Saat menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, muncul fenomena yang mengkhawatirkan di Kota Solo, yaitu keberadaan laman web palsu terkait Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap situs-situs tiruan tersebut.
Situs-situs tersebut tampak resmi dengan alamat yang mencurigakan, seperti sd.spmbsolo.com dan smp.spmbsolo.com. Penggunaan nama dan desain yang menyerupai laman resmi menambah kebingungan bagi orang tua dan calon siswa.
Menurut penelusuran, situs-situs tersebut menduduki posisi tinggi dalam hasil pencarian Google. Ironisnya, beberapa dari laman ini bahkan menampilkan foto pejabat yang tidak ada hubungannya dengan Kota Solo, seperti Wali Kota Riau.
Waspadai Situs Palsu yang Muncul Menjelang Pendaftaran
Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Aryatno, menegaskan bahwa semua laman yang terlibat dalam penipuan ini adalah palsu. Modus operandi seperti ini telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu, dengan beberapa situs baru muncul menjelang proses pendaftaran siswa baru.
Dwi menjelaskan bahwa upaya penipuan ini bukanlah hal baru. “Sudah ada laporan sebelum SPMB dimulai, bahkan baru-baru ini SMP Negeri 1 Surakarta menjadi salah satu yang disasar,” ungkapnya.
Dia menekankan bahwa pendaftaran siswa baru di seluruh sekolah negeri di Kota Solo hanya dilakukan melalui satu portal resmi yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan. Ini untuk menghindari kebingungan di kalangan orang tua dan siswa.
Prosedur Pendaftaran yang Resmi dan Aman
Pendaftaran siswa baru di Kota Solo dilakukan secara terpadu melalui laman resmi yang berakhir dengan domain surakarta.go.id. Dengan demikian, pendaftar perlu memastikan alamat yang benar sebelum memasukkan informasi pribadi mereka.
Untuk menjaga keamanan, Dwi mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan situs dengan domain komersial seperti .com dan .co. “Alamat resmi yang dapat dipakai adalah spmb.surakarta.go.id,” tegasnya.
Bagi orang tua yang ragu, penting untuk melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan. Ini dapat mencegah kerugian finansial dan menjaga keamanan data pribadi mereka.
Bukti Visual dan Konfirmasi yang Diperlukan
Sejauh ini, Dwi menyatakan bahwa belum ada laporan nyata tentang korupsi yang diakibatkan oleh situs-situs palsu tersebut. Namun, sudah banyak masyarakat yang datang untuk mengonfirmasi keaslian situs-situs yang mereka temui.
Sebagian besar laporan yang diterima menunjukkan bahwa orang tua merasa ragu karena tampilan situs yang tidak sesuai, seperti gambar pejabat yang salah. Mereka biasanya mengonfirmasi dengan menyerahkan bukti screenshot kepada pihak Dinas Pendidikan.
Hal ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut tentang cara mengenali situs resmi dalam proses pendaftaran, sehingga orang tua dan calon siswa tidak mudah tertipu oleh tampilan luar yang menipu.
















