PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., lebih dikenal sebagai Bank Jatim, baru-baru ini mengumumkan keputusan penting terkait pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Dividen yang akan dibagikan mencapai Rp850,17 miliar, dengan nilai per saham sebesar Rp56,62, menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan dari bank tersebut.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diadakan di kantor pusat Bank Jatim di Surabaya. Dibandingkan tahun lalu, nilai dividen yang dibagikan mengalami peningkatan, mencerminkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan.
Dalam rapat tersebut, selain pembagian dividen, terdapat juga perubahan pada jajaran pengurus bank. Andry Wicaksono diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko, menggantikan posisi sebelumnya untuk memperkuat manajemen risiko bank.
Perubahan Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang Terbaru
RUPS yang berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 juga menyetujui perubahan pada dewan komisaris dan dewan pengawas syariah. Moh. Nasih, yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah, kini menjadi Komisaris Independen, sementara posisi yang ditinggalkan diisi oleh Abdullah Syamsul Arifin.
Susunan baru Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim setelah RUPS ini menunjukkan komitmen bank untuk memperkuat integritas dan transparansi di dalam perusahaan. Komisaris Utama Independen diisi oleh Adi Sulistyowati, yang diharapkan dapat memberikan arahan strategis yang lebih baik.
Dengan perubahan ini, dewan komisaris terdiri dari individu dengan latar belakang yang mumpuni, termasuk komisaris independen yang memiliki pengalaman di berbagai sektor. Ini menunjukkan fokus yang kuat pada governance yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Kinerja Keuangan yang Positif di Tahun Buku 2025
Pembagian dividen yang tinggi ini adalah hasil dari kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, yang mencatat laba bersih sebesar Rp1,54 triliun. Persentase pembagian dividen yang mencapai 55% dari laba ini menjadi indikasi bahwa bank mampu menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.
Bank Jatim tidak hanya menunjukkan peningkatan angka laba, tetapi juga komitmen untuk melakukan efisiensi operasional dan inovasi dalam berbagai produk dan layanannya. Hal ini membantu bank untuk tetap kompetitif di pasar yang kian ketat.
Dengan penguatan di sektor manajemen risiko yang dilakukan melalui pengangkatan direktur baru, diharapkan Bank Jatim dapat lebih baik dalam menghadapi tantangan di masa depan. Keterampilan manajerial diharapkan mampu mengembangkan strategi yang tepat dalam mitigasi risiko.
Peran Gubernur dalam RUPS dan Dukungan Pemerintah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir dalam RUPS sebagai perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran beliau menunjukkan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah terhadap perkembangan Bank Jatim sekaligus pengawasan terhadap penggunaan dana publik yang efektif.
Hubungan erat antara bank dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong sinergi yang positif dalam pengembangan ekonomi lokal. Ini akan membantu dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan memperkuat jaringan sosial ekonomi di daerah.
Sinergi antara Bank Jatim dan Pemerintah Jawa Timur diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses keuangan dan memperkuat program-program pemberdayaan ekonomi yang ada.
Prospek Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi
Melihat ke depan, Bank Jatim dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk persaingan ketat di industri perbankan. Meskipun demikian, dengan struktur manajemen yang baru dan kinerja keuangan yang membaik, bank dapat memanfaatkan peluang yang ada dan terus berkembang.
Penting bagi Bank Jatim untuk terus berinovasi dalam produk dan layanan, agar tetap relevan di tengah perubahan preferensi nasabah dan kemajuan teknologi. Investasi dalam teknologi informasi dan digitalisasi akan menjadi kunci untuk mencapai efisiensi operasional yang lebih baik.
Dengan pendekatan proaktif terhadap risiko dan inovasi, Bank Jatim diharapkan dapat menjadi salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
















