusaha menengah.
Melalui skema fintech lending dan crowdfunding, pengusaha memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan dana. Hal ini tentunya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.
Dukungan dari pasar modal juga membuka peluang baru bagi pengusaha untuk menjangkau investor yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, pengusaha diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar yang sangat dinamis.













