• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, October 13, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis

Malino SPDI by Malino SPDI
May 30, 2026
in Travel
0
Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penggunaan bahasa asing dalam pendidikan di Indonesia terus menjadi perdebatan yang hangat. Baru-baru ini, isu tersebut kembali mencuat seiring dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah. Banyak pihak, termasuk perhimpunan guru, mempertanyakan dasar dari kebijakan ini.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengingatkan bahwa keputusan edukasi perlu didasari oleh keseriusan yang mempertimbangkan kebutuhan nyata, bukan sekadar untuk keperluan diplomatik. Dia menilai, pengenalan bahasa asing harus berdasar pada analisis yang mendalam agar tidak membebani sistem pendidikan yang sudah ada.

READ ALSO

Ratusan Jemaah Hadiri Tablig Akbar bersama Habib Umar di Monas

Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

P2G menunjukkan bahwa instruksi tersebut disampaikan tanpa penjelasan yang jelas terkait urgensi pembelajaran bahasa tersebut bagi semua siswa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai seberapa pentingnya pengajaran Bahasa Prancis dalam konteks pendidikan saat ini.

Urgensi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia

Melihat rencana pemerintah, banyak yang mempertanyakan relevansi dan prioritas dalam pengajaran bahasa asing. Satriwan menekankan bahwa pengajaran Bahasa Prancis tidak dapat dipisahkan dari konteks kebijakan pendidikan jangka panjang, yang saat ini tengah fokus pada perbaikan kualitas dasar pembelajaran. Dalam pandangannya, penekanan pengajaran bahasa asing harus berdasar pada kebutuhan pasar dan tantangan global.

Beberapa kalangan percaya bahwa pengajaran Bahasa Prancis mungkin tidak mendesak, mengingat kapasitas siswa yang masih terbatas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Jika semua aspek ini tidak dibenahi terlebih dahulu, maka penerapan pengajaran bahasa asing akan menjadi hambatan.

P2G mencatat bahwa melaksanakan pengajaran Bahasa Prancis secara wajib memerlukan banyak guru yang terlatih. Di Indonesia, kebutuhan tersebut dapat mencapai ratusan ribu guru, yang belum tentu tersedia saat ini. Ini akan menambah beban kurikulum yang saat ini telah cukup padat.

Kondisi Pendidikan Dasar yang Perlu Diperbaiki

Saat ini, hasil ujian siswa menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam kemampuan dasar mereka. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan angka yang memprihatinkan dalam Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Alih-alih menambah beban mata pelajaran, pemerintah seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada.

Satriwan mengingatkan bahwa dibandingkan menjadikan Bahasa Prancis sebagai prioritas, jauh lebih mendesak untuk memperbaiki kemampuan dasar siswa. Jika pemerintah ingin menciptakan generasi yang mampu bersaing di dunia global, langkah awal yang perlu diambil adalah memperkuat fondasi dalam pelajaran utama.

Dengan beberapa program sertifikasi yang tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan tanpa mengesampingkan mata pelajaran yang sudah ada. Program tersebut mencakup berbagai bahasa asing, namun tetap tidak mengabaikan pentingnya pelajaran dasar.

Kompetensi dan Peluang Kerja di Dunia Global

Saat ini, banyak sektor yang mencari individu dengan kemampuan bahasa asing, tetapi tetap saja Bahasa Inggris menjadi prioritas utama. Pengajaran bahasa asing lainnya, termasuk Bahasa Prancis, sudah ada dalam kurikulum sebagai mata pelajaran pilihan, namun tidak seharusnya menjadi mata pelajaran wajib tanpa kajian komprehensif.

Dalam pandangan P2G, lokalitas, serta kebutuhan industri harus lebih menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum. Selain itu, pentingnya mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja menjadi alasan untuk memperkuat mata pelajaran dasar lebih dulu.

Keterampilan berbahasa asing bisa menjadi nilai tambah bagi siswa yang memasukki dunia kerja, tetapi jika kemampuan dasar mereka masih berada di bawah standar, maka masalah besar akan muncul. Oleh karena itu, langkah yang lebih bijak adalah meningkatkan terlebih dahulu mutu pembelajaran yang sudah ada.

Tags: BahasaGuruPrabowoPrancisResponsterhadapWacanaWajibkan

Related Posts

Ratusan Jemaah Hadiri Tablig Akbar bersama Habib Umar di Monas
Travel

Ratusan Jemaah Hadiri Tablig Akbar bersama Habib Umar di Monas

October 13, 2026
Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok
Travel

Momen Becak Listrik Beroperasi di Depok

October 12, 2026
46 Orangutan Diselamatkan dari Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat
Travel

46 Orangutan Diselamatkan dari Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat

October 12, 2026
30 Ribu Ringgit dari Daendels dan Banyak Pekerja Mengalami Kesengsaraan
Travel

30 Ribu Ringgit dari Daendels dan Banyak Pekerja Mengalami Kesengsaraan

October 11, 2026
498 Jiwa Terdampak dan 120 Rumah Terendam Oleh Banjir
Travel

498 Jiwa Terdampak dan 120 Rumah Terendam Oleh Banjir

October 11, 2026
Banjir di Padang Malam Ini, Belasan Orang Terjebak
Travel

Banjir di Padang Malam Ini, Belasan Orang Terjebak

October 10, 2026
Next Post
Kades Sidoarjo Ditemukan Tewas Terjerat Selang

Petani Ditemukan Tewas Terbungkus Karung di Bawah Jembatan Deliserdang

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Akan Diperoleh RI, KCI Berikan Penjelasan

Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Akan Diperoleh RI, KCI Berikan Penjelasan

September 26, 2026
Protes Petani, Anak Usaha Jamin Tebu Lokal Terserap

Protes Petani, Anak Usaha Jamin Tebu Lokal Terserap

June 2, 2026
Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang Ditangkap Sebagai Tersangka

Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang Ditangkap Sebagai Tersangka

August 1, 2026
Penyidik KPK Periksa Pejabat Unsoed di Polresta Banyumas

Penyidik KPK Periksa Pejabat Unsoed di Polresta Banyumas

August 20, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Ratusan Jemaah Hadiri Tablig Akbar bersama Habib Umar di Monas
  • Kehidupan Warga yang Seperti di Neraka
  • Kebakaran Hutan Papua Mengakibatkan Kabut Asap di Mimika
  • Pemuda Bondowoso Nistakan Al-Quran Demi Uang Rp1 Juta
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In