• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, October 6, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Properti

PPN DTP Rusun Subsidi Dinilai Tepat, Pengamat: Masalah Lahan dan Pengelolaan Masih Besar

Malino SPDI by Malino SPDI
July 8, 2026
in Properti
0
PPN DTP Rusun Subsidi Dinilai Tepat, Pengamat: Masalah Lahan dan Pengelolaan Masih Besar
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Langkah pemerintah dalam menerapkan insentif untuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi rumah susun subsidi merupakan upaya yang patut diapresiasi. Meskipun demikian, kebijakan ini mungkin belum cukup untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyediaan hunian, terutama di kawasan perkotaan yang semakin padat.

Insentif ini dianggap dapat membantu menjaga keterjangkauan harga hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun efektivitasnya sangat bergantung pada penyelesaian masalah-masalah mendasar. Beberapa isu seperti penyediaan lahan dan tata kelola bangunan masih perlu diperhatikan lebih lanjut.

READ ALSO

Pembangunan IKN Nusantara Menarik Perhatian 42 Delegasi REAAA

Ekosistem Smart Living Usung Teknologi AI Fisik

Dengan adanya keputusan dari Komite Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk menggunakan mekanisme PPN DTP, diharapkan ada percepatan dalam pembangunan rumah susun subsidi. Dalam konteks ini, pemerintah juga menetapkan tenor KPR subsidi yang dapat mencapai 40 tahun dengan bunga tetap 5 persen, yang diharapkan mampu mempermudah akses terhadap pembiayaan bagi masyarakat.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan bahwa insentif PPN DTP ini berpotensi untuk berdampak signifikan terhadap pengembangan rumah susun subsidi. Menurutnya, kebutuhan akan rumah susun di perkotaan terus meningkat seiring dengan terbatasnya lahan untuk pembangunan rumah tapak. Dalam konteks ini, harga hunian vertikal harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.

Meskipun mendukung kebijakan PPN DTP, ada pandangan bahwa insentif fiskal tersebut tidak sepenuhnya bisa mendorong percepatan pembangunan rumah susun subsidi jika persoalan lahan dan meningkatnya harga tanah belum teratasi. Hal ini menjadi tantangan utama bagi pengembang untuk menyediakan hunian bersubsidi dalam jumlah yang memadai, terutama di daerah perkotaan yang harga tanahnya kian melambung.

Pentingnya Membangun Kemitraan antara Pemerintah dan Swasta

Menurut penilaian beberapa pengamat, pengembang seharusnya lebih agresif dalam membantu penyediaan rumah susun di perkotaan. Namun, faktor tingginya harga tanah menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan. Diperlukan adanya kolaborasi yang lebih baik antara pengembang dan pemerintah untuk menyediakan lahan yang diperlukan bagi pembangunan rumah susun.

Optimalisasi Bank Tanah dan pola kemitraan antara sektor publik dan swasta perlu diperkuat agar kebijakan fiskal yang ada dapat diterapkan secara efektif. Hal ini akan mendukung keberadaan unit hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang saat ini semakin sulit untuk dijangkau.

Di sisi lain, kebijakan mengenai tenor KPR subsidi hingga 40 tahun juga dianggap memiliki potensi untuk memperluas akses terhadap pembiayaan perumahan. Namun, perlu diingat bahwa panjangnya tenor tidak serta merta akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membeli rumah.

Perubahan tenor yang lebih panjang bisa menurunkan cicilan bulanan, sehingga masyarakat lebih mampu untuk melakukan pembayaran. Namun, efektivitas dari kebijakan ini juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah lain agar harga rumah tetap terkendali, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Menyoroti Pengelolaan dan Pemeliharaan Rumah Subsidi

Ali lebih lanjut menjelaskan bahwa terdapat aspek lain yang kerap diabaikan dalam pembangunan rumah susun, yaitu manajemen bangunan setelah dihuni. Banyak masalah yang muncul setelah unit dihuni, termasuk dalam hal pemeliharaan fasilitas bersama dan pengelolaan iuran penghuni.

Faktor-faktor seperti ketersediaan lahan dan harga tanah yang tinggi harus diimbangi dengan keberlanjutan dalam pengelolaan kawasan setelah proyek selesai. Pembangunan rumah susun subsidi tidak boleh hanya fokus pada jumlah unit yang dibangun, tetapi juga pada efektivitas pengelolaannya di tahap operasional.

