• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Monday, August 3, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Fakta Kasus Pendiri Ponpes Cabuli Banyak Santriwati di Pati

Malino SPDI by Malino SPDI
May 4, 2026
in Travel
0
Fakta Kasus Pendiri Ponpes Cabuli Banyak Santriwati di Pati
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengasuh dan pendiri sebuah pondok pesantren di Jawa Tengah baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan yang melibatkan puluhan santriwati. Incident ini menguak serangkaian masalah yang lebih dalam dalam lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi tempat pendidikan yang aman dan mendidik.

Kasus ini terungkap berkat keberanian salah satu korbannya yang telah lulus untuk berbicara tentang perlakuan tidak senonoh yang diterimanya dari pengasuh. Ini menjadi gambaran nyata dari tantangan yang dihadapi banyak institusi pendidikan di Indonesia dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan santri.

READ ALSO

Siswa di Pati Diduga Korban Bullying Hingga Dua Jari Terputus

Rusun Dakota Jakpus Menua Warga Kerja Bakti Merawat Bangunan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengungkapkan bahwa pesantren ini didirikan pada tahun 2021 dan memiliki 252 santri, di mana 112 di antaranya adalah santriwati. Penutupan pesantren ini mengindikasikan adanya tindakan tegas dari pemerintah terhadap pelanggaran hak asasi manusia serta perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di lembaga pendidikan.

Penutupan Pesantren Sebagai Langkah Awal Untuk Keamanan Santri

Kementerian Agama telah mengambil langkah tegas dengan menutup pondok pesantren di Kecamatan Tologowungu setelah adanya laporan tentang dugaan pemerkosaan. Para santri yang terdampak dipindahkan ke pesantren lain untuk menjamin keamanan mereka.

Ahmad Syaiku menjelaskan bahwa ada tiga rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pesantren terkait dengan kasus ini. Langkah pertama adalah menutup sementara pesantren, di mana tidak ada santri baru yang boleh diterima, lalu terdapat opsi untuk memisahkan pengasuh dari yayasan yang ada.

Jika rekomendasi tersebut tidak dipatuhi, pesantren tersebut berisiko ditutup permanen. Keputusan ini bertujuan untuk melindungi santri sekaligus memberikan sinyal bahwa tindakan kekerasan seksual tidak akan ditoleransi dalam lingkungan pendidikan.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, juga mendukung keputusan penutupan tersebut. Dia mengingatkan pentingnya mitigasi untuk menjaga keselamatan para siswa, terutama menjelang ujian akhir yang berlangsung di pesantren tersebut.

Keputusan untuk menutup pesantren ini merupakan bentuk respons terhadap situasi yang tidak dapat diterima dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi hak-hak anak.

Awal Mula Kasus Yang Menggegerkan Publik

Dugaan kekerasan seksual ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2024. Korban yang merupakan alumni mulai berbicara tentang tindakan keji yang dialaminya selama menjadi santri di pesantren tersebut.

Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, menyebut bahwa pendampingan bagi korban sudah diberikan sejak awal laporan. Namun, meskipun telah dilaporkan ke pihak kepolisian, tidak ada tindakan nyata yang diambil terhadap pelaku dalam waktu yang lama.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Hartono, juga mencatat bahwa durasi penanganan kasus ini sangat lama, bahkan setelah satu tahun tidak ada perkembangan signifikan. Hal ini menambah rasa frustrasi dan takut bagi korban dan keluarganya.

Berdasarkan informasi dari kuasa hukum korban, dugaan pemerkosaan diperkirakan terjadi antara tahun 2024 dan 2026, melibatkan hingga 30-50 santriwati yang mungkin menjadi korban pelaku. Ini jelas menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap perlindungan anak di lembaga pendidikan.

Kasus ini menyoroti tingkat kejahatan seksual di lingkungan yang seharusnya memberikan pendidikan dan perlindungan kepada anak-anak, merupakan hal yang memprihatinkan di masyarakat.

Modus Operandi Pelaku dan Gejolak Sosial di Masyarakat

Pelaku dalam kasus ini dikabarkan mengaku sebagai keturunan nabi, yang berusaha menjadikan klaim tersebut sebagai dasar untuk membenarkan perbuatannya yang biadab. Pengakuan ini digunakan untuk menundukkan santriwati agar patuh dan tidak berani menolak.

