Dalam menghadapi berbagai dinamika internal, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk tetap melaksanakan agenda rapat pleno yang telah direncanakan. Keputusan ini diambil meskipun terdapat saran untuk menunda pelaksanaan rapat, sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan organisasi. Menurut Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, pendapat yang disampaikan oleh Mustasyar akan tetap dihormati, tetapi mekanisme pengambilan keputusan harus berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Nuh menjelaskan bahwa setiap anggota organisasi berhak memberikan saran, namun keputusan akhir harus diambil melalui rapat pleno. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil adalah sah dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia juga menegaskan pentingnya menghormati masukan yang diberikan oleh para kiai dan tokoh di Nahdlatul Ulama.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Nuh menyatakan dengan tegas bahwa agenda rapat akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal. Dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keharmonisan organisasi dan saling menghargai pendapat masing-masing.
Tuntutan dan Rekomendasi dari Forum Sesepuh NU
Baru-baru ini, diadakan pertemuan Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tebuireng untuk mendiskusikan sejumlah masalah yang dihadapi oleh PBNU. Dalam kesempatan tersebut, para kiai sepuh menemukan indikasi pelanggaran dalam pengambilan keputusan. Mereka meminta klarifikasi terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.
Pertemuan ini menghasilkan rekomendasi bagi pengurus untuk menunda rapat pleno terkait pemilihan Penjabat Ketua Umum. Forum menilai bahwa keputusan ini perlu dikaji dan diolah lebih mendalam agar sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Keputusan ini bertujuan untuk menjaga kedamaian dan ketertiban di dalam Nahdlatul Ulama.
Gus Muid, sebagai juru bicara forum, juga menekankan pentingnya mengikuti prosedur dan musyawarah yang berlaku sebelum mengambil keputusan signifikan. Dalam kesempatan tersebut, diharapkan agar semua pihak dapat menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi.
Pentingnya Keputusan Melalui Mekanisme yang Ada
Proses pengambilan keputusan di dalam PBNU harus melewati rapat pleno, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mukri, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, juga menegaskan bahwa agenda rapat yang akan datang sepenuhnya sah dan sesuai dengan aturan organisasi. Ia memastikan bahwa semua undangan rapat telah memenuhi ketentuan administratif yang berlaku.
Dari sisi organisasi, Mukri menjelaskan bahwa meskipun undangan rapat hanya ditandatangani oleh Rais Aam dan Katib PBNU, hal tersebut bukanlah pelanggaran. Menurutnya, itu adalah bagian dari kewenangan Rais Aam sebagai Pimpinan Rapat Pleno. Prosedur yang diikuti dalam menyelenggarakan rapat diharapkan memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.
Di tengah ketegangan yang ada, penting bagi pengurus untuk tetap berpegang pada prinsip organisasi. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil akan lebih legitim dan mencerminkan aspirasi seluruh anggota Nahdlatul Ulama.
Aplikasi Nilai-Nilai Organisasi dalam Pengambilan Keputusan
No matter how complex the situation gets, the primary goal remains to uphold the values of Nahdlatul Ulama. Melalui pelaksanaan rapat pleno, semua pandangan dan argumen dapat disampaikan secara terbuka. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya kesalahpahaman yang bersumber dari komunikasi internal yang kurang jelas.
Kehadiran para kiai sepuh dalam forum ini sangat krusial. Mereka tidak hanya memberikan masukan, tetapi juga menjadi penyeimbang dalam pengambilan keputusan organisasi. Dengan demikian, keputusan yang diambil dapat mencerminkan kepentingan seluruh anggota NU.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan dalam organisasi harus berlandaskan pada musyawarah dan mufakat. Ini adalah salah satu akar dari tradisi yang telah dipertahankan oleh NU selama ini, dan menjadi landasan untuk menjaga keharmonisan di internal ora. Para pengurus diharapkan untuk terus mengedepankan nilai-nilai kebersamaan demi kemajuan organisasi.













