Jenderal Suyudi Ario Seto baru saja menunjuk Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat organisasi kepolisian di bawah kepemimpinannya.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang dikeluarkan pada 2 Oktober 2026, mencakup mutasi total 88 personel. Roberto menggantikan Irjen Slamet Uliandi yang telah mendapatkan tugas baru di luar struktur Polri.
Roberto adalah sosok yang berpengalaman dan berkiprah di bidang Reserse. Ia merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) yang lulus pada tahun 2000, dengan rekam jejak yang mengesankan dalam dunia kepolisian.
Karir Roberto di Kepolisian dan Posisi Terakhir yang Dipegang
Selama karirnya, Roberto pernah menduduki beberapa posisi strategis di kepolisian. Salah satu yang paling menonjol adalah ketika ia menjabat sebagai Kasubdit IV Cyber Crime di Polda Metro Jaya pada tahun 2019.
Setelah itu, Roberto dipercaya sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pengalaman ini semakin mengasah kemampuan dan pengetahuannya dalam bidang yang mengarah pada pengungkapkan kejahatan siber.
Pada tahun 2021, ia kemudian ditunjuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Yogyakarta. Dalam kapasitas ini, ia menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan strategi yang efektif untuk menyelesaikan kasus-kasus berat.
Setelah dua tahun, ia diangkat menjadi Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta. Posisi ini menantang dan memerlukan kedisiplinan yang tinggi, mengingat kompleksitas keamanan di bandara.
Di tahun 2024, Roberto kembali dipercaya untuk memimpin sebagai Direktur Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya. Dalam peran ini, ia berfokus pada penanganan kasus-kasus yang melibatkan teknologi dan internet.
Langkah Awal di Jabatan Kadiv TIK Polri
Pada tahun 2026, Roberto mengalami kenaikan pangkat menjadi Brigjen dan diberikan tanggung jawab di Bareskrim Polri. Kenaikan pangkat ini menunjukkan pengakuan atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan selama ini.
Penunjukan sebagai Kadiv TIK merupakan awal baru bagi Roberto dalam menjalankan tugas yang lebih besar. Ia mengemban tanggung jawab untuk mengelola dan memajukan teknologi informasi di tubuh Polri.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kinerja. Ia menjelaskan pentingnya memberikan kesempatan bagi pengembangan karier personel di setiap lini.
Menjaga rotasi jabatan di dalam Polri, menurutnya, juga membantu penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ini menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
Pentingnya Teknologi dalam Memperkuat Polri
Di era digital saat ini, teknologi menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan tugas kepolisian. Roberto diharapkan mampu mengembangkan infrastruktur teknologi yang lebih efisien di lingkungan Polri.
Transformasi digital dalam kepolisian dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meminimalisir tindakan kejahatan. Integrasi teknologi yang tepat memungkinkan Polri untuk merespon lebih cepat terhadap berbagai situasi kritis.
Roberto berkomitmen untuk memajukan penerapan teknologi informasi dalam proses penegakan hukum. Hal ini termasuk penggunaan perangkat lunak canggih untuk analisis data dan pelacakan kejahatan.
Dengan kemampuannya yang mumpuni, Roberto berpotensi mengubah wajah Polri menjadi lebih modern dan responsif. Pengembangan SDM dalam bidang teknologi juga menjadi fokus utama untuk menciptakan Polri yang lebih profesional.
Aspirasi dan Harapan untuk Polri yang Lebih Baik ke Depan
Masuknya Roberto sebagai Kadiv TIK diharapkan bisa membawa pola pikir baru dalam pembuatan kebijakan teknologi. Ia akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan implementasi teknologi di Polri berjalan efektif.
Harapannya, masyarakat dapat merasakan dampak positif dari perubahan yang terjadi dalam tubuh Polri. Penegakan hukum yang lebih cepat dan efektif adalah tujuan utama agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat.
Roberto optimis bahwa inovasi yang dia bawa akan menjadikan Polri sebagai institusi yang lebih baik. Menjadi jembatan antara teknologi dan penegakan hukum adalah langkah kunci untuk mencapai visi Polri yang lebih modern.
Dengan visi tersebut, ia berharap dapat membangun Polri yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kepolisian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan keamanan dan ketertiban.
Peran serta masyarakat dalam mendukung misinya juga sangat diharapkan, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman. Dengan kolaborasi yang baik, tujuan akhir dari keamanan dan keadilan dapat tergapai bersama.















