Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, baru-baru ini menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,19 miliar kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Bantuan ini merupakan hasil dari penggalangan donasi yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Serang bersama berbagai elemen masyarakat.
Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dan disaksikan oleh berbagai pejabat daerah. Ratu Rachmatuzakiyah menyerahkan bantuan tersebut kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, beserta jajaran pemerintah lokal.
Dalam penyerahannya, Ratu Zakiyah, sapaan akrabnya, didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Serang dan beberapa kepala dinas. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan ungkapan kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Serang bagi mereka yang terkena dampak bencana.
Dia juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu sudah menewaskan banyak orang dan merusak infrastruktur vital di daerah tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga November 2025, terdapat lebih dari 2.700 bencana hidrometeorologi yang terjadi di seluruh Indonesia. Banjir bandang yang melanda Aceh dan beberapa provinsi lainnya dilaporkan telah menelan banyak korban jiwa.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Serang sangat berduka atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh dan sekitarnya,” ungkap Ratu Zakiyah. Dia juga menegaskan bahwa kehadiran mereka sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi cobaan tersebut.
Ratu Zakiyah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintahan daerah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan. Semua pihak bersatu untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Kontribusi terbesar berasal dari ASN pada 29 instansi pemerintah daerah, yang berhasil menghimpun dana lebih dari Rp926 juta. Selain itu, bantuan logistik dan sembako juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat yang terkena bencana.
Sinergi Berbagai Elemen Masyarakat dalam Penyaluran Bantuan
Selain dari pemerintah daerah, partisipasi masyarakat sangat terlihat dalam penggalangan dana. 29 kecamatan di Kabupaten Serang juga turut berkontribusi, mengumpulkan dana sebesar Rp124 juta, termasuk barang kebutuhan pokok dan mi instan.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga ikut berkontribusi dengan total bantuan mencapai Rp70,8 juta. Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti FKDT, PCNU, dan Lazis NU turut ambil bagian dengan mengerahkan dana dan sumber daya mereka untuk membantu masyarakat terdampak.
Ratu Zakiyah menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan melalui berbagai cara, termasuk kunjungan langsung dan transfer ke rekening resmi pemerintah daerah. Tujuannya agar semua bantuan tepat sasaran dan transparan.
Adapun daerah yang menjadi sasaran penyaluran bantuan antara lain Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Aceh Utara. Ratu Zakiyah berharap bantuan ini akan meringankan beban mereka yang mendapatkan musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Zakiyah juga mengapresiasi koordinasi yang baik antara pemerintah Kabupaten Serang dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kerjasama yang solid sangat penting agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lancar dan efektif.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Penanganan Bencana
Pemerintah Kabupaten Serang berkomitmen untuk terus hadir dalam keadaan darurat dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Ratu Zakiyah berharap agar masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
“Kita harus ingat, di balik setiap bencana, ada banyak tangan yang siap membantu,” tambah Ratu Zakiyah. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang.
Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tapi juga simbol persaudaraan antarwarga. Dalam situasi seperti ini, rasa solidaritas menjadi hal yang sangat penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat.
“Kami masih memiliki harapan bahwa kondisi di wilayah ini akan segera pulih. Semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, harus bersatu untuk mengatasi masalah ini,” tegas Ratu Zakiyah.
Kondisi yang menimpa masyarakat Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Aspirasi untuk Pemulihan yang Lebih Baik ke Depannya
Ratu Zakiyah menutup pidatonya dengan doa agar seluruh daerah terdampak dapat segera pulih. Ia berharap agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala dan membantu satu sama lain dalam proses pemulihan ini.
“Mari kita semua berdoa dan berusaha agar musibah ini menjadi yang terakhir. Semoga ke depan, seluruh elemen masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan yang ada,” ujarnya.
Dengan harapan ini, Ratu Zakiyah mengajak semua pihak untuk terus berkontribusi, baik dalam bentuk materi maupun moral, agar tercipta lingkungan yang lebih baik untuk semua. Solidaritas dalam menghadapi bencana adalah kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh.
