Isu mengenai pengelolaan rumah susun juga berkait erat dengan kualitas hidup para penghuni yang menghuni rumah subsidi. Jika pengelolaan tidak baik, maka tujuan awal dari kebijakan penyediaan hunian ini akan tercapai secara maksimal.

Oleh karena itu, penting untuk melibatkan berbagai stakeholder dalam pengelolaan dan pemeliharaan rumah susun agar keberlanjutan kawasan dapat terjamin, sehingga para penghuni dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Rekomendasi dari Pengembang untuk Penyediaan Rumah Subsidi

Pandangan dari kalangan pengembang juga mencerminkan kekhawatiran yang sama. Beberapa pengembang menilai bahwa penyesuaian harga jual rumah subsidi merupakan kebutuhan yang lebih mendesak dibanding sekadar memperpanjang tenor cicilan. Kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi biaya pembangunan saat ini agar tetap realistis.

Kenaikan harga rumah subsidi memang dapat memberikan ruang bagi pengembang untuk meningkatkan kualitas bangunan, serta mengimbangi kenaikan biaya konstruksi yang terus terjadi. Ada yang merekomendasikan agar harga rumah subsidi dapat disesuaikan sekitar 5–7 persen, sehingga lebih sesuai dengan realita biaya pembangunan saat ini.

Beberapa pengembang lainnya juga menyatakan bahwa tenor KPR hingga 40 tahun dapat menjadi stimulus yang positif bagi pasar rumah subsidi. Jika cicilan menjadi lebih ringan, maka akan lebih banyak masyarakat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan, dan pada gilirannya meningkatkan penjualan rumah subsidi.

Namun, mereka tetap mengingatkan bahwa seiring dengan kebijakan baru, masalah utama masyarakat saat ini masih terkait dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, upaya untuk membenahi berbagai aspek ekosistem perumahan, termasuk pengendalian harga tanah dan material, perlu dilakukan agar sektor perumahan berkembang dengan lebih baik.

Tags: BesardanDinilaiDTPLahanMasalahMasihPengamatPengelolaanPPNRusunSubsidiTepat

Related Posts

Pembangunan IKN Nusantara Menarik Perhatian 42 Delegasi REAAA
Properti

Pembangunan IKN Nusantara Menarik Perhatian 42 Delegasi REAAA

October 6, 2026
Ekosistem Smart Living Usung Teknologi AI Fisik
Properti

Ekosistem Smart Living Usung Teknologi AI Fisik

October 5, 2026
Perkuat Tenaga Kerja Terampil Global di WorldSkills Shanghai 2026
Properti

Perkuat Tenaga Kerja Terampil Global di WorldSkills Shanghai 2026

October 5, 2026
Sektor Perumahan Terima Injeksi Likuiditas BI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Properti

Sektor Perumahan Terima Injeksi Likuiditas BI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

October 4, 2026
Hotel Metland Marron Adakan Panggung Jazz Perdana di Kaki Gunung Lokon
Properti

Hotel Metland Marron Adakan Panggung Jazz Perdana di Kaki Gunung Lokon

October 4, 2026
Speaker Party Meluncur, Lengkapi Gaya Hidup Hunian Modern
Properti

Speaker Party Meluncur, Lengkapi Gaya Hidup Hunian Modern

October 3, 2026
Next Post
Ketua DPRD Tegaskan Usulan Perubahan Jabar Menjadi Tatar Sunda Belum Disetujui

Tim Kajian Usul Perubahan Nama Jabar Menjadi Tatar Sunda oleh Tim Kajian

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026

EDITOR'S PICK

Burung Dilindungi di Papua Dijual di Media Sosial, Satu Orang Ditangkap

Burung Dilindungi di Papua Dijual di Media Sosial, Satu Orang Ditangkap

July 30, 2026
Prabowo Pertemuan Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

Prabowo Pertemuan Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

October 4, 2026
Deteksi Titik Api Karhutla Meningkat di Kalimantan dan Sumatra oleh BNPB

Deteksi Titik Api Karhutla Meningkat di Kalimantan dan Sumatra oleh BNPB

August 29, 2026
Bank Korea Antisipasi Inflasi, Suku Bunga Berpotensi Naik Lagi

Bank Korea Antisipasi Inflasi, Suku Bunga Berpotensi Naik Lagi

August 21, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Petasan Maulid hingga Tengah Malam Ganggu Warga Jakarta
  • Penampakan Ruko Pakuwon City Setelah Ledakan, 5 Orang Terluka
  • Momen Buruh Memantau DPR Menjelang Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
  • Bau Gas Menyengat Tercium Sebelum Ledakan di Ruko Pakuwon City
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In