Panggung musik selalu menjadi tempat yang magis, menghubungkan kenangan dan emosi mendalam bagi para penontonnya. Acara “The 90’s Intimate” yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada tanggal 7 Februari 2026, berhasil menghadirkan momen tersebut dengan sangat baik.
Kåre Wanscher, drummer dari Michael Learns to Rock (MLTR), membuka malam itu dengan pertanyaan yang menggugah selera nostalgia penonton, menandakan bahwa malam itu akan dipenuhi dengan lagu-lagu hits yang menggugah kenangan masa lalu. Ribuan penonton bersorak menyambut himbauan untuk kembali merasakan pengalaman musik yang legendaris.
Acara ini diselenggarakan oleh promotor Akselerasi Entertainment, mengusung konsep unik dengan menampilkan tiga legenda musik dalam satu pentas. Selain MLTR, dua musisi besar yang mengisi acara adalah Jim Brickman dan Peabo Bryson, menciptakan nuansa nostalgis yang sangat kental.
Jim Brickman Memulai Dengan Aksi yang Menghibur dan Menggugah Hati
Jim Brickman mengawali penampilan dengan pesonanya yang tak lekang oleh waktu, mengenakan jas berwarna pink yang mencolok. Saat sang pianis memulai dengan lagu “Rainbow Connection”, suasana di dalam Istora Senayan terasa mulai bergetar, mengajak penonton bernostalgia dengan musik yang lembut dan menenangkan.
Di sela penampilannya, Brickman berkolaborasi dengan Rita Effenndy untuk membawakan lagu-lagu hits seperti “The Gift” dan “Valentine”. Momen ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang keakraban ketika ribuan pengunjung ikut melantunkan lirik-lirik lagu cinta yang tak lekang oleh waktu.
Dengan lirik yang menyentuh hati dan melodi yang indah, penonton merasakan momen yang intim dan romantis. Brickman menutup penampilannya dengan ucapan terima kasih kepada Jakarta, mengundang tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang terbius oleh suasana malam itu.
Peabo Bryson Hadirkan Malam Romantis hingga Nasihat Hidup
Setelah penampilan Jim Brickman, giliran Peabo Bryson yang siap memukau penonton. Dikenal dengan vokalnya yang soulful, Bryson menambah dimensi baru dalam acara malam itu meskipun usia ke 74 tahunnya tidak mengurangi semangatnya untuk tampil.
Peabo membawakan lagu-lagu hitsnya dengan penuh penghayatan, seperti “I Wish You Love” dan “Show & Tell”, yang mengundang kerinduan dari penonton. Meski harus beristirahat sejenak saat menyanyikan, semangatnya untuk memberikan penampilan terbaik tetap terlihat.
Kolaborasi Bryson dengan Vina Panduwinata dalam “Tonight I Celebrate My Love for You” adalah salah satu momen yang paling dinanti. Penonton pun meluapkan rasa bahagianya dengan seruan penuh semangat ketika Bryson turun dari panggung untuk bersalaman dengan penonton dekat barikade.
Menyelami Kenangan Melalui Lagu-Lagu Ikonis
Setiap lagu yang dinyanyikan oleh kedua musisi tersebut adalah sebuah portal ke masa lalu, membangkitkan kenangan yang mungkin telah lama terlupakan. Dalam momen-momen tersebut, penonton tidak hanya menyaksikan penampilan, tetapi ikut merasakan emosi yang ditampilkan dengan brilian.
Baik Brickman maupun Bryson menampilkan keahlian mereka yang luar biasa, menciptakan nuansa yang magis di atas panggung. Penampilan mereka tidak sekadar pertunjukan, melainkan sebuah perjalanan yang membawa penonton menjelajahi cerita-cerita cinta dan kerinduan yang terukir dalam lagu-lagu hits mereka.
Pada akhirnya, malam nostalgia ini membuktikan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai usia. Baik lagu-lagu yang dibawakan dengan penuh penghayatan dapat membuat penonton merasakan getaran yang sama, dengan angan-angan yang dibawa kembali ke masa-masa indah.











