Dua orang penumpang dari kapal KM Nurul Salsa berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh kru kapal nelayan di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi berita baik di tengah operasi pencarian yang telah memasuki hari kelima, memberikan harapan baru bagi keluarga lainnya yang masih menunggu kabar tentang anggota mereka.
Kedua penumpang yang selamat tersebut diidentifikasi sebagai Nurmiati (46) dan Jasmal (24). Penemuan ini menggugah rasa syukur di antara tim SAR dan keluarga para penumpang yang masih belum ditemukan, karena kini total korban selamat menjadi 59 orang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tim SAR dalam menemukan dua korban tersebut. Menurutnya, kedua korban sudah dievakuasi menggunakan KRI Marlin 877, yang segera membawa mereka ke Pelabuhan Benteng, Selayar, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Proses Pencarian yang Intensif dan Koordinatif
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan sungguh-sungguh, memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pencarian dilaksanakan di area seluas 1.305 nautical mile persegi, dibagi menjadi empat sektor asignasi untuk meningkatkan efisiensi operasi pencarian.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, termasuk KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, serta KRI Marlin 877 dan KRI Hiu 634. Keterlibatan unsur TNI, Polri, BPBD, dan kapal-kapal nelayan yang sukarela membantu juga menunjukkan kerjasama lintas sektoral yang patut diapresiasi.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menyampaikan bahwa upaya pencarian ini merupakan hasil koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait. Tim SAR terus berupaya untuk menemukan 18 korban lainnya yang masih hilang dari total 78 penumpang yang berada di kapal tersebut.
Keberanian dan Ketahanan Korban Selamat
Kedua korban yang berhasil diselamatkan berjuang menghadapi kondisi yang sangat sulit selama beberapa hari di tengah laut. Setelah terombang-ambing di lautan, mereka ditemukan dalam keadaan berusaha bertahan hidup di atas sebuah gabus dan mengenakan jaket pelampung.
Menurut keterangan awal yang diberikan oleh kedua korban, mereka tidak sendirian saat mengapung di lautan; awalnya ada lima orang di atas gabus tersebut. Namun, saat perahu tersebut hanyut, tiga di antara mereka diduga telah meninggal dunia.
Kedua korban mengungkapkan cerita pilu tentang melepas jenazah teman-teman mereka ke laut setelah kehilangan harapan untuk bertahan hidup bersamanya. Keterangan mereka akan diuji lebih lanjut ketika kondisi kesehatan mereka membaik dan memungkinkan untuk memberikan keterangan lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.
Detil Kecelakaan Kapal yang Menghanyutkan
Kapal KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar, namun mengalami kerusakan mesin yang menyebabkan tenggelam di perairan barat Pulau Polassi. Penumpang berjumlah total 78 orang saat itu, dan insiden ini menjadi salah satu tragedi maritim yang menekankan betapa pentingnya keselamatan di laut.
Pada saat kecelakaan, kapal mengalami gangguan teknis yang tidak terduga, dan upaya evakuasi para penumpang berlangsung dalam situasi darurat. Beberapa penumpang berhasil melawan arus dan berusaha selamat, sedangkan yang lain terpaksa menghadapi nasib yang lebih tragis.
Ketegangan dan ketidakpastian selama operasi pencarian dan penyelamatan menunjukkan betapa rentannya keselamatan pelayaran di kawasan tersebut. Masyarakat menghimbau perlunya peningkatan keselamatan dan regulasi yang lebih ketat bagi kapal penumpang demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
















