Seorang presenter televisi dari Papua Barat bernama Yanto Idorway mengalami kecelakaan yang mengkhawatirkan saat berkunjung ke Air Terjun Memti, Kampung Sisrang. Pada sabtu siang, ia dilaporkan hanyut terseret arus sungai saat berusaha menyeberang, yang membuat tim pencarian segera dikerahkan.
Operasi pencarian oleh tim SAR dimulai pada hari pertama kecelakaan. Meskipun sudah diupayakan secara maksimal, hingga minggu sore, Yanto belum juga ditemukan.
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengungkapkan bahwa pencarian pada hari kedua ini menunjukkan hasil yang mengecewakan. Tim gabungan dari sejumlah instansi telah memaksimalkan pencarian, melakukan pencarian dari udara hingga darat untuk menemukan jejak Yanto.
Upaya Pencarian yang Intensif dan Berisiko
Operasi pencarian dilanjutkan pada hari kedua dengan memperluas area pencarian. Namun, tim harus menghadapi berbagai kendala seperti medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak mendukung, ada kabut dan suhu dingin di kawasan pegunungan.
Yefri mencatat bahwa operasi pencarian ini dimulai sejak pagi, setelah melakukan pertemuan dengan berbagai instansi terkait, termasuk Polres dan Kodim setempat. Dengan tim yang berjumlah cukup banyak, mereka bergerak menuju lokasi kejadian secara terorganisir.
Veik yang terjadi saat tim tiba di lokasi adalah mereka hanya bisa menjangkau batas tertentu dengan kendaraan. Dari titik akhir yang bisa dijangkau, tim harus melanjutkan perjalanan kaki sejauh tiga kilometer untuk sampai di lokasi sebenarnya.
Teknik Pencarian yang Digunakan Tim SAR
Selama pelaksanaan operasi, pemantauan dari udara dilakukan menggunakan drone thermal. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan korban yang terseret arus pada sabtu siang.
Di samping itu, untuk memaksimalkan pencarian, tim juga memasang sistem pengamanan atau safety line di sekitar lokasi. Dengan cara ini, mereka berharap bisa memeriksa area sekeliling secara lebih efektif.
Korban, Yanto, dilaporkan tercebur sesaat setelah tergelincir saat melewati sungai. Dua kerabatnya sempat mencoba untuk menemukan Yanto dengan cara mandiri sebelum melaporkan kepada pihak berwenang.
Harapan dan Dukungan Komunitas dalam Situasi Sulit Ini
Selama upaya pencarian berlangsung, dukungan dan doa dari masyarakat setempat menjadi hal penting. Kelompok masyarakat serta rekan-rekan Yanto turut membantu dalam pencarian, meskipun belum memberikan hasil yang signifikan.
Perasaan cemas dan khawatir menyelimuti keluarga serta sahabat Yanto yang terus berharap agar ia dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Masyarakat di sekitar juga berbondong-bondong memberikan dukungan moral kepada tim SAR yang berjuang di lapangan.
Pencarian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat berekreasi di alam terbuka, karena kondisi cuaca dan medan yang tidak terduga dapat berbahaya. Tim SAR pun mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan persiapan sebelum menjelajahi area pegunungan.















