• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Wednesday, October 21, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

Tidak Rata Lagi Pendapatan Rp 6 Juta Setiap Hari

Malino SPDI by Malino SPDI
September 3, 2026
in Berita
0
Tidak Rata Lagi Pendapatan Rp 6 Juta Setiap Hari
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perubahan dalam skema insentif bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sedang diupayakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keadilan dalam pemberian insentif yang sebelumnya bersifat merata.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa revisi ini masih menunggu penerbitan Peraturan Kepala Badan (Perbadan) yang sudah diajukan. Meskipun demikian, skema lama dengan nilai insentif Rp 6 juta per dapur masih berlaku hingga adanya aturan baru.

READ ALSO

Kejagung Selidiki Peminjam Dana Indosurya Selain Aset Henry Surya

Kerja Ganda di Tengah Tekanan Ekonomi Saat Lelah Tak Bisa Berhenti

Menurut Sudaryono, skema insentif sebelumnya tidak mencerminkan kapasitas produksi setiap dapur. Variasi besar dalam jumlah porsi yang dihasilkan mengakibatkan ketidakadilan dalam distribusi insentif.

Perubahan ini muncul setelah diskusi antara BGN dan Komisi IX DPR RI. Sudaryono menekankan bahwa setiap dapur memiliki kapasitas unik, dan insentif harus disesuaikan agar lebih adil.

Penjelasan Skema Insentif Baru untuk Dapur SPPG

Dalam skema baru, insentif akan berdasarkan pada porsi yang dihasilkan. Jika satu dapur mampu memproduksi 3.000 porsi, maka insentif akan dihitung berdasarkan jumlah tersebut daripada angka rata-rata yang sama untuk semua dapur.

Sudaryono mencatat bahwa ada perbedaan signifikan dalam hasil produksi antara dapur satu dan yang lainnya. Misalnya, dapur yang memproduksi lebih banyak porsi seharusnya mendapatkan insentif yang lebih besar.

Dapur yang menghasilkan lebih sedikit porsi tidak bisa mendapatkan nilai insentif yang sama, membuat skema baru lebih adil dan transparan. Penghitungan insentif berdasarkan porsi yang dihasilkan akan menciptakan insentif yang lebih sesuai dan tepat.

Dalam pandangan Sudaryono, hal ini tidak hanya menguntungkan dapur yang lebih produktif, tetapi juga mendorong semua SPPG untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka. Dengan demikian, objek insentif menjadi lebih relevan dan berkontribusi pada penyediaan gizi yang lebih baik.

Implikasi Perubahan Skema Insentif terhadap Program Gizi

Perubahan ini diharapkan dapat berimplikasi positif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan insentif yang lebih adil, SPPG akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka dalam penyediaan porsi gizi yang layak.

Selain itu, pengelolaan anggaran juga akan lebih efisien karena insentif akan dihitung berdasarkan kebutuhan aktual. Ini bisa mencegah pemborosan dana yang terjadi akibat pemberian insentif merata sebelumnya.

Sudaryono yakin bahwa dengan skema baru, kualitas makanan yang dihasilkan akan meningkat. Dengan adanya kompetisi di antara dapur-dapur SPPG, diharapkan hasil yang lebih baik dapat dicapai bagi penerima manfaat program.

Diharapkan pula bahwa perubahan ini akan menarik perhatian lebih kepada pentingnya gizi bagi masyarakat. Kesadaran akan kesehatan melalui makanan bergizi akan lebih meningkat, seiring dengan perbaikan dalam penyediaannya.

Proses Penerbitan Peraturan yang Baru dan Harapan ke Depan

Badan Gizi Nasional menargetkan bahwa Perbadan yang baru dapat diterbitkan dalam waktu dekat. Setelah penerbitan, semua SPPG akan segera diinformasikan mengenai skema insentif yang baru.

Sudaryono menegaskan bahwa skema lama masih berlaku hingga ada pengumuman resmi tentang aturan baru. Dengan demikian, para pengelola SPPG diharapkan bersiap dengan perubahan yang akan datang.

Dengan adanya aturan baru ini, diharapkan akan ada kejelasan dan kepastian dalam pengelolaan anggaran program gizi. Sudaryono berharap, dengan adanya insentif yang tepat, semua dapur akan terdorong untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka.

Ke depan, BGN berjanji akan terus memantau dan mengevaluasi implementasi skema insentif baru. Upaya perbaikan yang berkelanjutan akan dilakukan demi mencapai tujuan akhir, yaitu penyediaan gizi yang optimal bagi masyarakat.

Tags: HariJutaLagiPendapatanRataSetiapTidak

Related Posts

Kejagung Selidiki Peminjam Dana Indosurya Selain Aset Henry Surya
Berita

Kejagung Selidiki Peminjam Dana Indosurya Selain Aset Henry Surya

October 20, 2026
Kerja Ganda di Tengah Tekanan Ekonomi Saat Lelah Tak Bisa Berhenti
Berita

Kerja Ganda di Tengah Tekanan Ekonomi Saat Lelah Tak Bisa Berhenti

October 20, 2026
Ketua Komisi III Ingatkan RUU Perampasan Aset: Berpotensi Menjadi Bumerang
Berita

Ketua Komisi III Ingatkan RUU Perampasan Aset: Berpotensi Menjadi Bumerang

October 19, 2026
Sekolah Rakyat Sebagai Sarana Pemberdayaan Bukan Hanya Pendidikan
Berita

Sekolah Rakyat Sebagai Sarana Pemberdayaan Bukan Hanya Pendidikan

October 19, 2026
Survei PPI, Erick Thohir Raih Peringkat Tiga Menteri Berkinerja Unggul
Berita

Survei PPI, Erick Thohir Raih Peringkat Tiga Menteri Berkinerja Unggul

October 18, 2026
Tokoh NU KH Syukron Makmun Wafat
Berita

Tokoh NU KH Syukron Makmun Wafat

October 18, 2026
Next Post
Kompolnas Minta Penyidikan Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus

Kompolnas Minta Penyidikan Aktor Intelektual Kericuhan 27 Agustus

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Protelindo Akuisisi 51 Persen Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

Protelindo Akuisisi 51 Persen Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

July 14, 2026
Audiensi KPK dan Kementerian Sosial Bahas Polemik Pengadaan Besok

ASN Bea Cukai Diperiksa KPK Terkait Kontainer 30 Hari di Tanjung Emas

May 26, 2026
Di Tanah Suci melawan RI

Di Tanah Suci melawan RI

May 15, 2026
Struktur Biaya Haji 2027 dalam Bentuk Infografis

Struktur Biaya Haji 2027 dalam Bentuk Infografis

October 7, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Kobar Api di KMP Batumandi, Penumpang Semua Selamat
  • Indonesia Siap Mulai Hilirisasi Kratom dan Kemenyan Menurut Luhut
  • Kejagung Selidiki Peminjam Dana Indosurya Selain Aset Henry Surya
  • Geledah Rumah Dinas Bupati Klaten KPK Sita Uang dan Perhiasan
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In