RedDoorz telah mengambil langkah signifikan dalam memperkuat posisi dan kontribusinya di industri perhotelan Indonesia. Di tengah berkembangnya pasar akomodasi, perusahaan ini berfokus pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta mempromosikan kewirausahaan di sektor akomodasi.
Sejak dimulainya ekspansi pada 2016, RedDoorz telah berhasil melatih lebih dari 40.000 staf hotel. Dengan lebih dari 700 karyawan yang bergabung di lebih dari 120 hotel yang dioperasikan langsung, usaha ini menjadi bagian dari strategi untuk membangun pertumbuhan yang terintegrasi dengan komunitas lokal.
Operasional hotel sangat berkaitan erat dengan tenaga kerja lokal serta pemilik properti. Hal ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap aspek bisnis perhotelan, menciptakan siklus ekonomi yang saling mendukung.
“Setiap hotel beroperasi di lingkungan masyarakat, mempekerjakan tenaga kerja lokal, dan berkontribusi pada sektor pariwisata di sekitarnya,” ungkap seorang perwakilan dari RedDoorz. Dengan demikian, langkah pengembangan sumber daya manusia diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Perusahaan juga berharap perkembangan jaringan hotel dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih luas, termasuk lewat pengembangan keterampilan dan penerapan standar perhotelan yang lebih baik.
Pentingnya Pelatihan SDM bagi Sektor Perhotelan Indonesia
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen penting dalam strategi RedDoorz. Program pelatihan yang telah dijalankan sejak 2016 telah menjadi syarat bagi mitra properti untuk bergabung dalam jaringan RedDoorz.
Program pelatihan ini mencakup berbagai aspek operasional hotel, serta standar pelayanan yang berkualitas untuk tamu. Dengan lebih dari 40.000 staf yang telah dilatih hingga saat ini, upaya pengembangan keterampilan ini terus berlanjut.
Pada akhir 2025, perusahaan ini berencana memperkenalkan program peningkatan keterampilan yang lebih kompleks. Target mencakup lebih dari 700 staf yang dilatih hingga akhir 2026, memastikan kualitas pelayanan yang optimal.
Peserta program pelatihan menyatakan antusiasmenya terhadap kesempatan belajar dan pengembangan diri. Bagi mereka, ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan.
Tidak hanya itu, RedDoorz aktif membuka jalur bagi tenaga kerja baru melalui Program Pengembangan Kepemimpinan. Sejak awal 2026, lebih dari 25 lulusan baru telah bergabung sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tim.
Program RedSeller: Kesempatan Ekonomi untuk Masyarakat
Program RedSeller yang diluncurkan pada Maret 2020 menjadi inovasi lain untuk menggerakkan perekonomian lokal. Masyarakat dapat menjual kembali akomodasi dalam jaringan RedDoorz tanpa perlu modal awal.
Hingga kini, lebih dari 110.000 orang telah mendaftar sebagai RedSeller. Partisipan datang dari beragam latar belakang, termasuk mahasiswa hingga ibu rumah tangga, menjadikan program ini inklusif.
Para RedSeller yang aktif mampu menghasilkan lebih dari 50.000 pemesanan kamar setiap bulannya. Bahkan, ada reseller yang berhasil meraih komisi hingga Rp13 juta dalam satu bulan, menunjukkan potensi finansial dari program ini.
Inisiatif ini telah menciptakan model partisipasi masyarakat dalam nilai pariwisata, yang tidak hanya terbatas pada pekerjaan formal di dalam hotel. “Pertumbuhan kecil tetaplah pertumbuhan,” ungkap salah satu reseller terbaik RedDoorz.
Pendidikan dan apapun yang dilakukan akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar, membuat mereka tidak hanya sekadar pengamat, tetapi juga bagian dari ekosistem pariwisata.
Inisiatif Pengembangan Desa Wisata oleh RedDoorz
Melawan arus perkembangan pariwisata yang semakin modern, RedDoorz mengambil langkah proaktif dengan mendukung desa wisata. Kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah bertujuan mendukung inisiatif pengembangan pariwisata lokal.
Mitra pemerintah yang terlibat dalam program ini mencakup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara, serta banyak lagi. Melalui program ini, mereka memberi dukungan langsung kepada lebih dari 20 desa wisata.
Lebih dari 1.000 pekerja pariwisata juga terlibat dalam program peningkatan keterampilan, yang mencakup pelatihan perhotelan dan pemasaran digital. Upaya meningkatkan kemampuan ini sangat penting untuk mendorong daya tarik wisata lokal.
Pemberian beasiswa juga menjadi bagian dari program sosial perusahaan ini, yang kali ini menyasar mahasiswa politeknik pariwisata. Pembangunan sarana ibadah seperti renovasi masjid juga menjadi perhatian, menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan desa wisata ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pariwisata, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal secara menyeluruh.
Keselamatan dan Keamanan dalam Pengelolaan Hotel
Keamanan tamu dan keselamatan properti adalah aspek krusial yang tidak dapat diabaikan. Menghadapi tantangan dalam industri, RedDoorz mengimplementasikan program penanganan kebakaran di lebih dari 1.000 properti mitra mereka.
Pembagian alat pemadam kebakaran juga dilakukan sebagai langkah proaktif meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Ini menjadi bagian dari inisiatif “Safe Stay for All Guests,” yang ditargetkan dalam 12–18 bulan ke depan.
Inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan perlindungan bagi tamu, tetapi juga membangun rasa kepercayaan antara warga dan tamu. Keterlibatan komunitas adalah fondasi penting dalam menciptakan ekosistem yang aman.
Menurut perwakilan RedDoorz, tanggung jawab dalam pertumbuhan bisnis harus sejalan dengan kepedulian terhadap masyarakat. Tujuan utama adalah menciptakan industri perhotelan yang lebih aman, berkelanjutan, dan kuat.
Keseluruhan inisiatif menunjukkan bahwa hotel tidak hanya sekadar tempat menginap, tetapi juga menjadi bagian integral dari ekonomi lokal. Pendekatan ini mengedepankan kerja sama antara berbagai pihak untuk mencapai keberhasilan bersama.
















