• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sunday, September 13, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ajakan Anak Presiden kepada Warga untuk Buang Dolar Demi Menyelamatkan Rupiah

Malino SPDI by Malino SPDI
July 26, 2026
in Lifestyle
0
Ajakan Anak Presiden kepada Warga untuk Buang Dolar Demi Menyelamatkan Rupiah
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah terjadi dalam berbagai fase, namun salah satu yang paling bersejarah adalah pada tahun 1998. Saat itu, rupiah sempat menyentuh angka Rp 18.000 per dolar AS, menandai krisis moneter yang berat bagi Indonesia dan menjadi titik balik penting dalam sejarah perekonomian negara ini.

Salah satu tindakan berani yang muncul di tengah krisis ini adalah Gerakan Cinta Rupiah yang diprakarsai oleh Siti Hardijanti Rukmana, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Tutut Soeharto. Upaya ini tidak hanya menjadi simbol dukungan bagi rupiah tetapi juga mencerminkan kedalaman kasih sayang terhadap Indonesia di masa yang sulit.

READ ALSO

Laba Melonjak 445% Strategi Terbaru SMGR Tahun Ini

Grup Emtek Beli 803 Juta Saham Bukalapak

Menurut analisis yang dipaparkan oleh Jan Luiten van Zanden dalam bukunya tentang ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah yang sebelumnya stabil di kisaran Rp 2.000 per dolar AS merosot dratis akibat dampak krisis keuangan yang melanda Asia. Negara-negara tetangga seperti Thailand mengalami gejolak mata uang yang akhirnya meluas ke Indonesia, memicu ketidakpastian ekonomis.

Gerakan Cinta Rupiah: Ikrar Cinta untuk Ekonomi Nasional

Pada Januari 1998, Tutut Soeharto menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah, yang dikenal dengan nama Getar. Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengajak masyarakat Indonesia melepaskan simpanan dolar AS mereka dan menukarkannya ke rupiah sebagai bentuk dukungan untuk penguatan mata uang nasional. Dengan cara ini, diharapkan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia bisa dipulihkan.

Tutut memberikan contoh konkret dengan merelakan US$50 ribu dari simpanan pribadi untuk ditukarkan ke rupiah. Tindakan ini didorong oleh keinginan untuk memperkuat rupiah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air di kalangan masyarakat. Hal tersebut mempertegas bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi simbolis, melainkan juga praktik nyata yang diharapkan mampu menginspirasi publik.

Seiring dengan inisiatif Tutut, sejumlah pejabat negara kemudian mengikuti jejak tersebut. Dalam laporan media pada waktu itu, terungkap bahwa beberapa anggota MPR turut mendatangi bank untuk menukar dolar AS mereka dengan rupiah. Keikutsertaan tokoh-tokoh publik ini menjadi langkah strategis dalam menggugah semangat kolektif masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan ekonomi.

Reaksi Positif dan Partisipasi Masyarakat yang Meluas

Partisipasi aktif dari kalangan pejabat, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu bertugas di MPR, menunjukkan bahwa gerakan ini mendapat perhatian luas. Dalam aksi tersebut, diketahui bahwa Yudhoyono menukar US$1.300, menambah dukungan bagi Gerakan Cinta Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa krisis ekonomi mampu menyatukan berbagai kalangan untuk turut serta dalam memulihkan kondisi ekonomi negara.

Pengusaha-pengusaha terkenal, seperti Aburizal Bakrie dan Imam Taufik, juga merelakan dolar AS mereka. Bakrie diketahui melepaskan sebesar US$100 ribu, menjadikannya salah satu kontribusi terbesar. Selain itu, Sukamdani Sahid Gitosardjono juga ikut andil dengan melepaskan US$50.100 dan bahkan menyerahkan 1 kilogram emas miliknya kepada pemerintah sebagai bentuk dukungan nyata.

Gerakan ini semakin menguat saat masyarakat dari berbagai lapisan mulai ikut berpartisipasi. Dari kalangan pekerja hingga pelajar, banyak yang tergerak untuk melakukan tindakan serupa, mengalirkan dukungan bagi upaya pemulihan ekonomi Indonesia. Dengan sumbangsih yang semakin meluas, gerakan ini mulai mendapat tempat di hati rakyat, menciptakan harapan baru di tengah krisis.

