• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, August 11, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

Uji KUHP di MK, Polri dan KPK Berbeda Pendapat tentang Penghitungan Kerugian Negara

Malino SPDI by Malino SPDI
August 11, 2026
in Berita
0
Uji KUHP di MK, Polri dan KPK Berbeda Pendapat tentang Penghitungan Kerugian Negara
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja menyelenggarakan sidang yang membahas uji materiil terkait Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam sidang tersebut, keterangan dari Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituangkan untuk mempertajam pemahaman atas isu-isu hukum yang dihadapi.

Kasus ini berfokus pada Pasal 603 UU KUHP yang mencakup frasa “lembaga negara audit keuangan.” Kewenangan lembaga tersebut terhadap penghitungan dan penetapan kerugian keuangan negara menjadi sorotan dalam perkara ini, yang telah diajukan oleh Laksda TNI (Purn.) Leonardi.

READ ALSO

Paspampres Siapkan Alutsista dan Anti-Drone untuk HUT Ke-81 Republik Indonesia

Prakiraan Cuaca Jakarta Senin dari BMKG Ada Wilayah Berawan Tebal

Leonardi, mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, saat ini menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan satelit, yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp306 miliar. Dengan latar belakang ini, persidangan mengambil arah yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.

Perdebatan Kewenangan Antara Polri dan KPK dalam Penetapan Kerugian Keuangan Negara

Dalam sidang, Polri diberikan kesempatan pertama untuk mengemukakan pendapat. Irjen Pol. M. Awal Choiruddin menjelaskan bahwa pemeriksaan dan penghitungan kerugian keuangan negara seharusnya dilakukan oleh lembaga yang memiliki kewenangan sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini mencerminkan kompleksitas peran lembaga-lembaga negara dalam penegakan hukum.

Awal menegaskan posisi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga yang memiliki kedudukan konstitusional dalam menetapkan kerugian keuangan negara. Ia berargumen bahwa meski lembaga lain dapat melakukan penghitungan teknis, keputusan akhir tetap ada di tangan BPK, menjaga integritas dan kedudukan lembaga tersebut dalam ekosistem hukum.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya batasan kewenangan dalam penghitungan kerugian negara. Setiap lembaga harus beroperasi dalam ranah kompetensinya, agar tidak melanggar prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam sistem hukum. Sikap hati-hati ini tentu beralasan mengingat dampak keputusan tersebut pada kasus-kasus hukum yang sedang berjalan.

Pandangan KPK Terhadap Pasal 603 KUHP dan Implikasinya Bagi Tersangka

Namun, perspektif KPK berbeda dalam menanggapi ketentuan dalam Pasal 603 KUHP. Kepala Biro Hukum KPK, Iskandar Marwanto, menekankan bahwa pemusatan kewenangan hanya pada satu lembaga, yaitu BPK, berpotensi menghambat peradilan. Jika MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian, maka ini bisa menjadi hambatan bagi terdakwa dalam membela diri.

Iskandar mengkhawatirkan bahwa keputusan tersebut dapat membatasi akses terhadap keadilan, terutama bagi yang dinyatakan sebagai tersangka. Dalam pandangannya, penting untuk memiliki sistem yang adil dan transparan agar semua pihak dapat menghadapi dakwaan dengan setara dan berimbang.

Dia juga mencatat bahwa putusan MK yang menekankan hasil penghitungan oleh BPK sebagai satu-satunya bukti keuangan akan merugikan tersangka. Tuntutan seperti itu bisa menciptakan ketidakadilan dan menyingkirkan elemen penting dalam prosedur hukum yang seharusnya melindungi hak-hak individu.

Pentingnya Keseimbangan dalam Proses Pembuktian di Pengadilan

KPK mengingatkan bahwa sistem hukum tidak hanya bisa berfungsi terhadap kepentingan satu lembaga saja. Keseimbangan dalam pembuktian sangat penting agar prinsip keadilan dapat tercapai. Dalam sidang, KPK menegaskan bahwa ada asas pembuktian berimbang yang harus diikuti dalam setiap proses hukum yang melibatkan kewenangan negara.

Berdasarkan pendapat ini, KPK mengajak untuk menegakkan asas-asas hukum yang adil dan berimbang, yang melibatkan semua lembaga yang relevan dalam proses hukum. Asas ini sangat penting untuk menjaga integritas sistem hukum dan memberikan rasa aman kepada semua pihak yang terlibat.

