Jakarta mengalami lonjakan signifikan dalam penggunaan transportasi publik, mencatat peningkatan hingga 10,8 persen. Data ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di acara konferensi pers mengenai realisasi APBD Triwulan III tahun 2026 yang berlangsung di Balai Kota, Jakarta.
Dengan total penumpang mencapai 368,4 juta, angka ini menunjukkan pergeseran penting dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik. Peningkatan ini tidak lepas dari adanya perbaikan infrastruktur dan integrasi yang lebih baik antar moda transportasi.
Pramono menerangkan bahwa angka ini juga mencerminkan sukses pemerintah dalam merencanakan dan mengembangkan jalur transportasi yang lebih efisien. Hal ini menjadi sebuah harapan bagi masyarakat untuk lebih menyukai transportasi publik di Jakarta.
Peningkatan Penggunaan Moda Transportasi Publik di Jakarta
Menurut Pramono, dengan meningkatnya pengguna transportasi publik, Jakarta kini berada di peringkat 15 dunia dan nomor dua di kawasan ASEAN setelah Singapura. Tentu saja, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kota metropolitan yang terus berkembang ini.
Konektivitas transportasi publik di Jakarta dinyatakan telah mencapai angka 93 persen, sebuah capaian yang cukup mengesankan. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih dari berkendara sendiri ke menggunakan moda transportasi yang tersedia.
Selain itu, pengoperasian Lintas Raya Terpadu (LRT) Kelapa Gading-Manggarai telah memberikan dampak positif. Meskipun masih terdapat stasiun yang belum beroperasi, jumlah penumpang telah meningkat signifikan dari yang sebelumnya hanya 4.000 penumpang menjadi lebih dari 11.361 per hari.
Integrasi Transportasi dan Peningkatan Layanan
Peningkatan jumlah pengguna LRT diharapkan akan terus berlanjut seiring dengan penyelesaian pembangunan stasiun-stasiun yang ada. Pramono menekankan pentingnya konektivitas yang efisien untuk meningkatkan use case transportasi publik.
Dalam konteks ini, moda transportasi lain seperti Transjabodetabek juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama pada rute Bogor ke Blok M, di mana pengguna meningkat dari 2.000 menjadi hampir 10.000. Ini adalah bukti bahwa kebutuhan akan transportasi yang efisien dan terintegrasi memang ada.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk mempertimbangkan peluncuran rute-rute baru demi mendukung pertumbuhan ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna yang semakin banyak.
Inisiatif Kebijakan untuk Mendorong Penggunaan Transportasi Publik
Berkaitan dengan kebijakan pengguna transportasi publik, Pramono mengungkapkan bahwa akan ada penambahan enam golongan yang akan mendapatkan akses gratis. Ini merupakan langkah strategis untuk mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan transportasi publik.
Dua di antaranya termasuk pencari kerja dan pendamping disabilitas, yang diharapkan akan membantu mereka dalam beraktivitas sehari-hari. Penambahan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau semua lapisan masyarakat.
Pramono percaya bahwa dengan kebijakan ini, semakin banyak orang akan terdorong untuk beralih ke transportasi publik. Hal ini tentu akan berdampak positif bagi pengurangan kemacetan di Jakarta dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.















