• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Wednesday, October 28, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ajakan Anak Presiden kepada Warga untuk Buang Dolar Demi Menyelamatkan Rupiah

Malino SPDI by Malino SPDI
July 26, 2026
in Lifestyle
0
Ajakan Anak Presiden kepada Warga untuk Buang Dolar Demi Menyelamatkan Rupiah
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam berbagai fase, namun salah satu yang paling bersejarah adalah pada tahun 1998. Saat itu, rupiah sempat menyentuh angka Rp 18.000 per dolar AS, menandai krisis moneter yang berat bagi Indonesia dan menjadi titik balik penting dalam sejarah perekonomian negara ini.

Salah satu tindakan berani yang muncul di tengah krisis ini adalah Gerakan Cinta Rupiah yang diprakarsai oleh Siti Hardijanti Rukmana, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tutut Soeharto. Upaya ini tidak hanya menjadi simbol dukungan bagi rupiah tetapi juga mencerminkan kedalaman kasih sayang terhadap Indonesia di masa yang sulit.

READ ALSO

Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham

Toba Mendapat Suntikan Rp7,77 Triliun, Dana Ini Untuk Apa

Menurut analisis yang dipaparkan oleh Jan Luiten van Zanden dalam bukunya tentang ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah yang sebelumnya stabil di kisaran Rp 2.000 per dolar AS merosot dratis akibat dampak krisis keuangan yang melanda Asia. Negara-negara tetangga seperti Thailand mengalami gejolak mata uang yang akhirnya meluas ke Indonesia, memicu ketidakpastian ekonomis.

Gerakan Cinta Rupiah: Ikrar Cinta untuk Ekonomi Nasional

Pada Januari 1998, Tutut Soeharto menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah, yang dikenal dengan nama Getar. Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengajak masyarakat Indonesia melepaskan simpanan dolar AS mereka dan menukarkannya ke rupiah sebagai bentuk dukungan untuk penguatan mata uang nasional. Dengan cara ini, diharapkan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia bisa dipulihkan.

Tutut memberikan contoh konkret dengan merelakan US$50 ribu dari simpanan pribadi untuk ditukarkan ke rupiah. Tindakan ini didorong oleh keinginan untuk memperkuat rupiah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air di kalangan masyarakat. Hal tersebut mempertegas bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi simbolis, melainkan juga praktik nyata yang diharapkan mampu menginspirasi publik.

Seiring dengan inisiatif Tutut, sejumlah pejabat negara kemudian mengikuti jejak tersebut. Dalam laporan media pada waktu itu, terungkap bahwa beberapa anggota MPR turut mendatangi bank untuk menukar dolar AS mereka dengan rupiah. Keikutsertaan tokoh-tokoh publik ini menjadi langkah strategis dalam menggugah semangat kolektif masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan ekonomi.

Reaksi Positif dan Partisipasi Masyarakat yang Meluas

Partisipasi aktif dari kalangan pejabat, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu bertugas di MPR, menunjukkan bahwa gerakan ini mendapat perhatian luas. Dalam aksi tersebut, diketahui bahwa Yudhoyono menukar US$1.300, menambah dukungan bagi Gerakan Cinta Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa krisis ekonomi mampu menyatukan berbagai kalangan untuk turut serta dalam memulihkan kondisi ekonomi negara.

Pengusaha-pengusaha terkenal, seperti Aburizal Bakrie dan Imam Taufik, juga merelakan dolar AS mereka. Bakrie diketahui melepaskan sebesar US$100 ribu, menjadikannya salah satu kontribusi terbesar. Selain itu, Sukamdani Sahid Gitosardjono juga ikut andil dengan melepaskan US$50.100 dan bahkan menyerahkan 1 kilogram emas miliknya kepada pemerintah sebagai bentuk dukungan nyata.

Gerakan ini semakin menguat saat masyarakat dari berbagai lapisan mulai ikut berpartisipasi. Dari kalangan pekerja hingga pelajar, banyak yang tergerak untuk melakukan tindakan serupa, mengalirkan dukungan bagi upaya pemulihan ekonomi Indonesia. Dengan sumbangsih yang semakin meluas, gerakan ini mulai mendapat tempat di hati rakyat, menciptakan harapan baru di tengah krisis.