Pembebasan dari beban yang tidak seimbang akan memberikan ruang bagi akuntabilitas di dalam sistem hukum. Setiap keputusan haruslah mengedepankan kepentingan keadilan, bukan hanya untuk satu pihak, tetapi untuk semua yang berada dalam sistem peradilan.

Setelah mendengarkan keterangan dari kedua lembaga, hakim MK bertugas mengevaluasi input dari Polri dan KPK. Hal ini mencakup konfirmasi dan verifikasi bukti-bukti yang telah disampaikan. Proses ini penting karena menentukan langkah-langkah hukum selanjutnya yang akan diambil, serta implikasi yang mungkin muncul di masa depan.

Ketua MK, Suhartoyo, mencatat bahwa persidangan berikutnya sudah dijadwalkan. Tanggal yang ditetapkan adalah Kamis, 27 Agustus, yang menjadi titik penting selanjutnya dalam perjalanan hukum ini. Keputusan yang akan diambil diharapkan dapat memberikan kejelasan dan kepastian hukum bagi semua yang terlibat.

Secara keseluruhan, sidang ini menunjukkan betapa kompleksnya masalah yang dihadapi dalam menentukan kerugian keuangan negara. Komentar dari kedua lembaga memberikan sudut pandang yang berbeda, dan semuanya berimplikasi langsung pada mekanisme kerja sistem hukum di Indonesia. Ini adalah tahap penting dalam upaya untuk memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan dengan baik.

Tags: BerbedadanKerugianKPKKUHPNegaraPendapatPenghitunganPolritentangUji

Related Posts

Paspampres Siapkan Alutsista dan Anti-Drone untuk HUT Ke-81 Republik Indonesia
Berita

Paspampres Siapkan Alutsista dan Anti-Drone untuk HUT Ke-81 Republik Indonesia

August 10, 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin dari BMKG Ada Wilayah Berawan Tebal
Berita

Prakiraan Cuaca Jakarta Senin dari BMKG Ada Wilayah Berawan Tebal

August 10, 2026
Geledah 15 Lokasi Kasus Bupati Pemalang oleh KPK, Simak Hasilnya
Berita

Geledah 15 Lokasi Kasus Bupati Pemalang oleh KPK, Simak Hasilnya

August 9, 2026
Pelaku Penembakan Festival Lembah Baliem Terungkap
Berita

Pelaku Penembakan Festival Lembah Baliem Terungkap

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan
Berita

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Kejagung Menanggapi Sosok Febrio dalam Kasus Kematian Sutrimo
Berita

Kejagung Menanggapi Sosok Febrio dalam Kasus Kematian Sutrimo

August 8, 2026
Next Post
Dugaan Awal Kebakaran Bromo oleh Wagub Jatim Terungkap: Kelalaian Manusia

Dugaan Awal Kebakaran Bromo oleh Wagub Jatim Terungkap: Kelalaian Manusia

POPULAR NEWS

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

June 27, 2026
Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

July 10, 2026
Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Platform Permainan Online Targetkan Dana Besar dari Wall Street

Platform Permainan Online Targetkan Dana Besar dari Wall Street

July 24, 2026

EDITOR'S PICK

Investasi Bintang Alami Kerugian Rp 730 T, Taruhan Berujung Bencana

Investasi Bintang Alami Kerugian Rp 730 T, Taruhan Berujung Bencana

July 31, 2026
PBNU Undang Prabowo Tutup Munas dan Konbes NU di Bangkalan

PBNU Undang Prabowo Tutup Munas dan Konbes NU di Bangkalan

June 19, 2026
Jaksa KPK Yakin Dedi Congor Bea Cukai Terima 30 Miliar Rupiah

Jaksa KPK Yakin Dedi Congor Bea Cukai Terima 30 Miliar Rupiah

June 23, 2026
Natuna Kini Mengalami Penurunan Frekuensi Ribut

Natuna Kini Mengalami Penurunan Frekuensi Ribut

May 17, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Ditentang PDIP
  • Dugaan Awal Kebakaran Bromo oleh Wagub Jatim Terungkap: Kelalaian Manusia
  • Uji KUHP di MK, Polri dan KPK Berbeda Pendapat tentang Penghitungan Kerugian Negara
  • Pakar Ungkap Pilkada Tanpa Wakil Berpotensi Melanggar UUD
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In