Di tengah ketidakpastian global yang melanda berbagai sektor, SeaBank berhasil menunjukkan performa yang menggembirakan dalam kinerja keuangannya. Pada kuartal ketiga tahun 2026, bank ini berhasil membukukan laba bersih pasca pajak sebesar Rp362,7 miliar, memperkuat posisinya di industri perbankan digital.
Selama sembilan bulan sebelumnya, total laba bersih yang dicapai bahkan mencapai Rp1,11 triliun. Kinerja ini memberikan gambaran positif mengenai keberhasilan model bisnis digital yang diterapkan oleh SeaBank.
Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SeaBank. Selain itu, bank juga berupaya untuk menjaga kehati-hatian dalam ekspansi kredit dan disiplin dalam pengelolaan operasional.
Strategi Bisnis yang Berkelanjutan dan Inovatif
Sasmaya menjelaskan bahwa pencapaian laba bersih merupakan hasil dari kombinasi antara pertumbuhan kredit dan efisiensi biaya. Dengan pendekatan yang hati-hati dan pemanfaatan teknologi, SeaBank berkomitmen untuk menyuguhkan produk yang semakin relevan bagi nasabah.
Kondisi permodalan bank ini juga tergolong sangat baik, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang terjaga di level 20,05%. Hal ini memberikan fondasi yang kuat untuk ekspansi bisnis di masa depan.
Ekspansi kredit yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, sehingga kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di level 1,84% menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan Aset dan Berbagai Inisiatif Baru
Performa keuangan yang mengesankan juga tercermin dari total aset SeaBank yang tumbuh signifikan menjadi Rp58,42 triliun. Bukan hanya angka, tetapi pertumbuhan ini ditunjang oleh akselerasi dalam fungsi intermediasi finansial.
Peningkatan ini didorong oleh inovasi dalam skema pinjaman langsung dan kolaborasi dengan berbagai mitra. Ekosistem digital yang terintegrasi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ini.
Kenaikan drastis dalam penyaluran kredit menjadi Rp42,86 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan nasabah dan permintaan akan layanan kredit semakin meningkat.
Pemanfaatan Teknologi dan Layanan Berkualitas Tinggi
Di sisi lain, perluasan ekosistem digital SeaBank turut membantu dalam menarik lebih banyak pengguna. Hingga akhir September 2026, jumlah nasabah telah mencapai lebih dari 39 juta, yang mencerminkan loyalitas pengguna yang tinggi.
Rata-rata transaksi harian pun mencapai lebih dari 21 juta, dengan volume uang yang diputar nyaris mencapai Rp8,2 triliun. Angka ini menjadi indikasi kuat dari keberhasilan strategi yang diterapkan bank.
Fitch Ratings juga menilai positif profil kredit SeaBank dengan meraihnya peringkat nasional jangka panjang. Penilaian ini menunjukkan adanya dukungan yang kuat dari pemegang saham serta pentingnya peran SeaBank dalam industri layanan keuangan digital Indonesia.
















