Tragedi yang menimpa keluarga dari seorang prajurit TNI menjadi sorotan publik. Pratu F (23) yang bertugas di Denkesyah Palembang meninggal dunia dalam insiden penembakan oleh rekannya sendiri di sebuah kafe di Palembang, Sumatera Selatan. Keluarga korban menyampaikan duka mendalam dan mendesak proses hukum yang tegas terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tragis ini.
Adik Pratu F, Faraditha yang berusia 19 tahun, mengungkapkan kepedihan yang dialaminya setelah menerima kabar mengejutkan tersebut. Menurutnya, saat mendengar berita tersebut, ia sedang berada di kampus dan merasa terpukul oleh kehilangan yang mendalam ini.
“Saya sempat pergi ke RS Permata, tapi waktu sampai di sana ternyata kakak sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” ungkap Faraditha. Kejadian ini bukan hanya mengubah arah hidup keluarga, tapi juga meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati mereka.
Panggilan untuk Keadilan dan Penegakan Hukum
Keluarga Pratu F secara tegas meminta agar pelaku yang terlibat dalam insiden penembakan tersebut dipecat dari institusi TNI. Mereka berharap, tindakan hukuman yang berat diberikan, sebagai bentuk keadilan untuk Pratu F yang meninggal secara tragis.
Permohonan tersebut disampaikan dalam suasana berkabung yang mendalam, mencerminkan rasa kehilangan yang dialami oleh keluarga. Mereka menegaskan bahwa proses hukum yang jelas dan transparan sangat penting dalam menangani kasus ini.
Sementara itu, pihak Kodam II/Sriwijaya berjanji untuk menangani insiden ini secara serius, profesional, dan transparan. Penanganan insiden seperti ini menjadi prioritas bagi institusi militer agar tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan nama baik mereka.
Langkah-Langkah Penyelidikan yang Ditempuh
Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, menyatakan bahwa Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan kasus ini. Pihaknya telah memerintahkan penyelidikan yang mendalam agar seluruh fakta dapat terungkap dengan jelas.
Yordania menjelaskan bahwa Denpom 2/IV Palembang saat ini sedang melaksanakan serangkaian proses penyelidikan. Langkah ini mencakup pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian dan pendalaman rekaman CCTV untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang insiden tersebut.
Proses autopsi jenazah juga menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bukti yang akurat mengenai penyebab kematian dan melakukan pengumpulan barang bukti terkait kasus ini.
Koordinasi dengan Pihak Berwenang dan Harapan untuk Masa Depan
Dalam penyelidikan ini, pihak TNI juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif. Sinergi antara TNI dan polisi diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan keakuratan dalam menyelesaikan kasus ini.
Kepolisian dan TNI berkomitmen untuk tidak terburu-buru dalam menyimpulkan hasil penyelidikan. Yordania menekankan bahwa proses ini membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta yang ada di lapangan.
Melalui pernyataan ini, Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif dan tidak menambah keresahan di publik.