Kritik dan Realita Pahit di Balik Optimisme

Meski demikian, tidak semua orang setuju dengan pendekatan ini. Beberapa pengamat berpendapat bahwa Gerakan Cinta Rupiah tak akan memadai untuk menahan tekanan pasar yang terus menguat. Dari total dana yang terkumpul, diperkirakan hanya mencapai sekitar US$5 juta, jauh dari kebutuhan finansial Indonesia yang diperkirakan mencapai miliaran dolar untuk menghadapi krisis.

Salah satu pengkritik, Fahmi Idris, dengan tegas menyatakan bahwa meski gerakan ini dipenuhi semangat, pada akhirnya itu tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada. Dalam waktu singkat, kritik ini terbukti saat nilai tukar rupiah semakin melemah, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan menciptakan ketidakpastian lebih luas di masyarakat.

Krisis yang berpuncak pada Mei 1998 tidak saja merambah sektor ekonomi, tetapi juga menjadi pemicu situasi sosial-politik yang tidak stabil. Kerusuhan besar terjadi di berbagai kota, menciptakan kegaduhan sosial yang berujung pada pengunduran diri Presiden Soeharto setelah lebih dari 32 tahun memimpin.

Melihat kembali sejarah Gerakan Cinta Rupiah, kita dapat melihat bahwa tindakan yang diambil dalam keadaan terdesak mungkin memiliki niat baik, tetapi kadang tidak cukup untuk mengobati luka ekonomi yang dalam. Ini mengajarkan kita bahwa semangat kolektif saja belum tentu menjamin keberhasilan, jika tidak didukung dengan kebijakan ekonomi yang efektif. Dalam menghadapi tantangan krisis, kombinasi antara dukungan masyarakat dan strategi yang tepat merupakan kunci untuk mengatasi keadaan sulit.

Tags: AjakanAnakBuangdemiDolarkepadaMenyelamatkanPresidenRupiahuntukWarga

Related Posts

Laba Melonjak 445% Strategi Terbaru SMGR Tahun Ini
Lifestyle

Laba Melonjak 445% Strategi Terbaru SMGR Tahun Ini

September 8, 2026
Grup Emtek Beli 803 Juta Saham Bukalapak
Lifestyle

Grup Emtek Beli 803 Juta Saham Bukalapak

September 8, 2026
Laba Bersih Meningkat 218 Persen di H1-2026, Dirkeu Beberkan Pemicunya
Lifestyle

Laba Bersih Meningkat 218 Persen di H1-2026, Dirkeu Beberkan Pemicunya

September 7, 2026
Harga Saham Melonjak, BEI Batasi Perdagangan Saham PPGL dan NATO
Lifestyle

Harga Saham Melonjak, BEI Batasi Perdagangan Saham PPGL dan NATO

September 7, 2026
Raja Gula Dunia dari RI Alami Kebangkrutan dalam Semalam
Lifestyle

Raja Gula Dunia dari RI Alami Kebangkrutan dalam Semalam

September 6, 2026
Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Memicu Kehebohan Karena Pencurian oleh Asing
Lifestyle

Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Memicu Kehebohan Karena Pencurian oleh Asing

September 6, 2026
Next Post
Barcelona Cari Alternatif Usai Transfer Julian Alvarez Terhambat

Barcelona Cari Alternatif Usai Transfer Julian Alvarez Terhambat

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

May 29, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026

EDITOR'S PICK

China Diprediksi Bakal Beli Minyak dari Amerika Serikat Menurut Trump

China Diprediksi Bakal Beli Minyak dari Amerika Serikat Menurut Trump

May 15, 2026
Anak Usaha Prodia Tentukan Harga IPO Rp 120 per Saham

Anak Usaha Prodia Tentukan Harga IPO Rp 120 per Saham

July 1, 2026
Megawati Rilis Surat Internal Menjelaskan Posisi Partai sebagai Penyeimbang

Megawati Rilis Surat Internal Menjelaskan Posisi Partai sebagai Penyeimbang

July 8, 2026
Status Darurat Pascakebakaran TPA Jatiwaringin Belum Dicabut Pemkab

Status Darurat Pascakebakaran TPA Jatiwaringin Belum Dicabut Pemkab

July 11, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Kasus ISPA Naik, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September
  • Sertifikasi Halal Pipa Vinilon Diterbitkan oleh BPJPH secara Resmi
  • Program MBG di Sumut Harus Terus Berjalan untuk Kebutuhan Daerah
  • Febrie Heran soal Pemeriksaan Tersangka Menggunakan Rujukan Instansi Lain
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In