• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Friday, May 15, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Petani Jawa Temukan Harta Karun Emas Seberat 16 Kg, Berikut Ceritanya

Malino SPDI by Malino SPDI
May 15, 2026
in Lifestyle
0
Petani Jawa Temukan Harta Karun Emas Seberat 16 Kg, Berikut Ceritanya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Desa Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah, pernah dikejutkan oleh penemuan luar biasa yang dilakukan oleh seorang petani bernama Cipto Suwarno pada tahun 1990. Penemuan ini berisi timbunan emas seberat 16 kilogram yang mengguncang dunia arkeologi dan masyarakat setempat, sekaligus menyoroti sejarah penggunaan emas di tanah Jawa.

Cipto Suwarno awalnya hanya ingin memperbaiki saluran irigasi di sawahnya akibat proyek konstruksi yang mengganggu. Saat menggali dengan cangkul, ia tak menyangka bahwa benda yang ditemuinya adalah guci keramik tua yang berisi ratusan artefak emas kuno, memicu kegembiraan di tengah masyarakat desa.

READ ALSO

Lembaga Energi Dunia Ingatkan Harga Minyak Berpotensi Meningkat Secara Drastis

MSCI Hapus 18 Saham Indonesia, Ini Tanggapan Direktur Utama BEI

Pada saat Cipto melihat guci tersebut, ia meneriakkan kebahagiaan, “Emas, emas, emass!!!,” dan kerumunan pun segera bertambah. Di hadapan warga dan pejabat desa yang hadir, ia melanjutkan penggalian, dan hasilnya sangat menakjubkan: harta karun setara 16 kg emas.

Detail Penemuan Harta Karun yang Menghebohkan

Harta karun yang ditemukan Cipto terdiri dari berbagai jenis artefak, termasuk bokor gembung, tutup bokor, gayung, baki, dan banyak lagi. Dari total temuan, sejumlah 97 gelang, 22 mangkuk, serta pipa rokok dihiasi emas murni.

Penemuan ini kemudian dikenal sebagai Harta Karun Wonoboyo, yang dicatat sebagai salah satu temuan arkeologi terbesar di Indonesia. Para arkeolog menyatakan bahwa artefak tersebut berasal dari akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10 berdasarkan bentuk dan pola hiasan yang ditemukan.

Salah satu hal yang menarik adalah adanya relief Ramayana pada mangkuk emas dan tulisan “Saragi Diah Bunga” pada koin emas, yang menggambarkan kekayaan nilai budaya masa lampau di Tanah Jawa.

Relevansi Emas dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno

Emas bagi masyarakat Jawa kuno bukan hanya sekedar perhiasan, tetapi merupakan simbol status dan kekayaan. Di era Majapahit, banyak bangsawan memiliki koleksi emas yang sangat banyak, menjadikan emas sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.

Stuart Robson dalam bukunya menyoroti bahwa banyak benda seperti kereta dan aksesori sehari-hari dilapisi emas. Bahkan, hal ini juga diungkapkan oleh Empu Prapanca, yang mencatat kehidupan mewah di kerajaan Daha, di mana harta benda berlapis emas menjadi hal biasa.

Selain itu, masyarakat Jawa kuno juga memanfaatkan emas untuk transaksi perdagangan pada skala besar, seperti jual beli tanah, dasar dari pengembangan ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan kematangan mereka dalam hal perekonomian yang lebih kompleks.

Pandangan Para Penjelajah Terhadap Kebiasaan Masyarakat Jawa

Penjelajah asing yang datang ke Jawa, seperti penjelajah dari China, sangat terkesan dengan kemewahan yang dipamerkan oleh para raja. Mereka melihat emas yang berlimpah tak hanya di kalangan bangsawan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menyantap makanan menggunakan peralatan emas.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh penjelajah Eropa, Tome Pires. Ia menjelaskan tentang kemewahan raja Jawa yang lengkap dengan perhiasan emas dari kepala hingga kaki. Bahkan, hewan peliharaan dan para pengawalnya pun mengenakan kalung dan gelang berbahan emas.

