• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Saturday, September 26, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kaya Raya Jakarta Tanpa Anak, Kebingungan Dalam Mewariskan Harta

Malino SPDI by Malino SPDI
June 27, 2026
in Lifestyle
0
Kaya Raya Jakarta Tanpa Anak, Kebingungan Dalam Mewariskan Harta
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di balik sejarah Batavia pada abad ke-19, terdapat sosok konglomerat yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya pada masanya. Ia adalah Jannus Theodorus Bik, seorang tuan tanah keturunan Belanda yang memiliki kekayaan melimpah, namun menghadapi persoalan yang tak biasa yaitu tidak memiliki anak sebagai penerus hartanya.

Jannus tiba di Batavia dengan kakaknya pada awal 1810. Ia merantau dari Belanda ke wilayah Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda untuk mengadu nasib dan membangun kehidupan yang lebih baik.

READ ALSO

Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

Komisaris Medco Energi Lepas 4,5 Miliar Saham

Awalnya, Jannus bekerja sebagai pelukis untuk pemerintah Hindia Belanda. Berkat keahliannya, Jannus menjadi sosok penting di kalangan pelukis kala itu dan melahirkan generasi baru seniman, termasuk maestro lukis Indonesia, Raden Saleh, yang belajar langsung darinya.

Dari profesinya sebagai pelukis, Jannus mengumpulkan kekayaan secara bertahap. Ketimbang boros, ia cerdas dalam mengelola keuangan, menginvestasikan hasil jerih payahnya ke tanah yang memberikan imbal hasil yang kompensatif.

Menurut catatan dalam Almanak van Nederlandsch-Indië, Jannus memiliki tanah di berbagai wilayah Batavia, seperti Tanah Abang, Pondok Gede, Cilebut, dan Cisarua. Lahan-lahan itu dimanfaatkan secara efisien untuk perkebunan padi, kopi, dan teh yang cukup menguntungkan.

Sosok Jannus dan Perjalanannya di Batavia

Pundi-pundi kekayaan Jannus kian bertambah usai menikahi Wilhelmina, janda pengusaha kaya Van Riemswijk, di era 1840-an. Meski pernikahan itu membawa kebahagiaan, mereka tak dikaruniai anak dan membuat Jannus mulai memikirkan tentang warisan.

Menjelang akhir hayatnya, Jannus memutuskan untuk membagi hartanya kepada dua keponakan, Bruno dan Jan Martinus, yang merupakan anak dari sang adik. Saat itu, keduanya masih berusia 30-an tahun, dan Jannus ingin memastikan bahwa kekayaannya tetap terkelola dengan baik.

Warisan yang diterima bukan kaleng-kaleng. Bruno dan Martinus memperoleh tanah di Cisarua seluas 17.500 bau, yang setara dengan sekitar 14.000 hektare. Ini adalah warisan yang luar biasa, dengan potensi besar untuk dikelola secara maksimal.

Di tangan mereka, tanah warisan tersebut berkembang pesat. Bruno dikenal sebagai sosok yang bijaksana, membiarkan para petani lokal mengelola lahan tanpa tekanan, asalkan kerja sama berjalan saling menguntungkan.

Selain itu, Bruno juga dikenal sebagai sosok dermawan. Ia tidak memperluas lahan dengan membuka hutan secara masif dan aktif terlibat dalam kegiatan sosial, termasuk menyumbang untuk pembangunan rumah sakit dan masjid di kawasan tersebut.

Pengaruh Jannus dan Keturunannya di Perkebunan

Bruno dan Martinus mengelola tanah Cisarua selama lebih dari 50 tahun. Bruno wafat pada 31 Maret 1921, sementara Martinus menyusul lima tahun kemudian, tepatnya 15 Maret 1926. Mereka menjadi contoh sukses dalam mengelola warisan yang diberikan oleh Jannus.

Selama mengelola lahan, mereka menemukan cara untuk memberdayakan petani lokal dan menciptakan komunitas yang harmonis. Hubungan ini menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat lokal menghormati mereka sebagai pemilik yang baik dan peduli.

Setelah wafat, lahan warisan tersebut dikelola oleh para keturunan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, tanah tersebut dijual ke berbagai pihak, dan banyak yang mempertanyakan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Meskipun demikian, jejak reputasi Jannus dan keturunannya tetap hidup dalam sejarah Cisarua. Mereka diingat sebagai para tokoh yang tidak hanya kaya tetapi juga memberi kontribusi sosial yang signifikan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sejarah hidup Jannus dan konglomerat Batavia lainnya mengajarkan kita bahwa kekayaan tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari dampak yang ditinggalkan. Warisan yang ditransfer adalah cermin dari nilai-nilai yang mereka pegang, termasuk kemurahan hati dan tanggung jawab sosial.

Tags: AnakdalamHartaJakartaKayaKebingunganMewariskanRayaTanpa

Related Posts

Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping
Lifestyle

Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

September 26, 2026
Komisaris Medco Energi Lepas 4,5 Miliar Saham
Lifestyle

Komisaris Medco Energi Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Cicilan Pertama Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Beri Penjelasan
Lifestyle

Cicilan Pertama Rp37,7 T Jatuh Tempo Besok, Suahasil Beri Penjelasan

September 24, 2026
Laba Melonjak 445% Strategi Terbaru SMGR Tahun Ini
Lifestyle

Laba Melonjak 445% Strategi Terbaru SMGR Tahun Ini

September 8, 2026
Grup Emtek Beli 803 Juta Saham Bukalapak
Lifestyle

Grup Emtek Beli 803 Juta Saham Bukalapak

September 8, 2026
Laba Bersih Meningkat 218 Persen di H1-2026, Dirkeu Beberkan Pemicunya
Lifestyle

Laba Bersih Meningkat 218 Persen di H1-2026, Dirkeu Beberkan Pemicunya

September 7, 2026
Next Post
Tim Luis de la Fuente Mengakui Masih Ada Kekurangan dalam Permainan

Tim Luis de la Fuente Mengakui Masih Ada Kekurangan dalam Permainan

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
99,8% Transaksi Digital, Perkuat Pertahanan Melawan Cyber Fraud

99,8% Transaksi Digital, Perkuat Pertahanan Melawan Cyber Fraud

May 23, 2026

EDITOR'S PICK

Harga Emas Menguat Rp 10000 pada 24 Agustus 2026, Simak Rinciannya

Harga Emas Menguat Rp 10000 pada 24 Agustus 2026, Simak Rinciannya

August 24, 2026
427 Ribu Suara Konsumen Menentukan Properti Terbaik

427 Ribu Suara Konsumen Menentukan Properti Terbaik

August 11, 2026
Strategi Sudaryono Tingkatkan MBG dan BGN

Strategi Sudaryono Tingkatkan MBG dan BGN

July 30, 2026
Tim Pemburu Begal Amankan 173 Pelaku Kejahatan Jalanan pada Mei 2026

Tim Pemburu Begal Amankan 173 Pelaku Kejahatan Jalanan pada Mei 2026

May 23, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di TPU Karet Bivak Setelah Ibadah Zuhur
  • Guruh Dapat Konsultasi dengan Surya Paloh untuk Menjadi Ketua Partai
  • Ferdy Sambo Klarifikasi Isu Nikmati Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
  • Fakta Hunian Mewah Lapas Cibinong Kamar Seperti Hotel dan Fasilitas Minigolf
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In