• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, September 29, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Destry Ungkap Kepatuhan Bank Terhadap Aturan Baru Insentif Likuiditas Bank Indonesia

Malino SPDI by Malino SPDI
September 28, 2026
in Lifestyle
0
Destry Ungkap Kepatuhan Bank Terhadap Aturan Baru Insentif Likuiditas Bank Indonesia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemberian insentif likuiditas oleh Bank Indonesia (BI) kini menghadapi pembaruan yang signifikan seiring dengan diterapkannya skema baru yang efektif mulai 1 September 2026. Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa banyak bank telah mulai mengadopsi kebijakan ini, yang bertujuan untuk meningkatkan penyaluran kredit di sektor yang produktif.

Dengan pengaturan baru ini, batas maksimal Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) ditingkatkan menjadi 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan cara ini, BI berupaya menjadikan bank lebih selektif dalam menyalurkan insentif berdasarkan kondisi likuiditas dan komposisi portofolio masing-masing.

READ ALSO

IHSG Turun 1 Persen, Simak Penyebabnya

Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Tidak Bebani JARR, Ini Faktanya

Destry mengungkapkan bahwa beberapa bank sudah mulai menunjukkan penerapan kebijakan tersebut, meskipun efektivitas penuh baru akan terlihat pada bulan September yang kendati demikian, kemajuan sudah terlihat. KLM baru ini diharapkan mendorong alokasi dana yang lebih produktif, dari sekadar penyimpanan surat berharga menjadi kredit yang dapat menggerakkan ekonomi.

Penjelasan Terperinci tentang KLM dan Tujuannya

Sebagai inisiatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, KLM kini lebih berfokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. BI ingin memastikan bahwa insentif likuiditas benar-benar difokuskan pada penguatan fungsi intermediasi perbankan, bukan hanya menambah kepemilikan surat berharga.

Dalam rangka mencapai tujuan ini, Destry menekankan bahwa pihaknya akan memberikan disinsentif bagi bank yang terus menyimpan dana dalam jumlah besar di surat berharga. Hal ini diharapkan dapat mendorong kesinambungan dalam penyaluran kredit.

Persiapan awal yang dilakukan oleh beberapa bank menunjukkan bahwa mereka mulai menyesuaikan portofolio mereka. Dengan melakukan penyesuaian ini, bank tidak hanya akan mendapatkan insentif, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian yang lebih luas.

Implementasi dan Dampak Kebijakan Baru pada Sektor Perbankan

Dalam pelaksanaannya, bank yang kepemilikannya di surat berharga melebihi batas tertentu, yaitu 19%, tidak akan memperoleh insentif Giro Wajib Minimum (GWM). Sebaliknya, bank yang memiliki portofolio di bawah batas tersebut akan menerima pengurangan GWM dan tambahan likuiditas.

Hal ini bertujuan agar bank lebih berani dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang lebih produktif dan berpotensi memberikan dampak positif pada perekonomian. Destry mengingatkan bahwa skema ini adalah langkah konkret untuk mendorong alokasi dana yang lebih efektif.

BI juga mempersiapkan tambahan insentif likuiditas yang baru, yang terdiri dari 2% untuk pendalaman pasar uang dan sampai 4% untuk pembiayaan sektor produktif. Kombinasi ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan yang sehat dalam skema KLM.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Kredit Produktif

Dari kebijakan ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan sektor produktif. Dengan adanya insentif yang jelas dan terarah, bank-bank diharapkan dapat menyalurkan kredit kepada usaha-usaha kecil dan menengah yang memiliki potensi untuk berkembang.

Destry menyatakan bahwa target utama dari kebijakan ini adalah untuk mendorong bank agar lebih aktif dalam memberikan kredit daripada menyimpan dana dalam bentuk surat berharga. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Karenanya, bank-bank dituntut untuk beradaptasi dengan kebijakan ini dan mencari cara-cara kreatif untuk memanfaatkan insentif yang ada. Penyaluran kredit yang lebih baik dapat berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat serta penciptaan lapangan kerja baru.

Tags: AturanBankBaruDestryIndonesiaInsentifKepatuhanLikuiditasterhadapUngkap

Related Posts

IHSG Turun 1 Persen, Simak Penyebabnya
Lifestyle

IHSG Turun 1 Persen, Simak Penyebabnya

September 28, 2026
Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Tidak Bebani JARR, Ini Faktanya
Lifestyle

Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Tidak Bebani JARR, Ini Faktanya

September 27, 2026
Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Memicu Kehebohan Karena Pencurian oleh Asing
Lifestyle

1.800 Ton Emas Milik Warga RI Tersembunyi di Bawah Bantal Senilai Rp 4.500 Triliun

September 27, 2026
Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Akan Diperoleh RI, KCI Berikan Penjelasan
Lifestyle

Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Akan Diperoleh RI, KCI Berikan Penjelasan

September 26, 2026
Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping
Lifestyle

Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

September 26, 2026
Komisaris Medco Energi Lepas 4,5 Miliar Saham
Lifestyle

Komisaris Medco Energi Lepas 4,5 Miliar Saham

September 25, 2026
Next Post
Sorotan Asian Games 2026: Bintang Akbar Menang Meyakinkan di Voli Pantai Putra

Sorotan Asian Games 2026: Bintang Akbar Menang Meyakinkan di Voli Pantai Putra

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Demokrat Respon terhadap Data Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen

Demokrat Respon terhadap Data Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen

May 22, 2026
Pria Jawa Raup Rp10 Triliun dari Bisnis Es, Bagaimana Caranya?

Pria Jawa Raup Rp10 Triliun dari Bisnis Es, Bagaimana Caranya?

June 22, 2026
Kebakaran di Kampung Muka Pademangan Hanguskan 20 Rumah dan Warga Terpaksa Mengungsi

Kebakaran di Kampung Muka Pademangan Hanguskan 20 Rumah dan Warga Terpaksa Mengungsi

September 27, 2026
Nempel Sekolah dan Dekat Whoosh, Diamond Commercial Summarecon Bandung Target Pasar Baru

Nempel Sekolah dan Dekat Whoosh, Diamond Commercial Summarecon Bandung Target Pasar Baru

May 1, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Kerangka Manusia Ditemukan di Wilayah Bekas Kebakaran Hutan
  • Investigasi Akhir Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi Timur oleh KNKT
  • Dampak El Niño Meningkatkan Risiko Kekeringan, Distribusi Air Bersih ke 80 Titik di Jawa dan Sumatera
  • Prabowo Bertemu Megawati Untuk Mengungkapkan Duka Atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In