• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, May 21, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Tekno

Kritik Mahasiswa terhadap Pengamanan Ketat UNM saat Hardiknas di Makassar

Malino SPDI by Malino SPDI
May 2, 2026
in Tekno
0
Kritik Mahasiswa terhadap Pengamanan Ketat UNM saat Hardiknas di Makassar
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menyampaikan kritik terhadap pengamanan yang dianggap berlebihan dari pihak kepolisian. Ini terjadi saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung pada Sabtu (2/5).

Mereka meminta agar pihak kepolisian meninggalkan area kampus tersebut, menunjukkan ketidakpuasan terhadap situasi yang dianggap mengganggu. Dalam pengamatan di lokasi, terlihat banyak petugas kepolisian, baik dalam pakaian preman maupun seragam lengkap, dilengkapi dengan senjata pelontar gas air mata.

READ ALSO

8 Penambang Emas di Papua Tewas Akibat Serangan OPM

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Mahasiswa mengungkapkan bahwa keberadaan pengamanan ini menciptakan ketegangan di kalangan mahasiswa yang ingin beraktivitas akademis. Dalam orasi yang disampaikan, mahasiswa mengekspresikan keprihatinannya terhadap dampak psikologis dari tindakan pengamanan yang dianggap terlalu ekstrem.

Suasana Kampus yang Tercemar oleh Pengamanan Berlebihan

Dalam aksi mereka, para mahasiswa menyoroti bahwa pengamanan yang dilakukan membuat atmosfer kampus menjadi tidak nyaman. Kegiatan intelektual yang seharusnya berlangsung dengan bebas, kini terpengaruh oleh kehadiran aparat keamanan yang berlebih.

Seorang orator dalam aksi tersebut menyatakan, “Kampus adalah tempat untuk berbagi ide kritis, bukan untuk ketakutan.” Ini menggambarkan bahwa mahasiswa merasa tertekan oleh situasi yang terjadi.

Mahasiswa sebelumnya telah menggelar aksi di Jalan AP Pettarani. Namun, mereka terkejut dengan jumlah besar aparat di sekitar kampus, yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi yang ada.

Dalam tuntutannya, mahasiswa menekankan agar kepolisian meninggalkan kampus dan membiarkan mereka melakukan unjuk rasa secara damai. Mereka menegaskan bahwa pengamanan yang ketat justru menciptakan stigma negatif terhadap kegiatan mereka.

Sampai sore hari, pengamanan masih berlangsung meskipun kondisi cuaca di Makassar mulai hujan. Hal ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian yang tidak surut dalam mengawasi area tersebut.

Pernyataan Pihak Kepolisian Terkait Pengamanan yang Dilakukan

Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar, memberikan penjelasan mengenai keberadaan pihaknya di lokasi. Menurutnya, penempatan kendaraan dan personel di sekitar kampus UNM bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas.

“Kami menempatkan kendaraan di situ agar tidak mengganggu jalanan umum,” kata Arya. Pernyataan ini mencerminkan kebutuhan untuk menjaga aksesibilitas di area yang sering dilalui masyarakat.

Kepolisian juga berusaha mengantisipasi potensi kemacetan yang mungkin timbul akibat aksi unjuk rasa di area sekitarnya. “Tujuan kami adalah untuk menjaga ketertiban,” imbuhnya.

Dia juga menekankan bahwa keamanan adalah prioritas utama dan upaya untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap masyarakat yang sedang beraktivitas. Langkah-langkah ini diambil agar situasi tidak memburuk saat mahasiswa melakukan aksi.

Di sementara itu, Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, belum memberikan keterangan resmi mengenai situasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa pihak universitas masih mempertimbangkan langkah-langkah untuk memberikan panduan kepada mahasiswa.

Persepsi Mahasiswa terhadap Pengamanan yang Terlalu Ketat

Bagi mahasiswa, keberadaan aparat di kampus bukan hanya sekadar menjaga keamanan, tetapi juga bisa dianggap sebagai bentuk represi terhadap kebebasan berekspresi. Mereka merasa bahwa kondisi ini menimbulkan rasa cemas di antara rekan-rekan mereka.

