Tijjani Reijnders bergabung dengan Manchester City pada bulan Juni 2025 setelah transfer yang mengejutkan senilai £46,5 juta dari AC Milan. Kehadirannya diharapkan bisa memberi dampak signifikan, namun realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, dan performanya tidak sesuai dengan harapan tim.
Selama berkarir di Etihad Stadium, Reijnders hanya mencatatkan 47 penampilan dan mencetak lima gol serta dua assist. Meski dihadapkan pada harapan yang tinggi, ia hanya merasakan status starter dalam separuh pertandingan di Premier League, menandakan tantangan yang dihadapinya setelah pergantian pelatih sebelumnya.
Pergantian pelatih di Manchester City menjadi momen krusial dalam karir Reijnders. Enzo Maresca, yang menggantikan Pep Guardiola, memutuskan untuk melakukan revolusi tim dengan mengganti banyak pemain, di mana keputusan tersebut berdampak langsung pada status Reijnders di skuad.
Menelisik Awal Karier Tijjani Reijnders di Manchester City
Sebelum bergabung dengan Manchester City, Reijnders dikenal sebagai pemain yang menjanjikan saat membela AC Milan. Performa cemerlangnya bersama klub Serie A tersebut telah menarik perhatian banyak tim besar, dan City pun menjadi salah satunya.
Harapan yang dibawa Reijnders sangat tinggi, baik dari klub maupun dari para penggemar. Namun, dengan tekanan untuk tampil maksimal, ia tampak kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan baru dan intensitas tinggi dari Premier League.
Sejak hari pertamanya di klub, tampak bahwa tingkat kompetisi sangat berbeda. Meskipun ia memiliki potensi yang besar, tantangan untuk berkolaborasi dengan pemain hebat lainnya di Manchester City terbukti sangat berat.
Performa dan Kontribusi Reijnders Selama di Skuad
Dalam satu tahun masa bertugasnya, performa Reijnders menjadi sorotan. Dengan 47 penampilan, catatan lima gol dan dua assist jelas menunjukkan bahwa kontribusinya di lapangan jauh dari harapan.
Hanya menjadi starter di separuh pertandingan, Reijnders tidak mampu mempertahankan tempat di starting eleven. Penurunan performanya semakin terasa saat pelatih baru mulai merombak dan mengubah strategi permainan tim.
Keterbatasan ini membuat klub mencari opsi lain di pasar transfer, karena mereka membutuhkan gelandang yang lebih produktif dan sesuai dengan visi baru yang dibawa oleh Maresca. Dalam banyak hal, Reijnders tampaknya tidak lagi cocok dengan rencana tim.
Kepergian Reijnders ke Klub Arab Saudi
Satu tahun setelah bergabung, Reijnders akhirnya dilepas menuju klub di Arab Saudi dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai £52 juta. Keputusan tersebut menandai akhir dari kisah singkat namun penuh liku di Etihad Stadium.
Keberangkatan Reijnders menjadi langkah strategis bagi Manchester City yang tengah merombak skuat. Dengan mengalihkan fokus kepada pemain-pemain muda dan potensial, klub berusaha untuk membangun kembali kekuatan lini tengah yang lebih dinamis.
Reijnders kini bergabung dengan klub yang memberinya kesempatan baru dalam karirnya. Di Arab Saudi, ia diharapkan bisa menemukan kembali ritme permainan yang hilang, serta berkontribusi secara maksimal di lingkungan yang baru.
















