Di Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Banten, sebanyak 200 keluarga tengah menghadapi situasi krisis air bersih. Krisis ini terjadi akibat kekeringan ekstrem yang disebabkan oleh musim kemarau, dan kondisi ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Pantauan terbaru menunjukkan bahwa banyak keran di rumah warga mengering, sehingga air hampir tidak mengalir. Situasi ini semakin memburuk karena warga tidak memiliki akses mudah ke sumber air bersih alternatif.
“Sumur di rumah sudah tidak keluar air sama sekali,” ungkap salah satu warga, Suratni, dalam keterangannya mengenai kesulitan yang dihadapi.
Pengaruh Kekeringan terhadap Kehidupan Sehari-hari Warga Desa
Krisis air bersih di Desa Kosambi Dalam telah berimplikasi sangat signifikan terhadap kehidupan sehari-hari. Keluarga-keluarga di desa ini terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Ketua RT 02 RW 02 setempat, Kustara, mengatakan, lebih dari 200 keluarga di lingkungan mereka terdampak oleh kekeringan tersebut. “Setiap keluarga menyuplai kebutuhan air untuk minum, memasak, dan mencuci sangat sulit,” jelasnya.
Menurut Kustara, dalam satu hari setiap keluarga memerlukan sekitar 200 liter air untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Kebutuhan ini menjadi tantangan ketika air bersih sulit diperoleh.
Solusi Pendekatan dan Distribusi Air Bersih oleh PMI
Dalam situasi ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang berusaha membantu masyarakat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. Bantuan yang datang langsung disambut gembira oleh warga yang membawa berbagai wadah untuk menampung air.
Salah seorang warga, Suhernah, berbagi pengalaman sulitnya membeli air bersih. “Saya harus membayar Rp25.000 untuk satu gerobak air setiap hari karena jarak sumber air cukup jauh,” tambahnya.
Suhernah berharap distribusi air bersih dari PMI dapat dilakukan secara teratur. “Harapannya adalah bantuan air ini bisa dikirim setiap hari agar warga tidak kekurangan,” ungkapnya.
Harapan Warga untuk Masa Depan dan Penanganan Krisis Air
Warga desa berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk menangani krisis air bersih ini. Selama beberapa bulan terakhir, mereka merasakan dampak besar dari kekeringan dan kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
Selain itu, Kustara menegaskan pentingnya upaya bersama antara warga dan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang terhadap masalah air bersih. “Kami sangat berharap pemerintah dapat membantu kami untuk mendapatkan akses air yang lebih baik,” tuturnya.
Untuk saat ini, bantuan yang diberikan oleh PMI menjadi penyelamat bagi banyak orang. Akan tetapi, kewaspadaan terhadap perubahan iklim seharusnya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
