“Kampus seharusnya menjadi tempat yang bebas untuk berdiskusi dan bertukar pikiran,” ungkap salah seorang mahasiswa. Ini menggambarkan harapan untuk situasi kampus yang lebih mendukung kreativitas dan intelektualitas.

Ada kekhawatiran bahwa pengamanan yang ketat dapat menghambat mahasiswa dalam menyuarakan pendapat. Mereka khawatir jika situasi terus berlanjut, akan ada dampak yang lebih besar terhadap keterlibatan mereka dalam diskusi publik.

Mahasiswa juga menegaskan pentingnya dialog antara pihak universitas dan kepolisian. Dengan demikian, diharapkan situasi dapat dikelola dengan lebih baik tanpa memicu ketegangan yang tidak perlu.

Kerjasama antara pihak kampus dan kepolisian bisa membangun saling pengertian dan menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi seluruh mahasiswa.

Tags: HardiknasKetatKritikMahasiswaMakassarPengamananSaatterhadapUNM

Related Posts

8 Penambang Emas di Papua Tewas Akibat Serangan OPM
Tekno

8 Penambang Emas di Papua Tewas Akibat Serangan OPM

May 21, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel
Tekno

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Prabowo Ingatkan Pentingnya Belajar dan Dihukum Sejarah di DPR
Tekno

Prabowo Ingatkan Pentingnya Belajar dan Dihukum Sejarah di DPR

May 20, 2026
Kemdikdasmen Bahas Penambahan Mata Pelajaran TKA IPA dan Bahasa Inggris
Tekno

Kemdikdasmen Bahas Penambahan Mata Pelajaran TKA IPA dan Bahasa Inggris

May 20, 2026
Menkominfo Kecam Tindakan Israel Menahan Jurnalis RI dalam Sumud Flotilla
Tekno

Menkominfo Kecam Tindakan Israel Menahan Jurnalis RI dalam Sumud Flotilla

May 19, 2026
Peningkatan Pencurian Lampu Jalan di Kawasan BKT Jakarta Timur
Tekno

Peningkatan Pencurian Lampu Jalan di Kawasan BKT Jakarta Timur

May 19, 2026
Next Post
Menkeu Purbaya Dirawat, Penjelasan Wamenkeu Juda Agung Mengenai Kondisi Terkini

Menkeu Purbaya Dirawat, Penjelasan Wamenkeu Juda Agung Mengenai Kondisi Terkini

POPULAR NEWS

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

May 17, 2026

EDITOR'S PICK

Sinkronisasi Pusat dan Daerah Penting untuk Rencana Kerja Pemerintah 2027

Sinkronisasi Pusat dan Daerah Penting untuk Rencana Kerja Pemerintah 2027

May 8, 2026
Harga Emas Antam 2 Mei 2026 Alami Penurunan Kecil, Cek Rincian Selengkapnya

Harga Emas Antam 2 Mei 2026 Alami Penurunan Kecil, Cek Rincian Selengkapnya

May 2, 2026
Dua ASN PU Dipanggil Menteri Dody karena Diduga Terima Suap dan Langgar Etika

Dua ASN PU Dipanggil Menteri Dody karena Diduga Terima Suap dan Langgar Etika

May 16, 2026
Kepala BGN Berkomentar Usai Dilaporkan ICW ke KPK

Kepala BGN Berkomentar Usai Dilaporkan ICW ke KPK

May 12, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Polisi Selidiki Kasus Pencabulan Anak oleh Pelatih Sepatu Roda di Tangsel
  • Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Perempuan dan Anak Menurut Ketum TP PKK
  • Layanan Bus Selawat Dihentikan Sementara Akan Beroperasi Kembali 31 Mei
  • Unai Emery Akhiri Puasa Trofi Aston Villa dan Cetak Sejarah Pribadi
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In