Paramount Land telah resmi memulai pembangunan Hudson Square di Gading Serpong, menandai langkah signifikan dalam pengembangan kawasan komersial modern. Proyek ini akan menjadi pusat gaya hidup dan olahraga yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat urban yang terus berkembang.
Kawasan yang dibangun di atas lahan seluas 2,75 hektare ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai elemen, mulai dari pusat perbelanjaan, klub olahraga, hingga area hiburan, sehingga menciptakan satu destinasi multifungsi. Pengembangan ini diharapkan dapat menarik pengunjung tidak hanya dari Gading Serpong, tetapi juga dari seluruh Jabodetabek.
Dengan konsep yang menarik dan fasilitas lengkap, Hudson Square bertujuan untuk menyuguhkan pengalaman unik yang belum pernah ada sebelumnya. Hal ini sejalan dengan visi pengembang untuk menciptakan ruang sosial yang menyenangkan bagi masyarakat.
Kepala proyek Hudson Square mengatakan bahwa pemilihan lokasi yang strategis dan desain yang inovatif menjadi kunci sukses pengembangan ini. Pusat gaya hidup ini tidak hanya akan diisi oleh tenant-tenant ternama, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang memadai untuk berbagai kalangan masyarakat.
Pemilihan Lokasi yang Strategis dan Desain yang Menarik
Hudson Square berlokasi di kawasan Manhattan District, sebuah area yang dirancang untuk memudahkan akses bagi pengunjung. Menurut para ahli, keberadaan infrastruktur yang lengkap di Gading Serpong menjadi nilai tambah bagi pengembangan ini.
Dengan desain yang terinspirasi oleh gaya klasik Amerika, Hudson Square akan menawarkan atmosfir yang berbeda. Setiap sudut dirancang menonjolkan estetika yang modern, namun tetap mempertahankan kesan elegan.
Penambahan elemen arsitektur seperti ‘Jembatan Manhattan’ yang terinspirasi oleh Brooklyn Bridge menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman pengunjung. Hal ini diharapkan dapat menciptakan momen berharga bagi masyarakat yang berkunjung ke pusat tersebut.
Selain itu, Hudson Square akan memanfaatkan pencahayaan alami dan ruang terbuka untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Ini sejalan dengan tren global yang mengedepankan desain ramah lingkungan dan keterhubungan dengan alam.
Fasilitas Lengkap untuk Gaya Hidup Modern
Salah satu daya tarik utama dari Hudson Square adalah keberadaan lebih dari 100 tenant yang akan menghuni pusat perbelanjaan ini. Tenant-tenant ini meliputi berbagai kategori, seperti makanan dan minuman, fashion, serta hiburan, sehingga memberikan pilihan lengkap bagi pengunjung.
Fasilitas parkir yang disediakan juga cukup memadai, dengan kapasitas untuk 10.000 kendaraan. Ini menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin berbelanja atau bersantai tanpa khawatir kesulitan menemukan tempat parkir.
Di samping itu, pusat olahraga INI Society Club juga menjadi bagian dari projek ini, menawarkan berbagai fasilitas untuk mendukung gaya hidup sehat. Fasilitas ini akan mencakup ruang bersosialisasi, restoran tematik, dan area untuk berbagai kegiatan olahraga.
Ruang sosial yang dirancang di Hudson Square akan menciptakan atmosfer hangat, memungkinkan masyarakat untuk berkumpul dan bersantai. Dengan konsep yang terpadu, pengunjung dapat menikmati pengalaman berbeda di satu lokasi.
Dampak Positif Terhadap Ekosistem Bisnis Lokal
Diharapkan, kehadiran Hudson Square akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem bisnis di sekitar. Proyek ini bukan hanya memperkuat posisi Gading Serpong sebagai destinasi belanja, tetapi juga mendorong peningkatan nilai properti di kawasan tersebut.
Dengan berdirinya Hudson Square, para pengembang berharap akan ada pertumbuhan minat dari investor dan pelaku bisnis untuk berpartisipasi. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan kawasan yang berkelanjutan dan produktif.
Proyek ini juga menjadi wujud komitmen jangka panjang untuk mengembangkan kawasan Manhattan District yang terintegrasi. Dengan keberadaan berbagai fasilitas, pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah untuk masyarakat dan kawasan sekitar.
Menurut pengembang, keberhasilan Hudson Square dapat mendorong kenaikan harga properti komersial di wilayah ini hingga 8–10% pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Tangerang Raya.













