Wakil Presiden baru-baru ini melakukan kunjungan kerja yang mengesankan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, di tengah cuaca hujan yang tak kunjung reda. Dalam perjalanan ini, ia tidak hanya menggunakan kendaraan resmi, tetapi juga nekat mengendarai sepeda motor untuk menjangkau daerah yang terisolir.
Kunjungan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan upaya lapangan yang menunjukkan komitmennya untuk terjun langsung ke masyarakat. Ia harus berjalan kaki melewati jembatan yang putus di Desa Bebanga untuk bertemu dan mendengarkan keluhan dari warga setempat.
Selama peninjauan, Wakil Presiden memfokuskan perhatian pada pelaksanaan program bedah rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Selain itu, ia juga mengevaluasi kondisi pendidikan di sekolah-sekolah dasar di kawasan tersebut.
Pentingnya Standar Sanitasi dalam Program Bedah Rumah
Pada kesempatan itu, Wakil Presiden menekankan pentingnya memperhatikan standar sanitasi dalam setiap pembangunan hunian. Ia berargumen bahwa upaya mengatasi masalah sanitasi adalah langkah strategis untuk mencegah terjadinya stunting, khususnya pada anak-anak.
“Kita perlu memastikan bahwa bantuan bedah rumah ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan masyarakat,” ungkapnya dengan tegas. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Dengan program ini, berharap akan tercipta hunian yang layak huni serta aman bagi penghuni, sekaligus memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Penekanan ini penting agar bantuan yang diberikan tidak sia-sia dan benar-benar memberikan dampak positif.
Dialog dengan Masyarakat dan Respons terhadap Keluhan
Wakil Presiden juga memanfaatkan kunjungannya untuk mendengar langsung berbagai keluhan dari masyarakat Kalumpang. Ia mencatat berbagai isu seperti kekurangan tenaga pengajar, rusaknya akses jalan, dan keterbatasan jaringan internet yang menjadi penghalang dalam perkembangan daerah.
Pada acara Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang, ia berkomitmen untuk mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukannya agar semua masalah yang dihadapi masyarakat bisa ditangani dengan serius dan terarah.
Gibran juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai moderasi beragama dan budaya lokal. Ia percaya bahwa generasi muda harus terus melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi yang semakin deras.
Koordinasi dengan Sektor Pertanian untuk Mendorong Ekonomi Lokal
Kunjungan ini juga termasuk dialog langsung dengan para petani kakao di Mamuju. Banyak petani yang mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk subsidi dan turunnya harga kakao, yang merupakan komoditas utama mereka. Ini menunjukkan dampak langsung dari kebijakan pemerintah terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Presiden berjanji untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Ia bertekad untuk mencari solusi yang cepat dan efektif untuk permasalahan yang sedang dihadapi para petani.
Selama kunjungan, Gibran juga membagikan bantuan alat pompanisasi kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan membantu para petani dalam mengelola hasil pertanian mereka.
Kunjungan maraton ini menjadi simbol komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan merata hingga ke pelosok daerah. Melalui pendekatan langsung ini, diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program prioritas dan memastikan setiap masyarakat merasakan dampaknya.
















