Pemilik Dapur Susu memperoleh jaminan tentang penyerapan hasil produksinya. Dalam regulasi yang ada, program MBG diharuskan menyediakan susu minimal dua kali dalam seminggu untuk para penerimanya, sehingga menjamin keberlanjutan usaha para peternak.
Makmun menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah memulai integrasi antara peternakan sapi dan produsen susu di Sulawesi Selatan. Dengan modal sekitar Rp 5 miliar, pengelolaan 100-200 sapi sebagai suplai susu untuk kebutuhan program MBG menjadi mungkin.
“Kami telah merancang prototipe yang memerlukan investasi di bawah Rp 5 miliar. Prototipe tersebut bisa menghasilkan satu unit dapur susu yang menyuplai antara 5 sampai 10 SPPG di sekitarnya,” ujarnya dengan optimis.
Peluang dan Tantangan dalam Industri Susu di Luar Jawa
Makmun melihat inisiatif ini sebagai peluang bagi peternak serta produsen susu kecil atau koperasi. Mengingat bahwa industri susu umumnya terpusat di Pulau Jawa, hal ini menawarkan potensi besar untuk pengembangan di daerah lain.
“Dulu, para produsen kecil sulit bersaing dalam hal promosi dan penjualan dibandingkan dengan industri besar. Sementara itu, industri besar belum berpindah ke pulau-pulau lain,” tambahnya menjelaskan kondisi di lapangan.
Kendati demikian, ketersediaan sapi perah tetap menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi masalah ini, Makmun mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan yang lebih sistematis ke depan.
Strategi Pemerintah untuk Meningkatkan Produksi Susu
Dapur susu yang terhubung dengan program MBG diharapkan menjadi jaminan bagi para peternak. Aspek ini penting karena peternak ingin bersemangat dalam beternak, tetapi seringkali dihadapkan pada masalah penyerapan hasil produksi.
“Dengan adanya program pemerintah yang terintegrasi, pengembangan dan offtake susu menjadi lebih terjamin,” jelas Makmun. Hal ini menjadi vital untuk memberi kepercayaan kepada para peternak.
Upaya ini juga bertujuan untuk merangsang industri susu lokal agar lebih berkembang dan mandiri. Ketersediaan produk susu segar dari daerah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi yang semakin meningkat.
Membangun Ekosistem Peternakan yang Berkelanjutan
Pengembangan ekosistem peternakan yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam strategi ini. Penanganan yang baik dan metode pengelolaan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas susu secara keseluruhan.
Balai pengembangan untuk peternakan sapi perah juga akan ditingkatkan agar para peternak mendapatkan bimbingan yang diperlukan. Ini termasuk pelatihan dalam manajemen peternakan yang sehat dan efektif.
Dengan cara ini, para peternak akan lebih siap bersaing di pasar yang semakin ketat dan dinamis. Oleh karena itu, keberadaan Dapur Susu menjadi sangat penting dalam meningkatkan hasil peternakan mereka.
