Dalam demonstrasi yang diadakan oleh para korban dan warga, mereka mengekspresikan kemarahan dan kekecewaan terhadap tindakan pelaku. Salah satu korban menyatakan bahwa pengajaran yang disampaikan kepada santri dianggap menjustifikasi tindakan tidak senonoh terhadap mereka.

Ali Yusron, kuasa hukum para korban, menyebutkan bahwa mayoritas korban adalah anak-anak berusia di bawah umur, yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Hal ini mencerminkan betapa vulnerabilitas santri dalam sistem pendidikan semacam ini sangat tinggi.

Modus operandi pelaku menunjukkan bahwa mereka menggunakan taktik manipulatif untuk mengontrol para santri. Ancaman dan intimidasi menjadi alat yang digunakan untuk membungkam korban, sehingga mereka merasa tidak memiliki pilihan untuk melaporkan tindakan tersebut.

Dengan banyaknya santri yang berasal dari keluarga tidak mampu, kasus ini memperlihatkan betapa rentannya anak-anak yang mencari pendidikan di lembaga yang seharusnya aman.

Tags: BanyakCabuliFaktaKasusPatiPendiriPonpesSantriwati

Related Posts

Siswa di Pati Diduga Korban Bullying Hingga Dua Jari Terputus
Travel

Siswa di Pati Diduga Korban Bullying Hingga Dua Jari Terputus

August 3, 2026
Rusun Dakota Jakpus Menua Warga Kerja Bakti Merawat Bangunan
Travel

Rusun Dakota Jakpus Menua Warga Kerja Bakti Merawat Bangunan

August 2, 2026
Polri Menanggapi Mal Pemasangan Pagar Tinggi: Hindari Narasi yang Mencemaskan
Travel

Polri Menanggapi Mal Pemasangan Pagar Tinggi: Hindari Narasi yang Mencemaskan

August 2, 2026
Krisis Air di Bantul Akibat Kemarau Panjang
Travel

Krisis Air di Bantul Akibat Kemarau Panjang

August 1, 2026
Tersangka Kasus Ditahan KPK: Kita Taat Aturan
Travel

Tersangka Kasus Ditahan KPK: Kita Taat Aturan

August 1, 2026
Pilot Malaysia Ditangkap karena Bawa Ekstasi 25 Kg dan Menggunakan Narkoba di RI
Travel

Pilot Malaysia Ditangkap karena Bawa Ekstasi 25 Kg dan Menggunakan Narkoba di RI

July 31, 2026
Next Post
Fakta Kasus Pendiri Ponpes Cabuli Banyak Santriwati di Pati

DPR Minta Pemerintah Dukung Korban Pencabulan Pendiri Ponpes Pati

POPULAR NEWS

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

July 10, 2026
Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

June 27, 2026
Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Skema Khusus Agar Vinicius Junior Bersinar di Piala Dunia 2026

Skema Khusus Agar Vinicius Junior Bersinar di Piala Dunia 2026

June 14, 2026

EDITOR'S PICK

Asing Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Anjlok Hampir 3 Persen

Asing Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Anjlok Hampir 3 Persen

June 26, 2026
Profil Agustina Arumsari, dari Wakil Kepala BPKP Menjadi Wakil BGN yang Baru

Profil Agustina Arumsari, dari Wakil Kepala BPKP Menjadi Wakil BGN yang Baru

June 3, 2026
Program BSPS Jawa Timur Target 33000 Kepala Keluarga pada 2026

Program BSPS Jawa Timur Target 33000 Kepala Keluarga pada 2026

May 3, 2026
Perampokan Brutal di Rumah Mewah Menteng Menghilangkan 500 Gram Emas

Perampokan Tragis di Kaltim: Suami Disiksa, Istri Jadi Korban Kekerasan

July 20, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Siswa di Pati Diduga Korban Bullying Hingga Dua Jari Terputus
  • Lansia Dirampok oleh Tetangga, Lapor Polisi Sementara Mulut Terlakban
  • Pemadaman Listrik di Jakarta pada Senin Pagi
  • Putusan MK mengenai MBG dan OTT Bupati Pemalang
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In