Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyoroti pentingnya integritas dalam Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencegah praktik korupsi. Penyampaian ini dilakukan dalam acara peluncuran E-Learning ASN Berintegritas, yang diadakan pada Rabu (17/6) lalu.
Setyo menegaskan bahwa tanpa integritas, digitalisasi sistem yang diterapkan tidak akan berdampak positif. Ia percaya bahwa alat digital dapat dimanipulasi jika sumber daya manusianya tidak berintegritas.
KPK telah menemukan sejumlah praktik manipulasi meski pengadaan dilakukan secara digital. Setyo menjelaskan bahwa digitalisasi saja tidak cukup tanpa adanya langkah pencegahan yang berkelanjutan dari pihak ASN.
Praktik Manipulasi dalam Pengadaan Barang Secara Digital
Menurut Setyo, KPK telah membuktikan bahwa banyak praktik manipulasi masih terjadi, meskipun proses pengadaan barang sudah dilakukan secara digital. Ini menunjukkan bahwa pintu belakang untuk melakukan kecurangan masih ada.
Contoh nyata terjadi dalam pengadaan barang melalui e-katalog. Setyo menekankan bahwa sistem tersebut tidak bisa sepenuhnya diandalkan jika perilaku sumber daya manusia tidak diperbaiki.
Ia mencontohkan, pengadaan bisa dikatur sedemikian rupa sehingga ada celah untuk manipulasi. Oleh karena itu, perhatian lebih perlu diberikan kepada sumber daya manusianya agar mereka tidak menyalahgunakan sistem yang sudah ada.
Peran Makelar Kasus dalam Praktik Korupsi
Setyo juga membahas peran makelar kasus dalam dunia pengadaan. Menurutnya, makelar ini tidak beroperasi sendiri, melainkan bergantung pada informasi dari orang dalam. Hal ini menciptakan jaringan yang memudahkan praktik korupsi.
Ia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi, para makelar akan mulai bergerak dalam proses pengadaan. Ini termasuk menyiapkan dokumen dan melakukan negosiasi harga dengan vendor.
Dengan demikian, proses pengadaan yang seharusnya transparan bisa menjadi tidak transparan karena adanya campur tangan makelar. Ini menjadikan kualitas barang yang diperoleh seringkali rendah.
Pentingnya Integritas ASN dalam Digitalisasi Sistem
Integritas ASN sangat krusial dalam menerapkan sistem digital yang telah diperkenalkan. Setyo menegaskan bahwa tanpa integritas, semua upaya digitalisasi hanya akan menjadi ‘alat’ yang dapat dimanipulasi.
Ia menekankan bahwa sistem digital yang dibangun harus didukung oleh ASN yang memiliki komitmen tinggi terhadap integritas. Ini termasuk menerapkan kode etik yang tegas dan melakukan pengawasan internasional.
Melalui pelatihan dan program seperti E-Learning, diharapkan pemahaman tentang integritas dan etika kerja dapat meningkat. Dengan begitu, ASN diharapkan menjadi penggerak utama dalam pencegahan korupsi.
