Namun, meski keinginan untuk memiliki emas sangat kuat, tak semua orang Jawa dapat memperolehnya dengan mudah. Banyak dari mereka harus mengimpor emas dari pulau-pulau lain seperti Sumatera, yang dikenal sebagai “Surga Emas,” atau bahkan dari India.

Perubahan Tren Penggunaan Emas Setelah Kolonialisme

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan masyarakat dalam menggunakan emas mengalami perubahan signifikan, khususnya setelah runtuhnya kerajaan-kerajaan kuno. Kolonialisme membawa dampak besar pada pola hidup masyarakat, di mana perhiasan emas tidak lagi digunakan secara terbuka.

Emas dan perhiasan yang dimiliki menjadi harta karun terpendam, tertimbun di dalam tanah dan menunggu untuk ditemukan kembali. Fenomena ini menjadikan banyak pencari harta karun hadir di banyak lokasi, mencari artefak berharga yang mungkin tertinggal.

Akhirnya, Harta Karun Wonoboyo menjadi saksi bisu dari kehidupan dan kultur masyarakat masa lampau, yang kini tersimpan rapi di Museum Nasional Jakarta. Penemuan ini tidak hanya mengungkap sejarah, tetapi juga memberikan gambaran menarik tentang jalinan sosial dan ekonomi pada masa lalu.

Tags: BerikutCeritanyaEmasHartaJawaKarunPetaniSeberatTemukan

Related Posts

Lembaga Energi Dunia Ingatkan Harga Minyak Berpotensi Meningkat Secara Drastis
Lifestyle

Lembaga Energi Dunia Ingatkan Harga Minyak Berpotensi Meningkat Secara Drastis

May 15, 2026
MSCI Hapus 18 Saham Indonesia, Ini Tanggapan Direktur Utama BEI
Lifestyle

MSCI Hapus 18 Saham Indonesia, Ini Tanggapan Direktur Utama BEI

May 14, 2026
Dorong Proyek Strategis, Fundamental Bisnis Makin Kuat dan Solid
Lifestyle

Dorong Proyek Strategis, Fundamental Bisnis Makin Kuat dan Solid

May 14, 2026
Usai Pengumuman MSCI OJK Janji Banyak Emiten Berkualitas Baru
Lifestyle

Usai Pengumuman MSCI OJK Janji Banyak Emiten Berkualitas Baru

May 13, 2026
Legenda Barcelona Terlibat Insider Trading, Dikenakan Denda Besar
Lifestyle

Legenda Barcelona Terlibat Insider Trading, Dikenakan Denda Besar

May 13, 2026
Rombak Manajemen, I Ketut Pasek Senjaya Putra Dilantik Jadi Dirut
Lifestyle

Rombak Manajemen, I Ketut Pasek Senjaya Putra Dilantik Jadi Dirut

May 12, 2026
Next Post
Wakil Indonesia Tinggal 2, Peluang Juara Semakin Tipis

Wakil Indonesia Tinggal 2, Peluang Juara Semakin Tipis

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Hakim Tegaskan Andrie Yunus Harus Memberikan Kesaksian di Sidang

Hakim Tegaskan Andrie Yunus Harus Memberikan Kesaksian di Sidang

May 7, 2026
Kebakaran Tiga Lapak Limbah di Jatiuwung Tangerang, Api Masih Menyala

Kebakaran Tiga Lapak Limbah di Jatiuwung Tangerang, Api Masih Menyala

May 4, 2026
Pengemudi Tabrak Pedagang Buah di Jaktim Resmi Jadi Tersangka

Pengemudi Tabrak Pedagang Buah di Jaktim Resmi Jadi Tersangka

May 6, 2026
Polisi Akan Memanggil Hakim dan Dosen UGM Terkait Pengurus Daycare Aresha

Polisi Akan Memanggil Hakim dan Dosen UGM Terkait Pengurus Daycare Aresha

May 12, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Di Tanah Suci melawan RI
  • RSUD Dr Soetomo Menyatakan Tidak Ada Pasien Meninggal Karena Kebakaran
  • SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Ulang Cerdas Cermat MPR Setelah Viral
  • Wakil Indonesia Tinggal 2, Peluang Juara Semakin Tipis
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In