Setelah pemakaman Lucky Widja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, keluarganya berbagi cerita mengenai perjuangannya melawan penyakit. Istrinya, Aleima Sharuna, mengungkapkan betapa sulitnya masa-masa terakhir saat merawat suaminya yang menderita penyakit serius pada ginjalnya.
Menjelang akhir hidupnya, kondisi Lucky semakin memburuk. Aleima menjelaskan bahwa suaminya menderita TBC yang berdampak pada fungsi ginjalnya, bukan paru-paru seperti yang banyak dialami orang lain. Penyakit ini mengubah kehidupan mereka secara drastis.
Ia menambahkan, “Lucky menderita TB Ginjal yang merusak organ vitalnya, sehingga dia harus menjalani cuci darah dua kali seminggu.” Ini adalah suatu bentuk perjuangan yang tidak mudah, baik bagi Lucky maupun keluarganya.
Perjuangan Lucky melawan penyakit ini sudah berlangsung cukup lama. Menurut Aleima, almarhum telah menghadapi situasi ini selama lebih dari setahun, menjalani beragam perawatan di rumah sakit dengan harapan untuk sembuh.
“Selama setahun terakhir, kami bolak-balik rumah sakit,” imbuhnya. Waktu yang dihabiskan di rumah sakit menjadi kenangan pahit bagi mereka.
Menggali Lebih Dalam tentang Penyakit TBC Ginjal dan Dampaknya
TBC ginjal adalah bentuk tuberkulosis yang menyerang ginjal, sebuah kondisi yang tidak banyak diketahui orang. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada organ ginjal dan berpotensi mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Tanda-tanda awal TBC ginjal bisa saja tidak terlihat, sehingga sering kali terlambat terdiagnosis. Gejala seperti kelelahan, nyeri punggung, dan penurunan berat badan bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami masalah serius.
Salah satu tantangan terberat dalam pengobatan TBC ginjal adalah membutuhkan terapi yang panjang dan melelahkan. Proses cuci darah yang dijalani Lucky dua kali seminggu adalah salah satu metode untuk mengatasi kerusakan ginjal yang diakibatkannya.
Prosedur medis ini tentunya menuntut waktu dan keterlibatan emosional yang mendalam bagi mereka yang terpaksa menjalaninya. Aleima sering merasa cemas melihat kondisi suaminya yang tidak kunjung membaik, seiring berjalannya waktu.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, TBC ginjal dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, bahkan mengancam nyawa. Oleh sebab itu, kesadaran dan pemahaman mengenai penyakit ini sangatlah penting bagi masyarakat.
Pentingnya Dukungan Keluarga dan Teman dalam Proses Penyembuhan
Dalam situasi sulit seperti ini, peran keluarga dan teman sangatlah krusial. Aleima menjelaskan bagaimana dukungan dari orang terdekatnya membantu mereka melewati masa-masa sulit itu. Kehadiran orang-orang tercinta memberikan semangat dan harapan, meski dalam keadaan putus asa.
Sang istri sering kali berusaha untuk memperkuat mental suaminya di tengah berbagai kesulitan. “Kami berusaha menjaga semangat satu sama lain agar tetap positif selama masa pengobatan,” ucapnya. Ini merupakan salah satu cara mereka untuk tetap sabar dan tegar.
Dukungan emosional sangat penting dalam menghadapi penyakit seperti TBC ginjal. Rasa takut dan kekhawatiran selalu menghantui, dan menghadapi semua itu akan jauh lebih mudah dengan kehadiran orang-orang yang kita cintai.
Selain dukungan mental, bantuan praktis juga sering diperlukan, seperti pengantaran ke rumah sakit atau menjalani perawatan. Keluarga yang bersatu dapat memberikan rasa aman dan perlindungan bagi pasien.
Kekuatan kolektif dari keluarga dan teman dapat menjadi faktor penentu dalam proses penyembuhan. Setiap momen kebersamaan, meskipun dalam kondisi sulit, akan menjadi kenangan berharga yang tidak akan terlupakan.
Pentingnya Kesadaran dan Pencegahan Terhadap Penyakit TBC
TBC adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Kesadaran masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahannya sangat perlu ditingkatkan. Dalam banyak kasus, TBC dapat dicegah dengan tindakan yang tepat.
Upaya pencegahan, seperti vaksinasi BCG dan pemeriksaan rutin, dapat membantu mengurangi risiko penularan. Pengetahuan yang baik tentang gejala-gejala dini dapat membantu dalam diagnosa yang cepat dan penanganan yang lebih efisien.
Pemerintah dan lembaga kesehatan memainkan peran penting dalam program edukasi mengenai TBC. Kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat harus digencarkan agar orang-orang lebih mengetahui pentingnya memeriksakan diri ketika merasakan gejala yang mencurigakan.
Penyebaran informasi yang akurat dan mudah diakses dapat menjadikan masyarakat lebih siap menghadapi ancaman penyakit ini. Pengertian yang baik tentang penyakit dan cara pencegahannya bisa menyelamatkan banyak jiwa.
Melalui pemahaman dan tindakan yang benar, diharapkan jumlah penderita TBC, termasuk TBC ginjal, dapat ditekan. Pertolongan medis yang cepat dan pemahaman yang luas diharapkan menjadi kunci untuk mencegah banyak kasus serupa di masa mendatang.