Kritik dan Realita Pahit di Balik Optimisme

Meski demikian, tidak semua orang setuju dengan pendekatan ini. Beberapa pengamat berpendapat bahwa Gerakan Cinta Rupiah tak akan memadai untuk menahan tekanan pasar yang terus menguat. Dari total dana yang terkumpul, diperkirakan hanya mencapai sekitar US$5 juta, jauh dari kebutuhan finansial Indonesia yang diperkirakan mencapai miliaran dolar untuk menghadapi krisis.

Salah satu pengkritik, Fahmi Idris, dengan tegas menyatakan bahwa meski gerakan ini dipenuhi semangat, pada akhirnya itu tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada. Dalam waktu singkat, kritik ini terbukti saat nilai tukar rupiah semakin melemah, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan menciptakan ketidakpastian lebih luas di masyarakat.

Krisis yang berpuncak pada Mei 1998 tidak saja merambah sektor ekonomi, tetapi juga menjadi pemicu situasi sosial-politik yang tidak stabil. Kerusuhan besar terjadi di berbagai kota, menciptakan kegaduhan sosial yang berujung pada pengunduran diri Presiden Soeharto setelah lebih dari 32 tahun memimpin.

Melihat kembali sejarah Gerakan Cinta Rupiah, kita dapat melihat bahwa tindakan yang diambil dalam keadaan terdesak mungkin memiliki niat baik, tetapi kadang tidak cukup untuk mengobati luka ekonomi yang dalam. Ini mengajarkan kita bahwa semangat kolektif saja belum tentu menjamin keberhasilan, jika tidak didukung dengan kebijakan ekonomi yang efektif. Dalam menghadapi tantangan krisis, kombinasi antara dukungan masyarakat dan strategi yang tepat merupakan kunci untuk mengatasi keadaan sulit.

Tags: AjakanAnakBuangdemiDolarkepadaMenyelamatkanPresidenRupiahuntukWarga

Related Posts

Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham
Lifestyle

Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Toba Mendapat Suntikan Rp7,77 Triliun, Dana Ini Untuk Apa
Lifestyle

Toba Mendapat Suntikan Rp7,77 Triliun, Dana Ini Untuk Apa

October 27, 2026
Fundamental Perusahaan Diharapkan Mendukung Pertumbuhan Jangka Panjang
Lifestyle

Fundamental Perusahaan Diharapkan Mendukung Pertumbuhan Jangka Panjang

October 27, 2026
Rincian Kredit Jhonlin dan Mitigasi Agunan JARR-PGUN
Lifestyle

Rincian Kredit Jhonlin dan Mitigasi Agunan JARR-PGUN

October 26, 2026
Kabar Baik dari FTSE Russell, Status Indonesia Aman di BEI
Lifestyle

Kabar Baik dari FTSE Russell, Status Indonesia Aman di BEI

October 26, 2026
Daftar Kota di Indonesia dengan Biaya Hidup Termahal Selain Jakarta
Lifestyle

Daftar Kota di Indonesia dengan Biaya Hidup Termahal Selain Jakarta

October 25, 2026
Next Post
Barcelona Cari Alternatif Usai Transfer Julian Alvarez Terhambat

Barcelona Cari Alternatif Usai Transfer Julian Alvarez Terhambat

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Timnas Indonesia Cetak Sejarah Sebagai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Menjadi Juara Piala ASEAN FIFA 2026

October 6, 2026
Dua ABK Meninggal, Satu Orang Hilang

Dua ABK Meninggal, Satu Orang Hilang

May 5, 2026
Jepang Yakin Bisa Bikin Kejutan Hadapi Brasil di Babak 32 Besar meski Hajime Moriyasu Tak Gentar

Jepang Yakin Bisa Bikin Kejutan Hadapi Brasil di Babak 32 Besar meski Hajime Moriyasu Tak Gentar

June 26, 2026
Tancap Gas Bor Lima Sumur Minyak Baru Pertamina EP Rantau Pascabanjir Aceh Tamiang

Tancap Gas Bor Lima Sumur Minyak Baru Pertamina EP Rantau Pascabanjir Aceh Tamiang

October 13, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • 98 Tahun Sumpah Pemuda, Upacara di Lokasi Asrama Siswa Stovia
  • Kapolri Serukan Massa Demo Agar Tidak Anarkis dan Jamin Pengamanan Humanis
  • Cek Link CCTV untuk Pantau Lalu Lintas Hari Ini pada Demo 28 Oktober
  • Kronologi Meninggalnya Letda Jihad Ahmad di Gudang Senjata Kopassus
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In