Pada tanggal 8 Januari 2026, emiten yang bergerak di sektor properti, RISE, berhasil menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara elektronik. Dalam pertemuan ini, perusahaan mengumumkan keputusan penting terkait peningkatan modal dasar dan pembagian saham bonus kepada para pemegang saham.
RUPSLB ini menjadi momen strategis bagi RISE, mengingat rencana peningkatan modal dasar Perseroan mencapai Rp3 triliun. Langkah ini dianggap sebagai upaya memperkuat struktur permodalan perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis di masa yang akan datang.
Pemegang saham menyetujui dua agenda utama dalam rapat tersebut, yakni peningkatan modal dasar dan rencana pembagian saham bonus. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi serta memberikan keuntungan bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
Pentingnya Peningkatan Modal Dasar untuk RISE
Peningkatan modal dasar RISE menjadi Rp3 triliun terbagi menjadi 30 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Kebijakan ini juga mencakup perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan dengan struktur permodalan yang baru.
Keputusan ini merupakan respons perusahaan terhadap kebutuhan modal yang semakin besar dengan rencana ekspansi yang lebih agresif. Dengan adanya peningkatan modal, RISE berharap bisa melakukan berbagai investasi strategis dalam proyek-proyek baru yang sedang dipersiapkan.
RUPSLB juga menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (Agio Saham) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024. Kebijakan ini dirancang untuk mengoptimalkan likuiditas saham RISE di pasar.
Rasio Pembagian Saham Bonus RISE: 25:12
Saham bonus yang diterbitkan mencapai 5.253.600.000 lembar, sehingga total saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh Perseroan menjadi 16.198.600.000 lembar. Rasio pembagian yang ditetapkan adalah 25:12, di mana setiap 25 saham lama memberikan hak atas 12 saham baru.
Dengan adanya pembagian saham bonus ini, diharapkan bisa meningkatkan jumlah investor serta memperkuat posisi RISE di pasar. Kebijakan ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang sahamnya.
Direktur Utama RISE, Budi Agusti, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurutnya, keputusan peningkatan modal dan pembagian saham bonus akan memperkuat fondasi finansial RISE.
Proyek Baru dan Ekspansi yang Direncanakan
RISE sebagai pengembang properti memiliki fokus pada proyek-proyek terpadu dan bernilai tinggi. Perusahaan ini memiliki keunggulan kompetitif yang mencakup bank tanah yang strategis serta rekam jejak pengembangan yang baik dalam segmen residensial dan komersial.
Di masa mendatang, RISE tengah mempersiapkan berbagai proyek baru, seperti Solaris Villa di Bali dan pengembangan lanjutan proyek lainnya di Malang. Proyek-proyek ini dirancang untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar properti di Indonesia yang tengah membaik.
Support yang kuat dari para pemegang saham serta fundamental keuangan yang solid menjadi kunci bagi RISE untuk mempercepat pengembangan proyek baru. Dengan langkah strategis ini, RISE berharap dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang menguntungkan semua pihak terkait.
Optimisme Masa Depan RISE dalam Sektor Properti
Budi Agusti menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh RISE saat ini merupakan cerminan dari optimisme perusahaan dalam menghadapi tantangan yang ada. Dengan support yang kuat dari para pemegang saham, RISE yakin dapat mengakselerasi proyek-proyek bernilai tambah tinggi.
Kebijakan terkait saham bonus juga menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk senantiasa memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Hal ini menunjukkan bahwa RISE berupaya untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan para investor.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, RISE optimis bisa menjangkau target-target pertumbuhan yang telah ditetapkan dan memastikan keberlangsungan perusahaan di masa depan. Sikap proaktif dalam mengambil keputusan finansial diharapkan dapat membawa manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.













